Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#37


__ADS_3

hari ini, tiba saat nya bagi Dewi dan Jo berangkat menuju maldives menyusul kedua sahabatnya yg terlebih dahulu berangkat.


di hari sebelumnya keduanya sudah menyiapkan segala sesuatu yg akan mereka bawa, sehingga hari ini mereka hanya tinggal berangkat saja.


pagi ini, Dewi sedang sarapan bersama ibunya, setidaknya menghabiskan waktu berdua sebelum Dewi berangkat liburan.


ting tong .. ting tong ..


(suara bel berbunyi)


Dewi pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.


"ka Jo, masuk ka.."


ujar Dewi mempersilahkan Jo masuk.


ibu Dewi yg mendengar nama Jo di sebut pun akhirnya memutuskan untuk menyusul Dewi ke depan menemui Jo.


"nak Jo, pagi sekali datangnya.."


"iya Bu, tadi niatnya sih mau ngajakin Dewi sarapan dulu di luar sebelum berangkat.."


jawab Jo tersenyum.


"yah, tapi dewi nya lagi sarapan bareng mamah.. berarti nak Jo belum sarapan dong ?"


Jo hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum malu.


"ya udah kita sarapan bareng aja, ayo.."


ajak ibunya dewi.


mereka bertiga pun akhirnya sarapan bersama. terlihat seperti keluarga bahagia, saat makan bersama mereka pun saling berbagi cerita dan canda.


"Dewi berangkat ya mah.."


ujar dewi seraya memeluk ibunya.


"hati-hati ya sayang.."


Jo pun ikut berpamitan pada ibunya dewi, tapi hanya dengan mencium punggung tangannya saja.


"kami berangkat ya Bu.."


"tolong jaga anak ibu ya nak Jo, ibu percayakan Dewi sama kamu.."


Jo pun hanya tersenyum dan mengangguk.


akhirnya mereka berdua pun berangkat di antar oleh supir Jo.


seharusnya keberangkatan Jo dan Dewi pukul 7 pagi, namun sesampainya di bandara, mereka tidak langsung berangkat, karena suatu hal lainnya.


setelah menunggu beberapa saat akhirnya mereka pun berangkat.


12 jam perjalanan di dalam pesawat hanya bisa mereka habiskan dengan duduk, makan, tidur dan lainnya.


di sebuah villa terlihat sepasang suami istri tengah bersiap akan pergi ke salah satu tempat untuk berbelanja, karena mereka tau bahwa hari ini sahabat-sahabat mereka akan datang.


"ayo,.."


"ayo,.."


mereka pun akhirnya berangkat ke salah satu mall yg ada untuk membeli bahan masakan dan Snack.

__ADS_1


untuk kali ini Ian memilih untuk menyetir sendiri mobil yg akan dikendarainya.


setelah menempuh perjalanan yg tidak terlalu jauh akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan.


setibanya di dalam mall, mereka langsung menuju tempat makanan.


Ara yg memilih menuju tempat daging dan sayuran, langsung memilih semua bahan yg ia perlukan untuk acara penyambutan kedua sahabatnya nanti malam. mulai dari daging, sayur, saus dan lainnya. rencananya Ara dan ian ingin membuat acara penyambutan berupa acara barbeque'an.


di sisi yg lainnya terlihat Ian sedang memilih-milih camilan dan minuman.


setelah merasa semua nya sudah cukup, akhirnya merekapun membayarnya dan kemudian buru-buru pulang ke villa untuk menyiapkan yg lainnya.


sesampainya di villa dan menyimpan semua belanjaannya tadi, Ian dan Ara pun mulai mendekorasi taman belakang villa tersebut.


mereka mendekor ya begitu detail.


lampu Tumbler pun tak luput mereka lilitkan di salah satu tiang yg ada di dekat pohon, semua peralatan barbeque pun mereka siapkan dengan baik.


tepat pukul 8 malam, setelah menempuh perjalanan yg panjang, akhirnya Dewi dan Jo tiba di bandara setempat. mereka pun di jemput oleh pengawal pribadi Jo dan seorang supir.


Dewi yg melihat 2 orang sedang berdiri menunggu kedatangan mereka pun hanya bisa tertegun.


