
saat jam pulang kantor tiba,..
kebanyakkan orang saat jam pulang kantor akan tiba, pasti mereka akan membereskan meja kerja masing-masing, namun tidak dengan seorang wanita yg sedang kasmaran ini, seperti biasa, 5 menit sebelum pulang kantor, sekretaris Ian akan menyibukkan dirinya dengan berdandan karena ingin terlihat tetap cantik di depan ian.
ia menambah riasan riasan wajahnya dengan sedikit bedak dan juga mempertebal warna di bibirnya dengan menggunakan lipstik berwarna merah terang dan sangat licin.
saat Ian keluar dari ruangan nya, bukannya terpesona, Ian malah merasa ingin tertawa, karena riasan yg di pakai di wajah sekretaris nya membuat dia terlihat berlebihan, namun ian menahan tawanya tersebut karena tidak ingin menyakiti hati sekretaris nya dengan kata-kata yg nantinya akan keluar dari mulut Ian.
dengan sedikit terburu-buru ian meninggalkan sekretaris nya dan bergegas menuju ke lobby, sepanjang jalan Ian menuju lobby, Ian masih teringat bagaimana riasan sekretaris nya tadi dan sesekali Ian pun tertawa.
sesampainya di lobby, mobil Ian sudah terparkir sehingga ian tinggal masuk dan mengemudikannya, pulang menuju rumahnya dan ingin segera menemui istrinya.
di tempat lain,....
Jo konsisten dengan ucapannya yg akan ikut Dewi pulang ke rumahnya.
"kamu serius mau ikut aku pulang ke rumah ?"
Jo tidak menjawab, dia hanya tersenyum manis ke arah Dewi.
"kamu kenapa ? sehat kan ?"
lagi-lagi Jo tidak menjawab.
"ya udahlah, nih kamu yg nyetir.."
ujar Dewi sambil menyerahkan kunci mobilnya kepada Jo.
mereka pun masuk ke dalam mobil.
di sepanjang perjalanan, Dewi masih merasa bingung dengan tingkah Jo saat ini namun dia tidak ingin menanyakan "kenapa" karena menurutnya nanti juga akan ada jawabannya.
mereka pun sampai di rumah Dewi. tanpa memencet bel terlebih dahulu Dewi langsung masuk dan memberi salam. betapa terkejutnya saat Dewi membukakan pintu dan melihat ada beberapa orang (laki-laki dan perempuan) dengan penampilan yg rapi, yg laki-laki terlihat gagah dan yg perempuan terlihat cantik sedang berbincang dengan ibunya di ruang tamu.
dengan malu, Dewi membungkukkan badannya dan meminta maaf kepada orang-orang yg ada disana.
belum sempat Dewi menegakkan badannya, Jo sudah memegang tangannya dan mengajaknya menemui semua orang yg ada di ruangan tersebut.
"ini Dewi, wanita yg aku sayangi.."
Dewi yg merasa semakin malu pun menatap ke arah Jo untuk meminta penjelasan nya.
sedangkan orang yg di tatap hanya tersenyum.
tanpa Dewi sadari wanita tersebut sedaritadi memperhatikan nya.
"baiklah, kita mulai acaranya sekarang.."
"acara apa ?"
__ADS_1
tanya Dewi penasaran.
"udah, ayo kita ke atas dulu, nak Jo boleh pakai kamar tamu dulu.."
ajak ibunya Dewi dan membawa Dewi ke kamarnya dan Jo pun hanya mengangguk.
selama Dewi berjalan menuju kamarnya, banyak sekali pertanyaan yg ingin ia tanyakan pada ibunya itu.
"sebenarnya ada apa sih Bu ?"
tanya Dewi saat mereka berdua sudah berada di dalam kamar Dewi.
"mandi dulu sana, jangan lama-lama tapi.."
ujar ibunya Dewi sembari mendorong Dewi ke arah kamar mandinya.
Dewi tidak menjawab, dia sendiri masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.
