Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#43


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir mereka berlibur, sebelum nanti malam mereka terbang kembali ke Indonesia.


seperti hari-hari sebelumnya mereka menghabiskan waktu pagi mereka bersama dimeja makan.


untuk hari ini, mereka tidak akan pergi kemana pun, mereka hanya akan menghabiskan waktu mereka di villa tersebut.


setelah sarapan, mereka mengepak barang-barang mereka terlebih dahulu, yg tadinya mereka hanya membawa 1 koper, sekarang mereka membawa 1 koper lainnya yg berisikan buah tangan mereka selama liburan.


setelah mereka selesai mengepak barang-barang mereka, mereka pun kembali berkumpul di ruang tengah. karena merasa tidak ada kegiatan, akhirnya Ara pun memutuskan untuk menyalakan alat karaoke.


Ian bergegas ke dapur mengambil banyak cemilan dan minuman kaleng. mereka pun menghabiskan waktu mereka dengan bernyanyi dan tertawa bersama.


mereka menghentikan kegiatan mereka saat alarm pengingat sholat di hp Ian berbunyi.


mereka pun sholat berjamaah bersama dan setelah itu melanjutkannya dengan makan siang bersama.


setelah makan siang mereka memilih untuk beristirahat sebentar sebelum sore harinya mereka akan ke bandara.


di dalam kamar, Ara dan ian memutuskan untuk beristirahat. sedangkan Jo dan dewi, saat ini mereka sedang saling berbalas pesan.


*flashback malam kemarin....


"jujur, aku juga ngerasain yg sama, tapi aku belum yakin apakah aku benar-benar suka sama kakak atau...."


"bagaimana kalau kita mencoba untuk saling meyakinkan perasaan kita.."


ujar Jo menimpali perkataan Dewi yg belum selesai.


"maksud kakak ?"


"setelah mendengar perkataan kamu tadi, bagaimana kita coba untuk menjalin hubungan ? karena entah kenapa, sekarang aku udah ngerasa yakin, kalau aku emang beneran suka sama kamu.."


"kakak serius ?"


"ya, aku serius.. kamu mau kan ?"


tanya Jo antusias, tapi di sisi lain Jo sudah mempersiapkan hatinya jika memang Dewi akan menolaknya. cukup lama Dewi diam sambil memandang jo, kemudian dia tersenyum manis ke arah jo dan menganggukkan kepalanya perlahan dengan rasa malu campur bahagia yg ia rasakan saat ini.


"terimakasih.."


ujar Jo yg kemudian bangun dari duduknya dan memeluk dewi.


"tapi ka, jangan bilang-bilang sama Ara sama Ian ya, kita kasih tau, kalo mereka nanya aja.."


pinta Dewi yg masih dalam pelukan Jo.


"iya, apapun mau kamu akan aku turutin.."


"beneran..???"


tanya Dewi dan melepaskan pelukannya.


Jo pun hanya mengangguk.

__ADS_1


"aku mau, kakak gendong aku kesana.."


pinta Dewi dan menunjuk ke arah pesisir pantai.


Jo tidak menjawab dia langsung berjongkok di hadapan Dewi. Dewi yg mengerti dengan maksud jongkok nya Jo pun langsung naik ke punggung Jo.


Dewi yg di gendong oleh Jo merasa bodo amat dengan orang-orang yg melihat mereka.


mereka menikmati malam indah mereka berdua, sebelum mereka memutuskan untuk pulang dan bertingkah biasa saja di hadapan Ara dan ian.


sebenarnya, saat sudah tiba di villa, Ara dan ian sudah penasaran dengan apa yg Dewi dan Jo bicarakan saat berduaan, namun Ara dan ian merupakan tipe orang yg akan menanyakannya jika memang mereka sudah yakin dan banyak bukti.