2 orang laki-laki dengan setelan serba hitam, wajah tampan, gagah dan berwibawa ada di hadapannya sedang membungkukan badannya ketika melihat Jo.


koper yg sedari tadi Dewi dan Jo bawa pun beralih tangan ke tangan supirnya.


Dewi tidak hanya terkejut dengan 2 orang yg ada di hadapannya namun juga dengan kendaraan yg akan mereka tumpangi.


sebuah mobil berwarna hitam dan dengan model yg limited edition lah yg akan mengantarkan mereka menuju villa.


Dengan keingintahuannya, Dewi pun melihat Jo. Jo yg merasa sedari tadi di perhatikan akhirnya melihat ke arah Dewi juga.


"apa ?"


"tidak apa-apa.."


jawab dewi tak kalah ketusnya.


mereka berdua pun akhirnya masuk kedalam mobil tersebut.


selama di perjalan, tidak ada seorangpun yg membuka suara, hanya ada suara mobil yg terdengar oleh mereka yg ada di dalamnya.


Dewi menikmati pemandangan malam di sepanjang perjalanannya menuju villa, sedangkan Jo hanya diam saja dan sesekali melihat ke arah Dewi dan tersenyum kecil.


setelah mendengar kabar bahwa Dewi dan Jo sebentar lagi tiba, Ara dan ian memutuskan untuk menunggu di teras.


mobil pun berhenti, Dewi yg sudah merindukan sahabatnya itupun buru-buru keluar dari mobil dan memeluk sahabatnya itu.


"kangeeen.."


ujar Dewi memeluk Ara erat.


"samaaaa.."


jawab Ara sambil melepaskan pelukan mereka dan saling tersenyum.


"ayo masuk.."


ujar ian.


mereka pun akhirnya masuk dan duduk di sofa dengan banyak nya makanan di meja yg ada di hadapan mereka.


"kalian belanja ? kenapa ? apa disini kurang ?"

__ADS_1


tanya Jo tanpa henti.


"nggak ko, disini nggak kurang sama sekali, kita mau belanja aja buat nyambut kalian.."


jawab Ara.


"oh ya, kita juga tadi nyiapin buat kita barbeque'an.. ya itu juga kalo kalian nggak kecapean sih, tapi kalo kalian cape ya udah besok aja.."


ujar Ara dengan wajah yg di sedih-sedih kan.


Dewi dan Jo pun saling menatap meminta persetujuan, sejujurnya mereka memang lelah, namun melihat Ara yg seperti itu membuat Dewi dan jo tak tega melihatnya.


"baiklah, ayo kita mulai.."


ajak Dewi, Ara pun senang mendengar ajakan sahabatnya itu.


mereka pun pergi ke belakang menuju tempat dimana mereka akan mengadakan barbeque.


mereka menghabiskan waktu bersama dengan tawa dan canda juga cerita dari masing-masing.


hingga waktu menunjukkan sudah larut dan perut merekapun sudah kenyang dengan masakan yg mereka but tadi. akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.


"kamar gue yg mana ya ?"


gumam Dewi sendiri saat melihat banyak pintu di hadapannya. tanpa Dewi tau Jo berada di belakangnya.


"kamar kamu yg itu.."


tunjuk Jo pada salah satu pintu dan mengagetkan dewi. dengan perkataannya.


seolah tau dengan apa yg Dewi pikirkan.


"koper kamu udah ada di dalam.."


bisik Jo di telinga kanan Dewi dan mulai meninggalkan Dewi yg masih berdiri mematung di tempatnya.


Dewi yg melihat Jo pergi meninggalkan nya dan memasuki salah satu pintu tepat di sebelah pintu yg di tunjuk oleh Jo untuk Dewi tempati.


"kamar gue di samping kamar ka Jo ?"


gumam Dewi mencerna keadaan yg ada saat ini.


"bodolah, mending gue masuk dan istirahat, lagian gue juga udah cape banget hari ini.."


gumam Dewi dan berjalan menuju ruangan yg akan menjadi tempat istirahat nya selama berada disini.


akhirnya semuanya pun beristirahat di ruangan masing-masing.


*


*


*


*


*


*


*


jika hati tersakiti, bukan belati yg menemani

__ADS_1


jika mata menangis, jangan pernah kau meringis


__ADS_2