
Di hari yg sama, di kantor yg berbeda....
terlihat sepasang kekasih sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
dari pagi sampai siang hari hanya file dan dokumen yg menemani mereka. terkadang mereka bicara, namun hanya sebatas masalah pekerjaan.
tidak seperti hari-hari sebelumnya, Dewi selalu membawa bekal makan untuk makan siang, namun kali ini dewi tidak membawa bekalnya.
merasa tidak enak dengan Jo, saat sudah waktunya jam makan siang, Dewi pun memberanikan diri untuk bertanya di luar masalah pekerjaan.
"hari ini aku tidak membawa bekal, kamu mau aku pesan atau kamu akan keluar makan siang ?"
tanya Dewi pada Jo yg masih fokus pada laptop nya.
"kita makan siang di luar saja.."
jawab Jo masih fokus pada pekerjaannya.
"kita akan makan siang atau kamu akan memakan laptop mu dan aku masih kelaparan ?"
tanya Dewi sinis karena Jo masih saja memandangi laptop nya.
saat mendengar perkataan Dewi, Jo pun langsung menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah Dewi kemudian tersenyum.
"maafkan aku,.... ayo kita berangkat.."
ujar Jo kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah menuju Dewi kemudian memegang tangan Dewi dan berjalan bersama hendak keluar ruangan mereka.
Dewi merasa malu jika Jo harus terus menerus memegang tangan nya di hadapan karyawan yg lainnya.
sekuat tenaga Dewi ingin melepaskan genggaman tangan Jo di tangannya dan itu berhasil, kini tangan Dewi sudah lepas dari genggaman tangan Jo. langkah Jo pun terhenti saat sudah di depan pintu hendak keluar ruangan, kemudian Jo melihat ke arah Dewi.
Dewi seakan sudah mengerti dengan tatapan Jo padanya.
"aku malu..."
ujar Dewi sedikit berbisik.
"kenapa malu ? Kitakan sudah tunangan dan sebentar lagi kita akan menikah.."
"iyaa, tapi aku masih malu, aku masih belum siap jika semua karyawan di kantor ini tau kalau kita punya hubungan. nanti saja saat kita sudah sah, baru kamu bebas memegang tangan ku kapanpun kamu mau.."
ujar Dewi sambil tersenyum.
"kau iniiiiii.."
ujar Jo sambil mencubit pipi Dewi.
"ayolaaah, jam makan siang keburu habis.."
__ADS_1
"nggak jadi masalah, aku bos nya disini.."
ujar Jo pura-pura membanggakan dirinya di hadapan dewi. Jo tau, kalau Dewi akan kesal jika Jo selalu menyombongkan segala miliknya di hadapan orang lain dan benar saja, wajah Dewi yg tadi nya tersenyum sekarang berubah menjadi kesal.
Jo yg melihat perubahan ekspresi wajah Dewi pun tertawa keras.
"kamu lucu.."
ujar Jo masih tertawa.
"apanya yg lucu ?"
jawab Dewi dengan wajah juteknya.
"aku cuma becanda sayaaaaang.. ya udah, ayo kita makan.."
mereka pun akhirnya pergi keluar kantor mencari tempat makan terdekat.
sesampainya di tempat makan, Jo dan Dewi duduk di salah satu meja yg masih kosong dan memesan makanan mereka.
saat sedang menunggu makanan siap, mereka berdua sedikit membicarakan sesuatu yg serius.
"kamu mau undang berapa teman ?"
tanya Jo.
"nggak tau, belum kepikiran.. kamu ?"
"lusa, aku mau ke rumah kamu, sama mamah aku.. aku mau nentuin tanggal pernikahan kita.."
ujar Jo serius.
"lusa ??"
jawab Dewi seakan tak percaya. Jo pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
makanan yg di pesan sudah datang dan mereka pun mulai makan.
Jo dan Dewi makan dengan perasaan dan pemikiran mereka masing-masing.
setelah selesai makan, mereka pun langsung kembali ke kantor untuk kembali bekerja.
saat sore hari, jam pulang kantor, semua karyawan pulang sesuai jadwal keluar kantor, begitu juga Dewi dan Jo, mereka keluar kantor dan pulang bersama dengan karyawan yg lainnya.
Jo dan Dewi berpisah di parkiran kantor.
Dewi pulang mengendarai mobilnya sendiri, sedangkan Jo pulang dengan supirnya.
di dalam mobilnya Dewi selalu tersenyum saat mengingat perkataan Jo saat makan siang tadi.
__ADS_1
"apa iya, dalam waktu dekat Jo akan datang ke rumah dan menentukan tanggal pernikahan ? berarti bentar lagi aku akan menikah dong.."
gumam Dewi di dalam mobil sambil berteriak pelan.
belakangan ini, Jo selalu di sibuk dengan pekerjaan nya, selain itu Jo juga sedang sibuk dengan niatnya yg ingin menikahi Dewi dalam waktu dekat, dia menyiapkan segalanya di bantu oleh sang kepala pelayan kepercayaan nya.
banyak yg Jo siapkan, namun tidak hanya Jo, ibunya Jo juga sibuk menyiapkan beberapa hantaran yg akan dibawa nya nanti, meskipun tak tau kapan tepatnya, namun mereka sengaja menyiapkan nya jauh-jauh hari.
keluarga Jo memang keluarga yg sangat-sangat terpandang di negaranya, namun keluarga Jo tidak pernah membeda-bedakan kasta antar sesama manusia.
sebelum menikah, Jo berniat untuk mengungkapkan jati dirinya yg sebenarnya pada Dewi tapi Jo masih belum siap, Jo berpikiran bahwa Dewi akan menjauhinya dan membatalkan niat mereka untuk menikah karena Dewi tau status keluarga Jo yg sebenarnya dan Dewi akan minder jika harus bersanding dengan Jo dan Jo tidak mau itu terjadi.
Jo berpikiran mungkin sebaiknya Jo memberitahukan Dewi semuanya sat mereka sudah sah menjadi suami istri nanti.
saat sampai di rumah, Dewi langsung ke dalam rumahnya dan mencari ibunya, Dewi yakin ibunya pasti sedang berada di dapur dan benar saja, ibu nya Dewi saat ini sedang memasak untuk makan malam mereka.
"maaaah..."
teriak Dewi pada ibunya.
"ada apa sayang ? ko teriak-teriak.."
"Jo bilang dua hari lagi mau Dateng ke rumah sama mamih ya buat nentuin tanggal pernikahan.."
ujar Dewi panjang lebar dengan antusiasnya.
"ya terus ?"
"mamah ko biasa aja ? mamah udah tau ya ?"
"ya gitu deh.."
"mamah ko nggak bilang sih ke Dewi.."
"buat apa mamah bilang, kamu kan juga udah tau.."
ibu dan anak ini pun terus melanjutkan obrolan mereka di dapur sambil masak bersama.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
jika kau lelah dengan hidup karena keadaan, cobalah lihat orang-orang yg ada di bawah mu, orang-orang yg sedikit lebih tidak beruntung daripada dirimu, jadikan itu motifasi hidup mu untuk hidup lebih bersemangat agar bisa membantu sesama.