Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#19 hhmm


__ADS_3

akhirnya waktu yg di tunggu-tunggu pun tiba, tepat sebelum pukul 16.00 para tamu mulai berdatangan, mulai dari teman sekolah, teman para orangtua, kolega dan sebagainya.


di temani oleh para orangtua, semua orang yg telah hadir sangat menikmati acara yg ada seraya menunggu kehadiran pasangan pengantin baru.


makanan, dekorasi, musik tata letak dan lain sebagainya sangatlah teratur, tertata dengan sangat baik.


setelah menunggu sedikit lama, akhirnya pasangan pengantin baru pun hadir di acara tersebut.


muncul dari balik pintu yg sangat besar dan elegan, memakai pakaian yg sangat indah membuat semua mata tertuju pada pasangan ini.


Bagaimana tidak terpesona, Ara yg sungguh sangat cantik dengan makeupnya terlihat lebih sempurna dengan gaun yg di kenakan nya, gaun yg bertaburkan banyak kristal membuat mata semua orang terpukau saat melihatnya, dengan gaya rambut yg hanya di sanggulkan sedikit dan memakai Tiara yg sangat indah membuat Ara terlihat bak seorang putri di negeri dongeng.


dan Ian yg menggunakan setelan jas yg senada dengan warna pakaian Ara pun terlihat elegan, berwibawa dan pastinya sangat tampan.


Ara yg melingkarkan tangan kanannya di tangan kiri ian, melangkah bersama, melewati banyak pandang mata dengan senyum yg selalu menghiasi bibir mereka berdua, membuat semua orang merasakan seolah ingin menjadi seperti mereka saat ini.


sesampainya di pelaminan, satu persatu dari tamu undangan pun mulai memberikan selamat kepada kedua mempelai.


saat Ara melihat sekeliling gedung, mencari sosok yg ia cari selama ini, pandangan nya tertuju pada pintu masuk yg baru saja terbuka.


betapa senangnya Ara saat melihat orang tersebut masuk, namun betapa terkejut nya Ara saat melihat orang yg ada di belakang orang tersebut.


"kenapa mereka bisa datang bersama ?"


gumam Ara dalam hati, mempertanyakan keadaan yg dia lihat saat ini.


*d : "aaah, kau sangat cantik..."


a : "kamu juga cantik dewiiii*.."


jawab Ara, sebenarnya Ara senang karena sahabatnya itu menepati janjinya yg akan datang pada pesta pernikahan nya, namun Ara juga heran kenapa bisa Dewi datang dengan ka Jo..


a : "ko lo bisa Dateng bareng ka Jo ?"


tanya Ara sedikit berbisik.


d : "nanti gue ceritain.."


jawab Dewi tersenyum.


a : "awas aja lo kalo nggak cerita.."


ancam Ara pada sahabatnya itu.


*j : "selamat ya Ra, aku ikut bahagia, maaf waktu akad aku tidak datang.."


a : "tidak apa ka Jo, aku mengerti, mungkin ka Jo sibuk, terimakasih sudah mau datang.."


j : "ya kali aku tidak datang di acara resepsi mu*.."


jawab Jo gemas mencubit pipi Ara.


j : "*selamat ya bro.."


i : "thanks bro, kapan nyusul.."


j : "jangankan nyusul, pasangan aja belum ada.."


i : "nah itu*.."


lirik Ian pada Dewi yg sedang berbincang kembali dengan Ara.


*j : "apaan sih bro.."


i : "alah, udah, sikat aja kali Jo.."


j : "berisik Lo*.."


Jo pun melirik pada Dewi untuk sesaat dan mulai berbincang lagi dengan Ian.


flash back...


setelah pulang dari rumah Ara, dewi pun buru-buru pulang ke rumah nya, sesuai perkataannya tadi pada Ara, Dewi harus menyelesaikan pekerjaan nya yg belum selesai.


waktu menunjukan pukul 12 lebih, tepat setelah Dewi selesai beribadah, ponsel nya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


terlihat nama "ka_jo" di layar ponselnya.


