Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#36


__ADS_3

pagi hari di sebuah perusahaan, terlihat dua orang yg sedang sedikit sibuk dengan pekerjaannya, sesuai rencana 2 hari lagi mereka berdua akan melakukan perjalanan menyusul kedua sahabatnya. oleh sebab itu, mereka terlihat sibuk akhir-akhir ini.


krukkk,krukkk....


terdengar suara perut yg lapar di dalam ruangan, mereka berdua saling menatap.


"apakah bapak belum sarapan ?"


tanya Dewi pada Jo.


Jo pun hanya tersenyum malu kemudian menggelengkan kepalanya.


"baiklah, saya akan membuatkan bapak sarapan terlebih dahulu.."


ujar Dewi dan kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya menuju pantry.


"malu banget gue, di depan Dewi perut gue bunyi, pasti Dewi sekarang lagi ngetawain kejadian gue barusan deh.."


ujar Jo, kemudian mengalihkan layar komputer nya ke layar cctv pantry. di lihatnya Dewi sedang membuatkan sarapan untuknya tanpa tertawa bahkan tersenyum sedikitpun.


"gue salah, ternyata dia nggak lagi ngetawain gue,.."


gumam Jo sambil tersenyum, dilihatnya Dewi sudah selesai dengan kegiatannya di pantry dan hendak kembali ke ruangannya, Jo pun langsung mengganti kembali layar komputer nya dengan layar pekerjaannya yg tadi dan kembali bersikap seperti biasanya.


Dewi pun tiba di ruangannya dan menyimpan nampan berisi makanan dan minuman yg bisa Jo makan di atas meja panjang.


roti panggang, telur ceplok, sosis, saus sambal, buah-buahan, segelas air mineral dan segelas kopi kesukaan Jo ada dalam nampan tersebut.


"silahkan pak, bapak bisa sarapan terlebih dahulu.."


ujar Dewi pada Jo.


"terimakasih dew.."


jo pun berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah sofa. di lihatnya sarapan yg ada di meja panjang membuat Jo semakin merasakan lapar. tanpa menunggu lama, Jo pun langsung menyantap sarapan yg di buatkan oleh Dewi untuknya.


Dewi yg berada di meja kerja nya melihat Jo sarapan dengan lahapnya pun hanya bisa tersenyum.


"berasa lagi layanin suami sendiri aja, pagi-pagi nyiapin sarapan.."


gumam Dewi dalam hati dan tersenyum, kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya.


"terimakasih ya dew atas sarapannya pagi ini.."


ujar Jo setelah selesai dengan sarapannya.


kemudian Dewi pun bangkit dari duduknya, mendekati Jo, membereskan peralatan makan bekas Jo.


"sudah kewajiban saya melayani segala keperluan bapak di kantor ini.."


jawab Dewi dan pergi meninggalkan Jo dengan nampan di tangannya.


setelah selesai, Dewi pun kembali ke ruangannya dan duduk di meja kerjanya.


" oh ya pak, untuk hari ini tidak ada jadwal di luar kantor dan hari ini juga tidak ada jadwal meeting dan lain sebagainya.."


"bagaimana dengan besok ?"


"jadwal bapak besok, pukul 09.00 meeting dengan para dewan direksi dan pukul 14.00 bapak ada pertemuan dengan 1 perusahaan asal Belanda di tempat yg sudah di tetapkan oleh pihak sana pak.."


"baiklah.. tolong kamu atur dan siapkan semuanya ya.."


"baik pak, akan saya siapkan.."


keduanya pun akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


jam makan siang...


Jo mendekati meja kerja dewi.


"mau makan bareng ??"


"ah, maaf pak, hari ini saya tidak keluar, saya masih ada pekerjaan yg harus di selesaikan dan kebetulan juga saya bawa bekal dari rumah tadi.."


jawab Ara dengan tersenyum.

__ADS_1


"kamu membawa bekal ?"


"iya pak.."


"ya sudah.."


Jo pun duduk di sofa panjang di dalam kantornya dan mengotak-atik ponselnya.


"kenapa bapak tidak pergi makan siang ??"


tanya Dewi pada Jo yg hanya duduk saja.


"kamu kerjakan saja pekerjaan mu itu.."


jawab Jo sedikit ketus.


15 menit kemudian....


tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar.


"masuk.."


teriak Jo dari dalam ruangannya.


"maaf pak, membuat bapak menunggu, ini pesanan bapak.."


ujar sang supir dan kemudian menyimpan bungkusan makanan dalam plastik yg Jo minta belikan padanya tadi.