15 menit kemudian, barulah Dewi keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya.
ibunya Dewi yg sudah menunggu sedari tadi pun langsung menyuruh Dewi untuk memakai pakaian yg sudah di siapkan.
"loh, kapan mamah ganti baju ? dan ini, kenapa bajunya seragam sama Dewi, kita mau ke kondangan ya ? berarti yg di bawah itu temen-temen nya mamah dong..?"
ujar Dewi panjang lebar.
belum sempat Dewi menjawab ibunya sudah keluar kamar duluan.
Dewi pun menuruti semua yg di katakan ibunya, dia memakai pakaiannya dan merias wajahnya hingga terlihat cantik.
setelah selesai, Dewi pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah menemui semua orang yg sudah menunggunya sedari tadi.
"kenapa Jo memakai jas ? dan ini, kenapa aku baru sadar kalau baju aku, mamah sama Tante itu samaan. sebenernya ada apa ini ?"
gumam Dewi dalam hati.
semua orang yg melihat Dewi merasa terpesona dengan keanggunan dan kecantikan Dewi yg natural.
"sini sayang.."
ujar ibunya Dewi, meminta Dewi agar berada di sampingnya.
"ayo mah, kita berangkat sekarang kan ?"
ujar Dewi, semua orang yg ada di ruangan itu pun saling memandang satu sama lain.
"memangnya kamu pikir kita mau kemana ?"
ujar sang tamu wanita.
__ADS_1
"loh, bukannya kita mau ke undangan ya ? abisnya pake baju seragam gini.."
ujar Dewi polos, semua orang yg mendengar pun tertawa karena kepolosan Dewi.
"kita tidak akan pergi kemana-mana sayang.."
"terus ini ??"
"sebenernya ini itu mommy aku, dia sengaja datang jauh-jauh karena hari ini aku mau melamar kamu.."
"oooh... tunggu-tunggu.... apa ???"
tanpa mengulang perkataannya, Jo langsung berdiri dan mengungkapkan maksud dan tujuannya datang ke rumah Dewi, dia pun mengajak Dewi untuk berdiri bersamanya.
"hari ini, di tempat ini, di depan orangtua kita, ijinkan aku untuk bisa menjalin hubungan yg lebih serius lagi dengan kamu.
hari ini, aku ingin melamar mu, menjadikan dirimu menjadi salah satu wanita terpenting di hidup ku setelah ibu dan nenek ku.
apakah kamu bersedia menerima lamaran ku ini ?"
ujar Jo panjang lebar.
Dewi yg mendengar penuturan dari Jo pun merasa terharu, tidak pernah terlintas di pikirannya akan mengadakan acara lamaran dengan cara seperti ini. namun Dewi pun merasa sangat terharu karena dia bisa mendapatkan seorang Jo yg sangat menyayanginya.
tanpa menunggu lama dan tanpa pikir panjang, Dewi pun menganggukkan kepalanya dengan mata yg berkaca-kaca dan senyum yg terukir dari bibirnya.
Jo pun menyematkan sebuah cincin yg begitu indah di jari manis tangan kiri dewi, cincin putih sederhana namun bertabur berlian kecil di sekeliling nya membuatnya semakin terlihat elegan dan mewah.
setelah acara penyematan cincin, mereka pun makan malam bersama dengan menu yg sudah ibunya Dewi masak sedari tadi siang.
mereka pun saling bercerita bagaimana ibunya Dewi bisa tau dan setuju dengan acara ini dan menceritakan kelakuan Dewi dan Jo sedari kecil hingga saat ini, juga cerita-cerita lainnya. tak ada jeda saat mereka bercerita dan tertawa, seakan sudah mengenal lama, mereka pun hanyut dalam cerita.
*
*
*
*
*
*
*
"..***banyak-banyaklah bersyukur, karena saat kita bersyukur, nikmat kita akan tuhan lebihkan.."
jadi, jangan lupa bersyukur ya 😊***
__ADS_1