
setelah selesai makan, jo dan dewi menghampiri Ara dan ian yg masih makan.
Ara dan ian yg merasa kalau Jo dan Dewi akan ke arah mereka pun mencoba bertingkah biasa saja.
"kita mau jalan-jalan bentar di sekitaran sini, kalian mau ikut ?"
tanya Jo pada Ara dan ian to the poin.
Ara dan ian yg mendengarnya pun kemudian melihat satu sama lain, entah pikiran dan hati mereka sudah sinkron atau apa, tapi mereka
seperti sudah saling mengerti walau hanya saling pandang.
"nggak ah, makanan kita juga belum abis, kita mau lanjutin makan aja.. oh ya, kalian mau jalan-jalan kemana ? jauh nggak ? lama nggak ?"
jawab Ara sekaligus bertanya panjang lebar.
"nggak tau juga bakalan lama atau nggak.."
jawab Jo.
"ya udah, sana, entar keburu malem banget pulangnya.."
akhirnya, Jo dan Dewi pun pergi dari restoran tersebut meninggalkan Ara dan ian.
Jo dan Dewi berjalan menyusuri jalanan, entah kemana tujuan mereka yg sebenarnya
dan entah kenapa, saat ini Dewi ingin sekali berjalan berdua bersama jo, begitu juga dengan Jo.
setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Dewi memulai pembicaraan mereka meskipun masih dengan terus berjalan.
"tadi kakak mau cerita apa ?"
"yg mana ?"
"tadi pas mau makan.."
"ooh, aku cuma mau tanya pendapat kamu aja.."
"pendapat apa ?"
"aku punya temen, dia curhat ke aku kalo dia suka sama temennya. mereka juga kerja bareng. dia nggak tau sejak kapan dia suka sama teman nya ini, tapi kalo pas lagi sama temennya ini.. menurut kamu gimana ? temen aku harus jujur aja atau diem aja ? tapi dia juga takut kalo perasaannya nanti nggak diterima.."
ujar Jo mengibaratkan dirinya sebagai temannya dalam cerita tersebut, karena Jo tidak ingin terlalu terlihat jelas bahwa dirinyalah yg menjadi tokoh utama dalam ceritanya tadi.
saat bercerita, Jo menemukan bangku kosong yg bisa mereka duduki berdua, kemudian melanjutkan ceritanya.
saat telah duduk, Dewi sedikit mencerna cerita Jo sambil terlihat melamun.
(ko ceritanya kaya gue sama ka Jo ya..)
gumam Dewi dalam hati.
"gimana dew ?"
"hah.... ya kalo menurut aku sih mending temen kakak jujur aja dulu sama cewe yg dia suka, soal diterima atau nggak nya perasaan temen kakak tadi km itu urusan belakangan aja yg penting temen kakak udah coba buat jujur sama perasaannya.."
__ADS_1
"ooh, gitu ya.."
sesaat tidak ada yg berbicara diantara mereka berdua, hingga akhirnya..
"kamu tau, aku suka sama kamu.."
ujar Jo mencoba jujur dengan perasaannya dan menggenggam tangan Dewi yg sedari tadi ada di atas meja memegang tas nya.
Dewi yg mendapat perlakuan dan mendengar perkataan dari Jo, seketika membuatnya terpaku dan menatap Jo.
"maksud kakak..?"
tanya Dewi, namun entah kenapa Dewi enggan melepaskan tangannya yg di genggam oleh Jo. Dewi merasa hangat saat Jo seperti ini.
"jujur, entah sejak kapan aku suka sama kamu, saat aku lagi sama kamu, aku ngerasa ada kehangatan dalam hati aku.. kamu ngerasain itu juga nggak ?"
saat Jo bercerita, Dewi juga sedang berpikir tentang perasaannya selama ini, saat Jo mengatakan ada kehangatan di dalam hatinya, Dewi pun juga merasakan hal yg sama saat bersama dengan Jo.
"aku.... aku nggak tau ka.."
"kenapa ?"
