
setibanya di tempat yg mereka tuju, Ara dan Dewi pun langsung memilih-milih barang-barang yg akan mereka bawa sebagai buah tangan liburan mereka untuk keluarga dan kerabat dekat mereka.
sedangkan Jo dan Ian memilih untuk menunggu sambil ngopi di teras jalanan depan toko yg banyak menyediakan tempat duduk.
Ian yg penasaran dengan perasaan Jo terhadap Dewi pun akhirnya memberanikan diri untuk menanyakannya secara langsung.
"Lo suka ya sama Dewi.."
Jo yg sedang meminum minumannya pun akhirnya tersedak karena mendengar perkataan ian barusan.
"ngomong apaan sih Lo yan.."
jawab Jo gugup.
"yaaa gue sih sebagai pria yg normal dan udah laku ngerasa kalo Lo suka sama Dewi, gue bener nggak..??"
Jo tidak menjawab namun raut wajah nya yg sedikit canggung dan malu-malu seakan mengatakan kalau perkataan ian benar adanya.
"nggak usah malu-malu gitu, geli gue liat Lo kaya gitu.. mau gue bantuin nggak ?"
Jo pun dengan antusiasnya langsung memandang ke arah ian.
"woooy, biasa aja dong liatnya, nafsu banget Lo liat gue.."
"serius Lo mau bantuin gue ?"
"jadi gue benerkan, kalo Lo emang suka sama Dewi.."
"gue juga nggak tau, gue belum terlalu yakin sama perasaan gue kalo gue suka Dewi.."
jawab Jo mencoba untuk jujur dengan perasaan nya saat ini. mereka pun melanjutkan perbincangan mereka, entah apa saja yg mereka bicarakan hanya ian, Jo dan Tuhanlah yg tau.
di tempat lain Ara dan Dewi yg sedang memilih-milih barang pun sedang membicarakan hal yg sama.
"Lo suka ya sama ka Jo.."
Dewi yg sedang anteng memilih bareng langsung menoleh ke arah sahabatnya itu.
"maksud Lo ? kenapa Lo bilang kaya gitu ?"
tanya Dewi mencoba menutupi kegugupannya.
"yaa gue ngerasa Lo ada rasa sama ka Jo, begitupun dengan ka Jo ke Lo.."
"maksudnya ka Jo ke gue ?"
"Lo nggak ngerasa emang kalo perhatian ka Jo selama ini tuh beda.."
mendengar ucapan Ara barusan, Dewi mencoba mengingat kembali semua hal yg dilakukannya bersama Jo kemudian tanpa sadar Dewi tersenyum.
Ara yg melihat sahabatnya tersenyum sambil melamun merasa aneh.
"tuh kan bener, Lo emang udah mulai suka sama ka Jo.."
"gue nggak tau.."
jawab Dewi sambil terus memilih barang-barang yg ada di depannya.
"kalo Lo mau cerita tentang apapun itu, Lo cerita aja sama gue, kita kan sahabat.."
__ADS_1
ujar Ara tersenyum pada Dewi.
Dewi pun membalas senyuman Ara. mereka berdua pun meneruskan kegiatan mereka.
setelah selesai, semua barang belanjaan yg telah mereka beli, mereka masukan ke dalam bagasi mobil.
tidak cukup dengan barang yg mereka beli di satu toko, mereka pun memilih untuk memilih-milih dan melihat-lihat barang di tempat yg lainnya.
hingga akhirnya jam makan siang pun tiba, mereka memutuskan untuk makan di salah satu restoran yg ada di sekitar tempat belanja mereka saat ini.
Ara dan ian duduk di satu bangku yg sama dengan Jo dan Dewi yg duduk di hadapan mereka.
entah kenapa setelah perbincangan masing-masing dari mereka tadi, suasana dan kedekatan antara Dewi dan Jo seolah terasa canggung.
sambil menunggu makanan yg mereka pesan, tidak ada yg bersuara satu pun.
Ara dan ian yg melihat keduanya hanya diam saja tidak seperti biasanya pun mencoba untuk mengembalikan suasana seperti sebelumnya.
"abis ini kita mau kemana lagi ?"
tanya Ara pada semuanya.
"terserah sih.."
jawab Dewi mencoba biasa saja.
"ka Jo, ka Jo kan seenggak nya tau tempat ini, ada rekomendasi tempat yg bagus nggak ?"
