
Keesokan harinya....
Setelah sholat subuh, kebiasaan Ian adalah langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih kemudian bersiap untuk berangkat ke kantor, namun tidak seperti pagi hari biasanya, setelah sholat subuh, Ara malah kembali tidur, padahal biasanya setelah sholat subuh Ara akan langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan menyiapkan semua keperluan suaminya untuk bekerja.
saat Ian keluar dari kamar mandi, Ian terheran saat melihat selimut masih menggulung di atas kasurnya. saat Ian mendekat, Ian melihat Ara sedang tidur dengan lelapnya dengan badan tertutup selimut sampai ke lehernya. seperti seseorang yg kelelahan bekerja atau sudah melakukan perjalanan jauh begitulah lelapnya tidur Ara pagi ini.
Ian merasa sedikit khawatir, takutnya Ara sakit, Ian pun menempelkan telapak tangannya di dahi Ara, namun dahi Ara tidak terasa panas sama sekali, Ian pun tersenyum saat melihat Ara tertidur dengan lelapnya di pagi hari dan tidak sedang sakit.
setelah selesai memperhatikan istrinya itu, Ian pun langsung pergi ke arah lemari pakaian dan mengenakan pakaian kerjanya. setelah selesai, Ian kemudian keluar dari kamar menuju ke arah dapur. Ian membuat makanan untuk nya sarapan sebisa yg bisa ia buat di pagi hari tanpa harus berisik di dapur dan bisa membangunkan Ara.
Ian memilih membuat roti panggang dan menyeduh secangkir kopi kesukaannya, Ian pun sarapan sendirian di meja makan. tak ketinggalan, Ian pun membuatkan menu sarapan yg sama untuk Ara dan menyimpannya di dalam tudung saji di atas meja makan.
setelah selesai sarapan, Ian kembali ke kamarnya dan membawa tas kerja nya, saat Ian akan melangkahkan kaki nya hendak keluar dari kamar, Ian berbalik arah menuju Ara, kemudian mengecup kening Ara sehingga membuat Ara sedikit menggeliat di dalam selimutnya namun tidak sampai terbangun. Ian pun kemudian keluar dari kamar dan berjalan keluar rumah.
saat Ian sedang berada di depan mobilnya, ada seorang karyawan Ara masuk untuk bekerja.
"mba, saya mau minta tolong, tolong lihatin mba ara ya satu jam sekali, saya takut mba Ara lagi sakit tapi nggak bilang sama saya. sekarang mba Ara nya masih tidur.. tolong bantuannya ya mba.. kalo ada apa-apa hubungi saya ya.."
ujar ian pada salah satu karyawan Ara, sang karyawan pun hanya mengangguk dan mengerti dengan perkataan ian.
pukul 07.15 Setelah merasa cukup menitipkan amanat pada karyawan ara, kemudian Ian pun mengemudikan mobilnya menuju ke kantor.
saat ian pergi, sang karyawan pun langsung masuk ke dalam rumah dan melihat Ara di dalam kamarnya namun Ara masih tertidur. setelah memastikan Ara masih tertidur, sang karyawan pun pergi ke paviliun untuk mulai bekerja.
pukul sembilan lebih lima belas menit, Ara baru terbangun dari tidurnya, saat matanya masih menetralkan cahaya yg tertangkap dan mengumpulkan kesadarannya, Ara pun langsung bangun dan membuka selimutnya, tanpa melihat jam terlebih dahulu dengan cepat Ara menuju ke dapur mencari sang suami namun yg di cari tidak ada, Ara pun teringat sesuatu kemudian langsung melihat jam dinding yg ada di dapurnya.
"ah, kenapa tadi aku tidur lagi ? harusnya kan aku nyiapin sarapan buat Ian dan siapin pakaiannya juga.."
sesal Ara pada dirinya sendiri, lalu Ara pun melihat tudung saji yg ada di atas meja.
