Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#55 so sweet


__ADS_3

sore hari saat Ian sudah pulang dari kantornya, Ian mencari Ara ke dalam kamar mereka namun yg di cari tidak ada di dalam kamar ataupun di dalam kamar mandi kamar mereka, Ian pun yakin pasti Ara ada di dapur dan benar saja, saat Ian sedang berjalan menuju arah dapur, Ian sudah mencium aroma masakan yg sangat enak.


Ian pun mendekati ara.


"lagi masak apa ?"


"aku kira siapa, ngagetin aja, aku lagi masak cah kangkung, tempe sama tahu goreng, sambel sama ayam goreng.."


"wah, makan enak.."


"iya makanannya pasti enak, tapi bau badan kamu nggak enak, mandi dulu sana.."


ujar Ara sambil menutup hidung nya, pura-pura mencium bau yg tidak sedap dari Ian.


dengan refleks Ian pun mencium bau di bajunya.


"mana ada bau, masih wangi ini.."


"ya udah sana mandi dulu.. sambil aku nyiapin ini semua.."


Ian pun menuruti perkataan Ara agar dirinya bersih-bersih terlebih dahulu.


sementara in bersih-bersih, Ara menyelesaikan masakannya. tepat adzan magrib semua masakan Ara selesai di masak di sajikan di meja makan. Ara dan ian pun memutuskan untuk sholat berjamaah dan tadarus terlebih dahulu. setelah sholat dan tadarus selesai barulah mereka makan malam bersama.


"tadi aku sudah menyuruh sekretaris ku untuk merubah penampilan dan kepribadian nya.."


ujar ian di tengah-tengah acara makan malam nya.


"oh ya, lalu bagaimana ? apakah dia marah ?"


"tidak, dia bilang akan mencoba untuk memperbaiki nya.."


"baguslah, terimakasih sayang.."


ujar Ara tersenyum senang.


"sama-sama, apa pun demi istri ku.."


jawab Ian kemudian mengelus sebentar rambut Ara. mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan di selingi cerita mereka masing-masing hari ini.


setelah makan malam selesai, Ara dan ian memiliki kebiasaan untuk mencuci piring bersama. setelah selesai mencuci piring dan membereskannya, mereka pun duduk di sofa panjang yg ada di ruang tengah sambil nonton tv.


setelah beberapa mereka menonton tv, tiba-tiba Ara menginginkan sesuatu yg manis-manis. Ara pun mengajak Ian untuk berjalan-jalan ke luar komplek untuk mencari jajanan, Ian pun tidak menolak karena memang belum terlalu malam juga.


mereka berdua memutuskan untuk menaiki sepeda sekalian Ian olahraga.


sesampainya di luar komplek perumahan, banyak sekali pedagang yg sedang berjualan, kebetulan malam ini adalah malam Minggu, jadi jalanan sangat ramai dengan para pedagang dan pembeli yg berlalu lalang.


Ara dan ian menitipkan sepedanya di pos satpam kemudian terpisah untuk berbelanja jajanan yg mereka inginkan dan memutuskan bertemu di pos satpam kembali.

__ADS_1


Ara melihat sebuah gerobak dengan penuh makanan tradisional yg manis-manis, Ara pun mendekati gerobak tersebut dan membeli beberapa makanan dan minuman yg di jual oleh sang pedagang.


setelah selesai membeli apa yg di inginkan nya, Ara hendak kembali ke pos, namun terlanjur melihat Ian sedang berada di pedagang jajanan makanan pedas.


"kamu beli yg pedas ?"


"iya, abisnya kaya enak, ya udah aku beli aja.."


ujar ian.


"ya udah, ayo pulang.."


tambah Ian kemudian menggandeng tangan Ara.


"bentar, aku pengen beli es krim dulu di supermarket itu.."


tunjuk Ara pada sebuah supermarket yg tidak jauh dari tempat Ara dan ian saat ini.


Ian pun hanya menggunakan kepalanya, Ara pun langsung pergi setelah mendapat ijin dari Ian namun sesaat sebelum pergi, Ara menitipkan semua jajanan nya pada Ian.


"katanya cuman mau beli es krim aja, kenapa jadi satu plastik penuh gitu ?"


"abisnya kaya enak-enak, ya udah aku beli aja.."


"jadi satu plastik itu isinya es krim semua ?"


"ada makanan, coklat dan lain-lain juga.."