Jo pun mulai mencoba mengingat kembali dimana tempat yg bagus di sekitar sini.
"kayanya gue tau kita harus kemana setelah ini.."
"kemana ka ?"
"kalian pasti suka, sekarang kita makan dulu aja.."
makanan yg mereka pesan pun akhirnya sudah tersaji di meja. mereka makan dengan sedikit berbincang.
setelah selesai makan, mereka pun memasuki mobil dan mulai berangkat ke tempat yg dikatakan Jo tadi.
perjalanan yg cukup lama mereka habiskan di sepanjang jalan. sesampainya di tempat tujuan, Ara dan Dewi terpana dengan pemandangan yg di suguhkan.
Jo mengajak para sahabat nya itu ke sun island.
tepat pukul 3 mereka tiba di sun island, sehingga mereka masih bisa menikmati untuk bermain air di bibir pantai hingga pada sore hari mereka bisa menikmati sunset.
mereka banyak menghabiskan waktu bersama dengan bermain air, tertawa bersama juga banyak mengambil foto bersama, bahkan Ara meminta agar Dewi dan Jo bisa berfoto berdua dengan dalih sebagai kenangan-kenangan untuk mereka.
Jo dan Dewi pun dengan malu-malu menuruti keinginan Ara untuk berfoto berdua.
"lebih deket dong ka.."
pinta Ara pada Jo, Jo pun menggeser badannya agar lebih dekat dengan Dewi.
"rangkul dooong.."
teriak Ian sebagai pengarah pose sekaligus fotografer.
Jo dan Dewi pun saling pandang.
__ADS_1
tanpa mereka tau, Ian mengambil gambar mereka yg sedang saling bertatapan.
"maaf ya dew.."
ujar Jo meminta persetujuan pada Dewi untuk merangkulnya.
"nggak apa-apa ko ka, biar cepet beres juga.."
jawab Dewi, mereka pun saling tersenyum.
saat mereka saling tersenyum, lagi-lagi Ian mengambil gambar mereka.
"udah siap belom.."
tanya ian sambil teriak. Jo pun mengacungkan jempolnya.
Jo merangkul pundak Dewi, Dewi melingkarkan tangannya di pinggang Jo. merekapun tersenyum, terlihat sangat bahagia.
foto yg di hasilkan pun memperlihatkan bagaimana kebahagian mereka saat ini.
kebersamaan yg terjalin dan rasa kekeluargaan diantara mereka saling mereka rasakan saat ini.
"kebahagian ini, semoga tidak hanya untuk saat ini, tapi untuk selamanya.."
gumam Ara dalam hati.
saat hari sudah sore menjelang malam, mereka memutuskan untuk pulang kembali ke villa.
di dalam perjalan, Ian memilih untuk menemani Jo yg sedang menyetir di kursi depan, sedangkan Ara dan Dewi duduk di kursi belakang.
mungkin karena merasa lelah dengan kegiatan mereka hari ini, tanpa sadar, Ara dan Dewi tertidur di dalam mobil.
Jo dan Ian yg melihat pun hanya tersenyum melihat para wanita sedang tertidur.
Jo dan ian pun menghabiskan perjalanan mereka dengan banyaknya cerita di antara Jo dan Ian, mulai dari bisnis dan kedepannya.
namun masing-masing dari mereka tidak mau menanyakan masa lalu, jika mereka memang ingin membicarakannya, mereka dengan senang hati akan mendengarkan, karena bagi mereka masa lalu merupakan sebuah privasi.
mereka pun tiba di villa, melihat para wanita sudah sangat nyenyak dengan tidurnya, mau tidak mau para lelaki harus menggendong masing-masing wanita tersebut. sudah pasti Ian akan menggendong istrinya (Ara), namun berbeda dengan Jo. Jo merasa canggung jika harus menggendong Dewi ke kamarnya tapi Jo juga tidak tega jika harus membangunkan dewi.
akhirnya Jo pun mengalah dengan perasaannya dan mulai menggendong Dewi, membawanya ke kamar ya.
setelah selesai menidurkan Dewi di kamarnya, Jo langsung keluar dan berjalan menuju kamarnya.
mereka pun beristirahat di kamar masing-masing.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
(terimakasih untuk kalian yg selalu setia dengan karya ku ini.. semoga karya ku bisa lebih baik lagi.. don't forget to vote, like and leave a good comments.. thank you..)