"saat kakak bilang kakak ngerasa hati kakak hangat saat sama aku, kadang aku juga ngerasa seperti itu saat aku lagi sama kakak, cuman aku belum yakin, apakah ini rasa suka atau hanya perasaan kagum aku sama kakak.."
Jo yg mendengarkan penuturan Dewi mulai menunjukkan sedikit senyuman kecil di wajahnya, namun Jo juga mencoba tegar dengan apapun yg akan di katakan Dewi padanya nanti.
Jo dan dewi pun terus melanjutkan pembicaraan serius mereka tanpa ada orang lain yg mengganggu.
sedangkan di tempat lain, Ian dan Ara yg sudah selesai dengan makannya hendak ingin menyusul kedua sahabat mereka, namun ian menghentikan keinginan Ara.
"jangan sayang, lebih baik kita pulang duluan aja, biarin mereka berdua selesaikan urusan mereka, kali aja mereka bisa bersatu.. kita selesaikan urusan kita yg belum selesai dari kemarin.."
Ara yg mengerti dengan maksud dari suaminya itu pun ikut tersenyum dan meng'iya'kan keinginannya.
Ara dan ian pun memutuskan untuk pulang duluan tanpa memberitahu Jo dan Dewi terlebih dahulu. karena mereka tidak ingin jika mereka memberitahu Jo dan Dewi kalau mereka akan pulang, lalu mereka juga memutuskan untuk ikut pulang bersama dan rencana Ara juga Ian dan Jo akan gagal.
"semoga mereka bisa saling terbuka dengan perasaan mereka masing-masing ya sayang.."
ujar Ara pada Ian saat perjalanan pulang.
"iya, mudah-mudahan ya sayang.."
jawab Ian sambil mengelus rambut istrinya dengan sebelah tangannya.
"ya udah, kita pulang yu.."
"bentar, aku hubungin dulu Ara.."
jawab Dewi.
Dewi pun mengambil ponselnya dan menghubungi Dewi.
sambungan telepon terputus....
"mereka udah pulang duluan.."
__ADS_1
ujar Ara memberitahu Jo dengan nada sedikit kesal.
"ya udah nggak apa, kita cari taksi aja.."
jawab Jo sambil tersenyum, Dewi yg melihat Jo tersenyum pun akhirnya ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
selama perjalanan mencari kendaraan, Dewi dan Jo terkadang saling mencuri pandang dan saling tersenyum. entah apa yg ada di dalam pikiran mereka, namun sepertinya mereka merasakan sebuah kehangatan dalam hati mereka masing-masing.
saat sudah mendapatkan kendaraan, mereka pun langsung masuk.
dalam perjalanan pulang, di dalam taksi yg mereka tumpangi, hanya ada senyuman yg terlihat diantara mereka tanpa ada yg bicara satupun.
sesampainya mereka di villa, mereka sudah di tunggu oleh Ara dan ian yg ada di ruang tamu sambil menonton tv dengan Ara yg sedang tiduran di paha Ian.
"baru nyampe, darimana aja kalian ?"
tanya Ara yg masih dalam posisinya.
"abis jalan kaki, gara-gara di tinggalin pulang sama orang-orang aneh.."
jawab dewi ketus.
"udah-udah.."
timpal Ian, Jo yg sedari tadi diam hanya tersenyum.
"kenapa Lo senyum-senyum sendiri ? kayanya Lo lagi bahagia ya ?"
tanya ian.
"gue nggak kenapa-kenapa ko.. lucu aja liat kalian selalu kaya gini.."
jawab Jo, Ara, Dewi dan Ian pun saling pandang kemudian tertawa bersama.
suasana persahabatan yg seperti inilah yg susah untuk dilupakan.
mereka berempat pun berkumpul di ruang tengah, duduk bersama, bercerita dan tertawa bersama hingga larut malam, hingga pada akhirnya mereka merasa lelah, kemudian memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing.
saat berada di kamar, masing-masing dari mereka masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
*
*
*
*
*
*
*
jadikan harimu lebih bermakna..
__ADS_1
jangan biarkan waktumu terbuang percuma..
karena orang yg sukses adalah orang yg berusaha, bukan orang yg membuang masa..