*kembali ke cerita.....


saat sore hari, mereka pun mulai mengemasi barang-barang mereka ke dalam bagasi mobil, kali ini mereka akan diantar dua mobil sekaligus. 1 mobil untuk Ara dan ian, 1 mobil lainnya untuk Dewi dan Jo.


saat dalam perjalanan, Ara dan ian asyik mengobrol dan melihat-lihat kembali foto mereka yg masih dalam kamera dengan Ara yg bersandar di pundak ian. sedangkan Jo dan Dewi yg sedang berbunga-bunga pun dari tadi tidak melepaskan pegangan tangan mereka di dalam mobil dan saling tersenyum.


sampailah mereka di bandara dan mereka langsung masuk ke dalam pesawat yg akan mereka tumpangi.


di dalam pesawat, kursi mereka ada dalam 1 barisan kesamping, sehingga mereka bisa saling melihat satu sama lain.


Ara dan ian duduk berdampingan, begitu juga Dewi dan Jo, mereka duduk berdampingan di barisan tengah dengan 2 kursi.


saat dalam perjalanan, diam-diam Jo dan Dewi saling berpegangan tangan tanpa di ketahui oleh Ara dan ian.


namun bukan Ara namanya jika tidak bisa merasakan perilaku yg aneh pada sahabatnya itu.


Ara terus saja memperhatikan Jo dan Dewi dari samping, sehingga yg sedang di perhatikan pun merasa sedikit risih dengan tatapan Ara. Jo dan Dewi pun melihat ke arah Ara dan bertanya hanya dengan bahasa bibir saja.


tanya Jo.


Ara tidak menjawab, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali menyenderkan kepalanya di kursi pesawat.


perjalanan panjang telah mereka lewati, karena mereka menempuh perjalanan pada malam hari, mereka pun bisa beristirahat dengan tenang dan bangun di pagi hari yg cerah di negara tercinta dengan selamat.


kemarin, sebelum mereka berangkat ke bandara, Jo sudah memberitahukan sopir nya untuk menjemputnya di bandara pada pagi hari, begitupun dengan Ian, ia meminta seseorang untuk menjemput Ara dan ian di bandara. sehingga pada saat mereka tiba, mereka tidak harus menunggu lagi.


"kita pisah disini buat hari ini, besok-besok kita ketemu lagi.."


canda ara pada Jo dan Dewi.


"cepetan gih Lo pulang, berisik.."


jawab Dewi sambil mendorong-dorong Ara menuju mobilnya.


"sabar kenapa wi, nanti Lo kangen sama gue, baru tau rasa Lo.."


"gak akan gue kangen sama Lo.. udah, pulang sana.."


"awas aja Lo, mentang-mentang udah punya yg baru.."


jawab Ara yg sudah ada di dalam mobilnya.

__ADS_1


Dewi terdiam saat Ara berkata seperti itu.


"kenapa Lo diem ? berarti benerkan, Lo udah punya yg baru.."


"apaan sih Lo.."


jawab Dewi sedikit gelagapan.


"udahlah sayang, jangan mojokin Dewi, kasian dia.. tapi beneran dew, Lo udah punya yg baru ??"


tanya ian sedikit meledek.


"sialan lu yan.."


setelah sedikit pertikaian antara Ara, Ian dan Dewi selasai, mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil masing-masing.


Dewi yg berada di dalam satu mobil bersama Jo, sedaritadi hanya diam saja memikirkan apa yg di katakan Ara tadi di bandara, haruskah dia jujur kepada Ara saat ini atau seperti kesepakatan dengan Jo sebelumnya, mereka akan bicara saat Ara dan ian yg menanyakan nya langsung pada mereka.


"kamu kenapa ?"


tanya Jo sambil menggenggam tangan dewi dan menarik kepala Dewi agar bersandar di pundaknya.


"apa aku jujur aja sama Ara tentang kita ?"


tanya Dewi yg membalas genggaman tangan Jo.


"terserah kamu, kamu mau jujur sama Ara sekarang atau nanti, toh semuanya juga sama aja, pada akhirnya mereka akan tau juga.."


"iya sih, kamu bener.."


jawab Dewi dan tersenyum menatap Jo.


*


*


*


*


*


*


*


jujurlah, walaupun akan terasa menyakitkan.


jujurlah, jika kau ingin merasa tenang.


jujurlah, jika kau ingin hidup dihargai.


karena dengan jujur, semua akan berjalan dengan semestinya.

__ADS_1


(terimakasih untuk kalian semuanya yg selalu mendukung karya ku.. still support me by vote, like and give your best comments)


🤗🤗🤗


__ADS_2