Ian pun menyimpan semua jajanan mereka di dalam keranjang yg ada di bagian depan sepeda mereka dan melajukan sepedanya menuju rumah mereka.


sesampainya di rumah, Ian dan Ara menyimpan jajanan mereka di atas meja ruang tamu, meja pun penuh dengan jajanan yg baru saja Ara dan ian beli.


Ara dan ian menghabiskan makanan mereka dengan santai sambil menonton film yg sedang di putar hingga tidak terasa makanan mereka pun habis tanpa ada yg tersisa.


setelah makanan habis dan film selesai, Ara dan ian memutuskan untuk istirahat, meskipun besok adalah hari libur tapi tetap saja mereka membutuhkan istirahat yg cukup.


setiap hari di dalam rumah tangga yg Ara dan ian jalani, tidak ada satu cerita pun yg mereka tidak ceritakan satu sama lain, baik itu baik atau buruk, mereka akan saling bercerita dan saling percaya. karena menurut Ara dan ian kepercayaan ada karena saling keterbukaan antara pasangan.


kehidupan rumah tangga Ara dan ian pun jauh dari kata tidak harmonis karena setiap harinya mereka selalu menunjukkan sikap saling sayang mereka.


berbeda dengan Ara dan ian yg menghabiskan malam Minggu mereka dengan jajan jajanan yg ada di pedagang luar komplek.


Jo dan Dewi menghabiskan waktu malam Minggu mereka dengan menonton film di rumah Dewi menggunakan proyektor, agar berasa seperti sedang berada di bioskop.


Dewi pun sebelumnya sudah menyiapkan cemilan-cemilan kecil dan minuman yg akan menemani Dewi dan Jo menonton.


sebelumnya, Dewi menyiapkan semuanya sebelum Jo datang. mulai dari proyektor, layar, tempat duduk dan lain sebagainya.


Dewi memilih ruang tengah untuk menjadi tempat mereka menonton, proyektor di arahkan ke layar yg ada di tembok dan kursi pun di susun sedemikian rupa agar menyerupai bioskop.

__ADS_1


Dewi membereskan semuanya di bantu oleh ibunya karena tidak ada laki-laki di rumah selain satpam yg berjaga di depan.


tidak berapa lama kemudian Jo pun datang dengan membawa beberapa cemilan untuk dirinya dan Dewi nanti makan dan hadiah untuk ibunya dewi yg ia beli di jalan saat menuju rumah Dewi tadi.


ibunya Dewi senang dengan kedekatan anak nya dengan Jo, karena bila kebanyakan anak muda sekarang akan pergi meninggalkan rumah untuk menikmati malam Minggu, namun berbeda dengan Jo, yg menghargai Dewi yg notabene nya adalah anak rumahan.


saat Jo memasuki rumah Dewi, Jo merasa malu, karena ia datang saat semuanya sudah siap tanpa ia membantu membereskan semuanya.


"aku jadi malu, aku Dateng pas semua nya udah siap, aku kira kamu bakal nungguin aku buat beres-beres.."


ujar Jo pada Dewi.


"gak apa-apa.. lagian aku juga di bantuin mamah ko, sedikit.."


"tuh, apalagi di bantuin mamah, makin malu aku.."


"gak apa-apa, mamah seneng ko bisa bantuin.."


ujar ibunya Dewi tiba-tiba datang dari belakang Dewi dengan membawa makanan.


"mamah, padahal nggak usah repot-repot siapin ini semua, Jo juga bawa makanan ko, oh ya, ini buat mamah.."


ujar jo, kemudian memberikan hadiah yg ia beli tadi pada ibunya Dewi.


"terimakasih.. ya udah, kalian nonton sana, nanti malah keburu malem lagi.."


"iya mah.. ayo.."


ajak Dewi, Jo pun menyambungkan ponselnya dengan proyektor, karena film yg akan mereka tonton ada di ponsel Jo.


Dewi dan Jo pun menghabiskan malam Minggu mereka ala-ala di bioskop.


*


*


*


*


*


*


*


*


banyak yg bilang kalau cinta datang dari mata dan akan turun ke hati.. mungkin itu benar, karena saat mata melihat, otak akan memberikan sinyal ke hati untuk bisa merasakan, akankah berkata iya atau tidak, akankah menerimanya atau tidak..

__ADS_1


semoga mata tidak akan salah saat kau hendak memilih..


__ADS_2