Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#15


__ADS_3

dalam sebuah ruangan terlihat Dewi sedang fokus dengan pekerjaannya, sedangkan Jo belum datang, padahal banyak sekali file yg harus di periksa dan di tandatangani oleh jo.


"kenapa ka Jo belum datang ya ? padahal ini kan udah jam masuk kantor. eh tapi, ya terserah dia sih, org dia yg punya perusahaan.."


gumam Dewi dalam hati dan mulai fokus kembali pada pekerjaannya. namun tiba-tiba Dewi terkejut dengan pintu yg terbuka, dilihatnya Jo yg baru datang, tapi terlihat dari raut wajah nya kalau Jo sedang sedih, entah apa yg dia pikirkan dan rasakan saat ini, karena hanya Jo dan Tuhanlah yg tau.


dengan penuh rasa hormat Dewi pun berdiri dari duduk nya dan sedikit menundukkan kepalanya seraya mengucapkan selamat pagi pada atasannya itu.


Jo yg sudah duduk di kursi kebesarannya dan saat Dewi hendak duduk, tiba-tiba Jo bertanya sesuatu yg tidak ada di pikiran Dewi sebelumnya.


j : "apa kau tau kalau Ara dan ian akan segera menikah ?"


Dewi yg mendengar pertanyaan itupun meneruskan niat nya yg akan kembali duduk, setelah duduk Dewi pun menjawab apa yg tadi di tanyakan oleh Jo pada nya.


d : "ya, saya sudah tau pak.."


jawab dewi tersenyum.


j : "terus, kamu akan datang ?"


d : "tentu, kenapa emangnya kak.."


karena di ruangan itu hanya mereka berdua, mereka pun ngobrol dengan santainya.


j : "tidak apa-apa.."


karena merasa penasaran dewi pun akhirnya menanyakan hal yg memang dari pertama kali mereka bertemu sudah ingin menanyakannya pada Jo.


d : "apa kakak menyukai Ara ?"


mendengan perkataan Dewi barisan membuat Jo tersenyum penuh arti menatap pada dewi.


j : "apakah masih sangat terlihat ? ah, sungguh menyedihkan bukan ?"


d : "jadi benar ya kalau selam ini kakak menyukai Ara ?"

__ADS_1


j : "ya begitulah, entah ini rasa cinta, sayang atau perasaan tulus dari seorang kakak pada adik nya aku pun tidak tau, karena yg aku tau, aku menyayangi Ara.."


jawab Jo dengan senyum getirnya.


"tapi aku juga senang melihat Ara akan bersanding dengan orang yg memang pantas untuknya.."


lanjut Jo.


d : "apa kakak sudah kenal Ian ?"


j : "ya, saat kemarin aku berkunjung ke rumahnya, niat nya aku ingin menjadi kan Ara kekasih ku, tapi Tuhan berkata lain, saat itu Ian datang dan menjelaskan semuanya dan entah mengapa, saat semua itu sudah jelas, aku tidak terlalu merasakan rasa sakit hati yg biasanya orang lain rasakan saat perasaan cintanya di tolak, bahkan aku merasa memang mungkin harusnya seperti ini.."


cerita Jo yg entah dia sadari atau tidak dia telah mengakui perasaannya terhadap Ara pada Dewi yg adalah sahabat Ara.


j : "ah, maafkan aku dew, aku jadi curhat gini sama kamu.."


d : "nggak apa-apa ko ka.." jawab Dewi tersenyum "oh ya, apa kakak akan datang ?"


j : "ya, mungkin aku akan datang sendiri.."


j : "apa kau bersedia datang kesana dengan ku ??"


Dewi yg mendapat ajakan yg tak terduga dari atasannya itupun bingung harus menjawab apa, tapi kalau di pikir lagi tidak ada salahnya kalau Dewi datang dengan Jo.


d : "baiklah, nanti kita datang bersama.."


j : "baiklah, sekarang mari kita mulai kembali pekerjaan kita yg tertunda karena curhatan ku tadi.."


disebuah rumah, terlihat semua orang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari dekorasi rumah, menjamu tamu dan lain sebagainya, karena 3 hari lagi akan ada acara besar dikediaman Ara.


ya,, pesta pernikahan Ara dan ian akan di laksanakan pada hari Sabtu, 3 hari lagi, ijab kabul akan dilaksanakan di rumah Ara pada pagi hari, dan acara resepsi akan di laksanakan di gedung yg sudah di dekor sebegitu cantik dan indahnya pada sore sampai malam hari nya.


ibu yg sibuk dengan para tamu yg datang memberikan selamat..


para karyawan Ara yg membantu ibu menyiapkan segalanya pun tak kalah sibuk nya. mulai dari persiapan di dapur, persiapan pengajian, persiapan siraman dan lain sebagainya.

__ADS_1


untungnya, Ara dan ibu Ara memiliki karyawan yg jujur, baik dan bisa di andalkan. karena itulah Ara dan ibunya tidak menganggap mereka sebagai karyawan tapi lebih tepat nya sebagai saudara.


Ara yg saat ini berada di kamarnya, sedang melakukan perawatan seperti luluran juga sedang memilih model hiasan tangan yg akan dipakai nya nanti pun terlihat sangat antusias dan bahagia.


Ara yg notabennya adalah anak tunggal yg selalu sendirian di rumah sekarang merasa senang karena saudara-saudara nya baik keluarga ibu atau keluarga ayah nya sudah tiba di kediamannya, sehingga Ara tidak akan merasa kesepian lagi walupun hanya untuk beberapa saat saja. meskipun begitu, semua saudara Ara (dari ibu dan dari ayah) saling mengenal dan saling dekat, karena keluarga ayah dan ibu Ara juga bukan keluarga yg sangat besar.


tidak berbeda jauh dari kediaman Ara, di kediaman Ian pun sama sibuknya, semua orang saling bahu membahu menyelesaikan segala sesuatunya, meskipun di rumah ian terlihat sedikit berbeda karena saudara-saudara nya tidak datang semua.


besok adalah hari dimana Ara akan melaksanakan proses siraman.


besok lusa adalah hari dimana akan ada acara pengajian di kediaman masing-masing.


dan besoknya lagi adalah hari dimana Ara akan dipersunting oleh ian di hadapan seluruh keluarga besar keduanya.


itulah urutan acara inti dua keluarga 3 hari berturut-turut.


meskipun Ara dan ian merupakan keturunan campuran, tapi mereka memilih untuk menggunakan budaya Indonesia di acara siraman juga pengajian, dan internasional wedding di pesta pernikahannya.


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2