"terimakasih.."


sang supir pun keluar dari ruangan.


"katanya kamu bawa bekal, tapi kenapa saya lihat dari tadi kamu belum makan juga dan terus saja menyelesaikan pekerjaan itu.. sini.."


perintah Jo pada Dewi.


"dan bawa bekal makanan kamu.."


Dewi pun bangkit dari duduknya dan membawa bekal yg tadi ia bawa dari rumahnya yg ada di dalam tas nya kemudian berjalan ke arah jo dan berdiri di hadapan Jo.


Dewi pun duduk.


"kamu bawa bekal apa dari rumah..?"


"cuman makanan yg ada di rumah aja kak, kakak mau ?"


jawab Dewi dan kemudian membuka tempat makannya.


dilihatnya makanan yg Dewi punya, Jo merasa tergoda dan kemudian merebut bekal Dewi.


"kakak, itukan punya aku, kenapa kakak ambil ??"


rengek Dewi pada Jo.


"kamu makan aja makanan yg aku pesen tadi.."


"emang nya kakak pesan apa ??"


"buka aja.."


jawab Jo dengan mulut penuh dengan makanan.


"enaaaak..."


gumam Jo dalam hati.


Dewi pun membuka bungkusan yg ada di depannya, ternyata Jo memesan makanan yg sering dewi pesan di salah satu restoran tempat mereka sering makan bersama.


Dewi pun melihat ke arah Jo dan mengangkat sebelah alis nya.


"udah, makan aja, jam makan siang udah mau abis.."


jawab Jo tanpa membalas tatapan Dewi pada dirinya.

__ADS_1


Dewi pun akhirnya memakan makanan tersebut karena memang sedari tadi Dewi sudah merasa lapar, tapi melihat Jo yg duduk di sofa Dewi pun tidak jadi mengeluarkan bekal makanannya tadi.


akhirnya mereka berdua makan bersama di ruangan tersebut.


tanpa mereka ketahui, di luar ruangan ada seseorang yg memperhatikan mereka dari balik jendela.


"apa Jo menyukai gadis itu ? Jo tidak pernah seperti ini sebelumnya pada seorang wanita, bahkan dia berebut bekal makanan dengan nya.. siapa gadis itu ?"


gumam orang tersebut.


orang tersebut pun kemudian pergi meninggalkan kantor Jo.


acara makan siang yg di selingi dengan obrolan santai antara keduanya pun selesai.


Dewi pun kembali membereskan bekas makanan dan minuman mereka yg masih berserakan di atas meja.


"lain kali kalau kamu tidak akan makan di luar kantor, tolong kamu bekalkan juga makanan buat saya ya dew.."


pinta Jo pada dewi.


"enak aja, kakak bawa aja sendiri dari rumah kakak.."


jawab Dewi santai.


"yah dew, citra ku di hadapan semua orang bisa luntur kalau aku pergi ke kantor dengan membawa rantang makanan seperti anak TK.."


Dewi pun tertawa lepas di hadapan Jo.


Jo pun tersenyum saat melihat Dewi tertawa.


"kamu manis, aku suka.."


gumam Jo dalam hati.


Dewi yg baru sadar pun akhirnya menghentikan tawa nya.


"maaf kak, aku keceplosan ketawanya.."


"tidak apa-apa, saya suka ko lihat kamu tertawa seperti tadi.."


Dewi terkejut dengan ucapan Jo. kemudian Dewi terdiam membisu tanpa sepatah kata pun.


"kamu kenapa ? kamu malu saya bilang saya suka lihat kamu tertawa lepas kaya tadi ? kamu nggak usah malu, kita kan teman.."


"iya kakak benar.. kita kan teman.."


jawab Dewi dengan tersenyum getir.


"andai kamu tau wi, aku ingin lebih dari sekedar teman.."


gumam Jo dalam hati.


"apa semua ini bisa berubah lebih dari pertemanan kak ?"


gumam Dewi dalam hatinya.


akhirnya mereka pun menyelesaikan pekerjaan mereka kembali, sampai waktu pulang kantor tiba.


*


*


*


*


*


*


*


jika kau lelah, bersandarlah..


jika kau letih, jangan biarkan orang lain melihatmu tertatih..

__ADS_1


jika kau terluka, jangan biarkan menjadi duka..


meskipun harus ada air mata, tapi yakinlah akan ada bahagia..


__ADS_2