
hari ini adalah hari Minggu, dimana hari ini merupakan hari libur bagi siapapun yg bekerja. hari dimana banyak orang akan menghabiskan waktunya baik bersama keluarga, teman atau bahkan hanya untuk menghabiskan waktu sendirian untuk tidur dan Lin sebagainya.
tak terkecuali untuk Ara dan ian. karena hari ini mereka akan menghabiskan waktu mereka dengan berjalan-jalan di taman kota.
Ara dan ian berangkat pagi-pagi dengan menggunakan mobil. sesampainya di taman kota, Ara dan Ian mulai menyusuri jalanan yg di penuhi banyak orang yg berlalu lalang, entah untuk berjalan-jalan, joging dan lain sebagainya, bahkan ada juga yg sengaja membawa bekal makanan dan bersantai di sebuah lahan kecil beralaskan tikar yg memang sengaja di sediakan untuk orang-orang yg ingin sekedar bertamasya bersama keluarga di taman kota, asalkan mematuhi peraturan yg ada.
Ara dan ian pun memilih untuk menyusuri jalanan sembari mencari bangku yg kosong untuk bisa mereka duduki sambil bersantai.
setelah sekian lama mereka berjalan, akhirnya mereka pun menemukan satu bangku kosong yg ada di bawah pohon, dengan segera Ara dan ian pun menduduki bangku tersebut dan menata sarapan yg mereka bawa di sebuah meja yg ada di depan mereka.
Ara dan ian menikmati waktu berdua mereka dengan sarapan mereka dan menikmati pemandangan taman kota yg masih sejuk di pagi hari.
saat mereka sedang sarapan, tak sengaja Ara melihat dua sosok yg sangat Ara kenali.
"dewiii.."
panggil Ara sedikit berteriak.
Dewi yg merasa ada seseorang yg memanggilnya pun akhirnya mencari dimana sumber suara tersebut, Jo pun membantu Dewi mencari sosok tersebut. saat matanya berkeliling mencari sosok tersebut, Dewi melihat ada seseorang yg melambaikan tangannya.
"araaaa.."
jawab Dewi sambil melambaikan tangannya juga. akhirnya Dewi dan Jo pun berjalan menuju tempat Ara.
"tau kesini, tadi barengan aja.."
tambah Dewi kemudian duduk di bangku kosong yg ada di depan Ara dan ian di ikuti oleh Jo.
"waah, ada makanan tuh.."
ujar Jo sambil mengambil salah satu makanan yg ada di hadapannya.
"makan aja ka, masih ada ko.."
ujar Ara menyodorkan beberapa makanan lainnya. Jo pun memakan makanan yg ada.
"kalian kesini dari jam berapa ?"
tanya Ara pada Dewi.
"dari pagi banget sih, gue sama ka Jo udah janjian mau joging.."
jawab Dewi sambil mengunyah makanan.
"kapan nikah ?"
tanya ian to the poin, membuat Jo yg sedang minum, sedikit tersedak, Dewi pun memberikan satu botol minuman yg ada di depannya.
"secepatnya.."
jawab Jo setelah merasa baikkan.
__ADS_1
Dewi dan Ara yg mendengar jawaban yg keluar begitu saja dari mulut Jo pun hanya bisa menatap Jo dengan ekspresi terkejut mereka masing-masing.
"baguslah, lebih cepat, lebih baik.."
jawab ian.
mereka berempat pun akhirnya menghabiskan waktu hari Minggu mereka bersama-sama di taman kota dengan banyak cerita dari masing-masing mereka sampai waktu hendak menuju siang hari dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Ara dan ian pulang ke rumahnya, kemudian rehat sejenak karena cuaca siang hari ini sangat panas, Ara pun ingat kalau dia masih punya eskrim yg dia beli semalam, dengan segera Ara pun pergi ke dapur meninggalkan ian yg sedang merilekskan badannya di sofa.
tak lama kemudian Ara pun kembali ke ruang tengah dengan tangan yg penuh dengan mangkuk eskrim.
Ian yg melihat tingkah aneh Ara pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena kelakuannya.
