
Pagi harinya, semua orang sedang menikmati sarapannya dengan penuh keharmonisan. Di meja makan yg sama, mereka menghabiskan waktu pagi mereka bersama untuk sarapan berempat, mungkin untuk yg terakhir kalinya untuk hari ini dan besok.
sesuai kesepakatan kemarin, bahwa hari ini mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk bepergian mengelilingi kota dan mengambil banyak foto sebagai kenang-kenangan bagi mereka masing-masing.
"let's go.."
ajak Ian pada Ara, Dewi dan Jo yg memang sudah siap dari tadi.
setelah mereka berada di dalam mobil, sang pemandu jalan meminta para penumpang nya untuk mengecek segala barang bawaan mereka, dengan sedikit tertawa mereka pun menuruti perintah sang pemandu wisata mereka untuk hari ini.
setelah semua nya merasa barang bawaan mereka tidak ada yg tertinggal, barulah ian mengemudikan kendaraannya menyusuri jalanan.
selama perjalanan mereka sempat berhenti di beberapa tempat hanya untuk sekedar mengambil foto, setelah mendapatkan foto yg bagus, barulah mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka dan terus menerus seperti itu.
mereka sangat menikmati perjalanan mereka hari ini.
makan siang bersama, berbelanja bersama, menghabiskan waktu bersama, saling bertukar cerita, saling mulai sedikit terbuka mengenai kehidupan masing-masing meskipun tidak dengan privasi masing-masing, bercanda dan tertawa bersama.
layaknya saudara kandung, mereka tidak ingin ada yg menyakiti atau tersakiti satu sama lain. mereka akan selalu berusaha untuk saling menyayangi dan saling melindungi.
saat makan malam tiba, mereka memilih untuk makan di salah satu restoran yg memang sudah di pesan sebelumnya, namun entah mengapa, tiba-tiba Ara dan ian memilih untuk menempati meja yg lainnya, bukan meja yg sudah di pesan sebelumnya.
"sayang, kita disana aja yu.."
ajak Ara pada Ian.
"loh, kenapa sayang ? bukannya kamu tadi udah pesen 1 meja buat berempat ya.."
jawab Ian pura-pura tidak tau dan sedikit tersenyum kecil penuh arti kepada Ara.
"yg itu buat ka Jo sama Dewi.. kita yg disana aja.. soalnya aku tadi pesen nya 2 meja.."
jawab Ara tersenyum ke arah Dewi dan Jo.
"wah, parah Lo Ra,.."
timpal Dewi karena merasa ada hal yg tidak beres yg akan terjadi padanya.
sementara Jo hanya diam saja, menyaksikan hal yg terjadi dengan degupan jantung yg tak bisa dia atur karena malam ini adalah malam yg sudah di rencanakan oleh Ara, Ian dan Jo.
#*f**lashback* saat Jo dan Ian sedang menunggu Ara dan Dewi yg sedang memilih-milih barang kemarin.
"gimana, Lo mau nggak gue bantuin ?"
tanya ian pada Jo.
"gue belum yakin sama perasaan gue ke Dewi, tapi nggak tau kenapa, gue nyaman Deket dia.."
jawab Jo mencoba jujur dengan perasaannya.
"ya udah, besok kan hari terakhir kita disini, kita abisin waktu besok buat jalan-jalan seharian penuh, besok pas jam makan malam, gue sama Ara aturin tempat sama waktu buat kalian berdua, tapi tempat nya pasti sederhana, soalnya gue nggak mau kalo Dewi curiga. abis itu, terserah Lo, Lo mau kaya gimana pas waktu Lo berdua sama Dewi, Lo mau ungkapin perasaan Lo dulu atau Lo mau langsung nembak dia, terserah Lo.."
__ADS_1
ujar ian panjang lebar, sedangkan Jo hanya mendengarkan dan mencoba berpikir tentang apa yg harus dia lakukan atau ucapkan besok malam pada dewi.
pada pagi hari sebelum sarapan, Ian menceritakan semuanya pada ara, dan Ara pun senang dengan kejujuran yg Jo ungkapkan pada Ian begitu juga dengan Ara, ia menceritaka kisahnya dengan Dewi kemarin pada Ian dan mereka pun mulai menyusun rencana.