*d : "ya ka Jo, ada apa ?"


j : "kamu lagi ngapain* ?"


tanya Jo sedikit basa basi..


*d : "aku baru aja beres sholat, kenapa ?"


j : "kamu mau aku jemput jam berapa ?"

__ADS_1


d : "jemput ? emang nya mau kemana* ?"


tanya Dewi pada Jo, karena Dewi memang tidak ingat kalau ia sudah janji akan berangkat ke pesta pernikahan Ara dan ian.


*j : "loh kamu ini gimana sih, kita kan mau ke resepsinya Ara sama Ian.."


d : "ya ampun ka, hampir aja aku lupa, makasih kakak udah ngingetin.."


j : "kenapa kamu bisa lupa ?"


d : "ya soal nya aku lagi ngerjain pekerjaan kantor yg belum beres ka, aku juga buru-buru mau nyelesein ini biar bisa Dateng ke acara Ara*.."


j : "emg nya pekerjaan kantor sebanyak itu ?"


tanya Jo merasa sedikit bersalah karena pekerjaan yg menumpuk.


d : "ya masih lumayan sih ka.."


*j : "ya udh, sekarang kamu kirimin alamat rumah kamu, biar nanti aku langsung jemput kamu.."


d : "iya ka..sekarang* juga aku kirim.."


sesaat kemudian..


d : "udah ka.."


j : "ya udah, aku siap-siap dulu, kamu lanjutin aja dulu, nanti aku jemput kamu.."


tanpa Dewi ketahui Jo yg sudah mengetahui dimana alamat rumah Dewi pun langsung membawa pakaian dan segala perlengkapan yg akan dia pakai nanti ke acara resepsi Ara dan ian di mobil nya kemudian langsung menancap gas berangkat ke rumah Dewi.


Dewi yg sedang menyelesaikan pekerjaan nya pun kaget saat mendengar suara bel, dengan buru-buru Dewi bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah ke pintu.


"siapa coba yg Dateng, ganggu aja.."


gumam Dewi dalam hati..


saat pintu rumahnya di buka, betapa kaget nya Dewi melihat Jonathan lah yg datang bertamu ke rumah nya, dengan cepat Dewi kembali masuk ke dalam rumah dan melihat jam dinding kemudian kembali ke luar menemui Jonathan.


d : "loh, kenapa ka Jo Dateng jam segini ? ini baru juga jam 1, acara nya kan masih lama.."


*j : "aku sengaja Dateng kesini, supaya bisa bantuin kamu ngeberesin dulu tugas kantor.."


d : "eeeh*.."


jawab Ara karena merasa heran dengan jawaban Jo.


*d : "nggak kenapa-kenapa sih ka, tapi nggak apa-apa ko ka nggak di bantuin juga, sedikit lagi juga selesai.."


j : "udah nggak apa-apa, itu juga tugas kantor aku kan.."


d : "eh, iya sih, tapi beneran ka, nggak apa-apa ko*.."


sesaat mereka sedang sedikit berdebat, tiba-tiba..


mamah : "diajak masuk dong tamu nya wi.."


ujar mamah Dewi dari arah dalam, hendak akan mendekati putrinya.


d : "ah iya, Dewi lupa, masuk ka.."


j : "di ingetin aja, baru deh kamu nyuruh aku masuk, kenapa nggak dari tadi sih.."


ujar Jo mencoba untuk lebih akrab dengan Dewi.


Dewi yg merasa aneh pun hanya bisa memandang ke arah Jo dengan tatapan yg susah di jelaskan oleh Jo.


d : "ya udah, silahkan masuk ka.."


akhirnya dewi pun mempersilahkan Jo untuk masuk. setelah Jo masuk Jo pun duduk di salah satu kursi di ruang tengah. terlihat di atas meja banyak sekali berkas dan laptop yg masih menyala dengan banyak cemilan dan minuman.


"masa iya pekerjaan yg gue kasih sebanyak ini ?"


gumam Jo dalam hati saat melihat banyaknya file yg berantakan di atas meja.


d : "ini ka minumannya, maaf mejanya berantakan.."


ujar Dewi saat menyimpan gelas berisi minuman dan beberapa cemilan di dalam toples untuk Jo dan membereskan beberapa kertas yg berantakan.