Ara pun duduk dan menyimpan semua mangkuk eskrim yg di bawanya di meja.
saat melihat eskrim coklat, Ian pun merasa tergiur dan hendak mengambilnya.
"jangan yg ini, kamu ngambil aja di kulkas.."
ujar Ara sambil memukul pelan tangan Ian yg hendak membawa mangkuk eskrim coklat yg ada di meja.
"ini ajalah sayang, males ngambil aku.."
"nggak boleh, kalo mau, ngambil sana.."
jawab Ara sambil menutupi semua mangkuk eskrim sebisa yg bisa Ara tutup dengan tangannya.
teriak Ian kemudian pergi ke dapur untuk mengambil camilan dan eskrim coklat yg dia mau tadi. sedangkan yg di teriaki hanya diam saja, tidak menjawab sedikitpun seolah tidak ada yg berteriak padanya.
Ian pun kembali ke ruang tengah dengan camilan pedas yg ia beli semalam dengan satu mangkuk eskrim coklat di tangan yg lainnya.
Ian pun duduk bersama Ara dan menikmati acara televisi dengan camilan dan eskrim yg ada.
setelah semuanya habis, barulah Ara dan ian ke kamar mereka untuk beristirahat, sebelum mereka menyiapkan makanan untuk makan siang nanti.
tak berbeda jauh dengan Ara dan ian, Dewi dan Jo pun menghabiskan waktu siang mereka dengan bersantai di teras depan rumah Dewi dengan minuman dingin dan cemilan kecil yg menemani obrolan mereka.
cuaca di luar memang panas tapi tidak terasa terlalu panas karena banyaknya pepohonan yg ada di halaman rumah Dewi.
"kamu mau pulang sekarang ?"
"iya, udah siang juga, mana aku belum bersih-bersih lagi.."
jawab Jo sambil mencium bau di baju nya.
"emang nya kamu suka bersih-bersih ya ?"
canda Dewi.
"kamu tuh ya, ya kali aku nggak suka bersih-bersih.."
__ADS_1
jawab Jo sambil mengacak-acak rambut Dewi.
"kamu tuh ya, kebiasaan banget, sukanya ngacak-ngacak rambut aku.."
"abisnya kamu kalo ngomong tuh gemesin.."
jawab Jo mencubit pipi kiri Dewi.
"sakiiiit, sana pulang gih, kamu disini aku jadi berasa di kdrt tau.."
"wah, belum juga nikah udah berasa di kdrt, tapi tenang aja, aku nggak akan pernah kdrt ko kalo kita udah nikah nanti.."
"apaan sih ka.. udah sana pulang.. nanti aku pamitin ke mamah.."
"kamu ngusir aku ? ya udah, aku pulang.."
"ya udah sana.."
sekali lagi, bukannya merasa kesal Jo malah merasa gemas pada Dewi dan satu kali lagi, Jo mencubit kedua pipi Dewi dengan gemas dan setelah itu jo pun pulang dengan mengendari mobilnya.
Dewi pun masuk kedalam rumah dengan membawa minuman dan camilan yg tadi.
"Jo udah pulang ?"
"udah, barusan aja, aku usir.."
"kamu tuh ya, kebiasaan.."
ujar ibunya Dewi yg sedang menonton siaran televisi kesukaannya, sedangkan Dewi terus saja melangkahkan kakinya menuju dapur.
setelah selesai dari dapur, Dewi pun naik ke kamarnya kemudian bersih-bersih, karena sudah merasa lengket oleh keringat yg ada di tubuhnya.
setelah selasai bersih-bersih, Dewi memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum sholat Dzuhur dan juga makan siang.
*
*
*
*
*
*
*
jangan sia-siakan waktu mu jika kedua orangtua mu masih sehat.. banyak orang yg menyesali perbuatannya setelah orangtuanya tiada ada karena mereka tidak bisa berbakti pada orangtuanya saat mereka masih ada..
sekesal apapun dirimu saat orangtua mu selalu menyuruh mu ini dan itu, nikmatilah, karena jika mereka sudah tiada, barulah terasa betapa bergantungnya hidup kita pada kedua orangtua kita.
__ADS_1