#kembali ke cerita
"ya udah nggak apa-apa, lagian gue juga udah laper banget.."
jawab Dewi polos.
Ara dan ian pun senang karena rencananya berhasil.
"ya udah, kita disana ya, lo disini aja sama ka Jo, gue mau makan malam romatis sama suami gue.."
ledek Ara pada Dewi.
"sialan Lo, ya udah sana.."
Ara dan ian pun pergi meninggalkan Jo dan Dewi yg sudah duduk di mejanya menuju meja yg lainnya.
Ara sengaja memesan 2 meja untuk makan malam ini, karena Ara dan ian ingin Jo dan Dewi bisa saling mengungkapkan perasaan mereka walau hanya sedikit saja.
"silahkan ingin pesan yg mana ?"
tanya pelayan yg sudah ada di meja Jo dan Dewi.
"kamu mau pesen apa ?"
"aku pesen ini aja.."
jawab Dewi menunjuk beberapa menu makanan dan minuman, sang pelayan pun langsung mencatat apa-apa saja yg tadi Dewi pesan.
"tuannya ingin pesan apa ?"
tanya pelayan pada Jo.
"saya samain aja.."
"baik, mohon di tunggu pesanannya.."
pelayan tersebutpun pergi.
saat ini, Jo terlihat sedang melamun karena masih bingung dengan apa yg harus dia katakan atau lakukan, ia merasa gelisah dan takut.
di satu sisi, hatinya berkata kalau dia Inging memiliki Dewi namun di sisi lain, dia juga takut kalau perasaannya tidak akan terbalas dan dia juga takut kalau perasaannya ini pelampiasan karena perasaannya pada Ara dulu tidak terbalas oleh Ara.
Dewi yg melihat Jo melamun pun merasa heran, apa yg sebenarnya sedang di pikirkan oleh Jo saat ini.
"ka Jo, kakak baik-baik aja ?"
"hah, ah iya, aku baik-baik aja ko, kenapa emang ?"
__ADS_1
tanya Jo sedikit terkejut dan balik bertanya.
"nggak kenapa-kenapa sih, cuman dari tadi aku liat-liat kakak sering ngelamun, ngelamunin apa ?"
"nggak ngelamunin apa-apa ko.."
"cerita aja kali ka.."
saat hendak bercerita, makanan yg mereka pesan pun datang.
sang pelayan menyiapkan nya dengan begitu rapi di hadapan Jo dan Dewi, setelah selasai pelayan pun pergi lagi.
"kakak mau cerita apa tadi ?"
"makan aja dulu, nanti abis makan baru aku cerita.."
mereka pun akhirnya makan.
di tempat lain, meskipun jarak meja mereka sedikit jauh, namun Ara dan ian yg juga sedang makan selalu mengawasi gerak-gerik Jo dan Dewi.
Ara merasa sedikit penasaran dan greget dengan apa yg terjadi pada Dewi dan Jo, yg Ara dan ian lihat dari tadi mereka hanya sedikit ngobrol dan makan malam berdua seperti orang lain pada umumnya.
dengan rasa penasaran yg masih membara, Ara pun mencoba untuk menetralisir perasaanya tersebut.
Ian yg melihat Ara seperti itu mencoba untuk menenangkan nya.
"udah, makan dulu sayang.."
ujar ian dengan memegang tangan Ara yg menempel di meja. mendengar perkataan dan mendapatkan perlakuan romantis dari suaminya barusan, membuat Ara bisa sedikit tenang. Ara pun tersenyum dan menuruti perintah suaminya.
mereka (Ara-ian, jo-dewi) sibuk makan dengan pemikiran masing-masing.
*
*
*
apakah malam ini Jo akan mengungkapkannya ????
*
*
*
kalau kau yakin, jangan pernah ragu..
kalau kau ragu, jangan pernah mencoba untuk berpikir..
karena jika hati dan pikiran tidak menyatu, tidak akan ada jalan yg bisa di tuju.
__ADS_1