"nggak biasanya ada tudung saji di meja makan.."
ara pun mendekati meja makan dan membuka tudung saji tersebut. Ara tersenyum saat melihat isi dari tudung saji itu. terdapat dua roti panggang di atas piring yg cantik dengan beberapa selai di pinggirnya juga tak ketinggalan sekotak susu dan beberapa buah-buahan.
Ara berlari menuju kamarnya, mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada suaminya.
"terimakasih atas sarapannya. i love u .."
isi pesan Ara untuk Ian.
pesan tersebut di terima oleh Ian, Ian pun membalasnya.
__ADS_1
"apapun untuk mu.. jika kamu merasa tidak enak badan, jangan banyak melakukan aktivitas, istirahat lah.."
Ara tersenyum saat mendapat balasan penuh perhatian dari suaminya tersebut.
"baiklah.. semangat kerjanya.."
balas ara, setelah itu Ara kembali ke dapur dan menghabiskan sarapan yg di buat oleh Ian pagi tadi.
"sebagai gantinya, aku akan membuatkan Ian makan siang.."
dengan semangat Ara pun memasak makanan untuk makan siang suaminya itu.
setelah selesai memasak, Ara pun memasukan makanannya ke dalam rantang makanan lalu pergi ke kamar untuk bersih-bersih.
setelah bersih-bersih dan bersiap, entah kenapa tiba-tiba Ara merasa tidak ingin pergi kemana-mana.
"kenapa dengan ku ? tadi pagi aku semangat sekali ingin mengantarkan makanan untuk Ian, tapi sekarang, kenapa aku malas sekali untuk pergi dari rumah, bagaimana ini ?"
ujar Ara pada dirinya sendiri saat masih berada di meja riasnya dan memandang ke arah cermin.
"aku kirim via kurir saja kali ya.."
namun sebelum Ara memesan layanan antar, Ara menelpon Ian terlebih dahulu.
"sayang, apa aku mengganggu ?"
"tidak sama sekali.. ada apa ?"
"sayang, maafkan aku, hari ini entah kenapa aku sangat lemas sekali dan malas untuk pergi kemanapun, tapi tenang saja, aku sudah menyiapkan makan siang untuk mu. tidak apa-apa kan kalau makanannya di kirim layanan pesan antar ? dan bukan aku yg membawanya ?"
"tidak apa-apa sayang, aku pasti akan menghabiskannya, walaupun bukan kamu yg membawakannya.."
"baiklah, makanan mu akan tiba 20 menit lagi, saat jam makan siang tiba.. aku mencintaimu.."
"aku juga.."
sambungan telepon pun terputus, setelah itu Ara memesan layanan pesan antar dan benar saja, dua puluh menit kemudian makanan yg di kirim Ara dari rumah, sudah tiba di meja kerja Ian.
terdapat surat di atas rantang makanan tersebut.
"maafkan aku tidak bisa menemani mu makan siang, tapi jika kau mau aku temani, mari kita Vidio call.."
__ADS_1
tulis Ara dalam surat kecilnya.
Ian pun tersenyum saat membacanya kemudian Ian melakukan sambungan Vidio call dengan ara.
saat ini, Ara sedang berada di meja makan dan memang sedang menunggu panggilan Vidio call dari suaminya itu, saat mendapatkan panggilan telepon dari Ian, Ara pun langsung menjawabnya.
"apa kau sudah makan ?"
tanya ian.
"aku kan menunggu Vidio call dari suami ku, agar bisa makan bersama.."
jawab ara tersenyum.
"ya udah, kamu ngambil makanan kamu dulu sana.."
"udah.."
jawab Ara menunjukkan isi piring nya.
"ya sudah, ayo kita makan bersama.."
ajak ian.
Ara dan ian pun makan siang bersama meskipun lewat sambungan Vidio call.
*
*
*
*
*
*
*
hidup tidak akan terasa berat dan susah jika kita pandai bersyukur...
__ADS_1
hidup akan mudah jika kita libatkan tuhan dalam kehidupan kita.