*j : "nggak apa-apa nyantai aja, oh ya maaf kalo aku ngasih kamu kerjaan banyak banget.."


d : "nggak apa-apa ko ka, kan emang kerjaan.."


j : "ya udah, sini aku bantuin*.."


Jo mulai mengambil satu persatu file tersebut dan mulai mempelajari dan merevisinya sendiri.


*d : "itu kan kerjaan aku ka.."

__ADS_1


j : "udah nggak apa-apa, ayo cepetan kerjain, kita cuman punya waktu sedikit*.."


akhirnya Jo dan Dewi pun mengerjakan pekerjaan mereka.


beruntung, karena pekerjaan nya di kerjakan oleh 2 orang, sehingga membuat waktu yg singkat terasa cukup untuk menyelesaikannya hingga selesai.


waktu menunjukkan pukul 15.00


d : "akhirnyaaaa, selesai juga.. makasih ya ka, kalo nggak ada kakak mungkin bisa selesainya nanti sore atau bahkan mungkin besok.."


ujar Dewi pada Jo sambil tersenyum.


*j : "iya sama-sama.. ya udah, kamu siap-siap dulu sana, biar kita nggak telat Datengnya.."


d : "ah iya, kakak benar, ya udah, kalo gitu aku siap-siap dulu ya ka*.."


saat Dewi akan beranjak meninggalkan Jo, Dewi baru ingat kalau sebentar lagi waktu sholat ashar, Dewi pun membalikkan badannya menghadap Jo.


d : "oh ya, kalau ka Jo mau sholat sama siap-siap juga, ka Jo ke kamar tamu aja ya, kamar nya ada di sana.."


tunjuk Dewi pada salah satu pintu di ruangan tersebut.


j : "iya.."


jawab Jo sambil mengangguk.


Dewi pun kembali berbalik dan berjalan menuju kamar nya di lantai 2.


Jo yang telah selesai dengan segala persiapannya, jo kembali duduk di kursi yg tadi di tempati nya.


saat Dewi telah selesai dengan segala sesuatu dan segala persiapannya pun mulai membuka pintu kamar nya dan hendak akan turun tangga.


sesaat langkah kakinya menuruni ank tangga, suara langkah khas perempuan memakai sepatu hak pun terdengar di seisi ruangan, dengan gerakan cepat, Jo pun melihat ke sumber suara.


betapa terkejut nya Jo melihat penampilan yg berbeda dari Dewi.


Dewi yg saat ini ada di hadapannya terlihat sangat amat cantik mempesona. gaun yg di pakainya terlihat elegan, riasan wajah nya yg natural dan rambut yg di ikat membuat nya terlihat sangat anggun.


tanpa sadar Dewi telah berada di depan Jonathan. Jo pun tersadar saat Dewi mulai melambaikan tangannya di depan wajah Jo dan memanggil-manggil nama nya.


*d : "ka Jo, ka Jo ??"


j : "ah iya, kenapa ?"


d : "ka Jo kenapa ?"


j : "tidak, tidak apa-apa.."


d : "ayo berangkat.."


j : "tunggu dulu, ibu kamu mana ? aku ingin berpamitan dulu*.."


Dewi pun pergi menemui ibunya..


tak lama, Dewi kembali ke tempat Jo bersama ibunya.


mamah : "mau pada berangkat sekarang ?"


j : "iya Tante, takutnya nanti disana kita bakalan agak lama.."


mamah : "panggil aja mamah atau ibu jangan Tante.."


Dewi yg mendengar candaan ibunya pun mulai salah tingkah dan sedikit mencubit tangan ibunya.


dan Jonathan yg merasa terkejut pun hanya bisa terkejut.


j : "eh ??"


*mamah : "ya udah, sana pada berangkat.."


d : "ya udah, kita berangkat dulu ya mah.."


mamah : "hati-hati di jalan*.."


Dewi dan Jo pun berangkat ke acara resepsi Ara dan ian.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2