
keesokan harinya..
setelah selesai bersih-bersih, sarapan dan lain sebagainya, di dalam sebuah kamar, terlihat sepasang suami istri yg sedang menghabiskan waktu bersama di sebuah ranjang besar.
sang istri yg menyandarkan kepalanya di dada kiri suaminya sambil memeluknya dan sang suami yg sedang mengelus lembut rambut istrinya dengan penuh kasih sayang di dalam satu selimut yg sama, membuat keintiman diantara mereka begitu sangat terasa.
a : "oh ya mas, kita jadi kan ketemuan sama ka Jo..??"
i : "jadilah sayang.."
a : "kapan ? apa mas udah buat janji ?"
i : "bukan mas yg buat janji.."
a : "trus siapa ??"
i : "ayah.."
ara pun merasa heran, kenapa ayahnya yg membuat janji dengan Jo.
a : "loh, kenapa ayah ??"
i : "tadi ayah nanya ke aku, apa kita mau ketemu sama Jo buat ngebahas hadiah itu, trus aku bilang iya, mungkin nanti. trus ayah bilang nanti siang bakalan da meeting sama perusahaannya jo, trus ayah ngajakin kita, sekalian makan siang katanya.."
a : "ooh, pantesan aja.."
i : "ya udah, kamu siap-siap dulu sana, kamu kan kalo dandan suka lama.."
canda Ian menggoda Ara.
a : itu kan udah biasa, namanya juga cewe, kalo dandan pasti mau nya keliatan bagus.."
i : "ribet..!!!!"
a : "apa kamu bilang ???"
i : "cewe kalo dandan tuh ribet, lama.."
a : "berani ya kamu bilang kaya gitu..."
Ara pun mencubit-cubit perut suaminya dengan gemas dan kesal, Ian yg merasa berhasil membuat istrinya kesal pun akhirnya membalas kelakuan istrinya itu dengan cara menggelitik balik perut istrinya, keduanya pun tertawa bersama dan merasakan bahagia yg sederhana.
a : "udah udah udah, ampun ampun ampun, ya udah aku duluan deh.."
i : "kenapa nggak nurut aja dari tadi coba.."
Ian pun mengacak-acak gemas rambut Ara.
*skip siap-siap
i : "udah siapkan ?"
tanya ian sedikit meledek.
a : "bentar lagi sayang.."
jawab Ara tersenyum manis.
i : "tuh kan bener apa aku bilang, cewe tuh kalo udah dandan, lamanya minta ampun.."
a : "sayang, jangan mulai deh.."
Ian yg mendapat tatapan kesal dari istrinya pun hanya bisa menunjukkan senyum yg di paksakan.
i : "iya sayang iyaaa, aku tunggu di luar ya.."
a : "hhmm"
Ian pun pergi meninggalkan Ara.
setelah beberapa saat kemudian Ara menyusul Ian yg saat ini sedang berada di teras rumah.
a : "ayo.."
__ADS_1
ajak Ara pada Ian.
i : "ibu ??"
a : "tadi aku udah pamitan ko.."
i : "ooh, ya udah kalo gitu, ayo.."
*skip perjalanan
siang hari, di dalam sebuah ruangan private restoran sudah terlihat seorang pria gagah dengan asisten cantiknya sedang berbincang mengenai bisnis dengan seorang pria yg sudah cukup berumur di hadapannya.
yg mereka bicarakan hanya seputaran bisnis dan pekerjaan, hingga saat mereka sudah mencapai sebuah kesepakatan, akhirnya mereka pun berjabatan tangan tanda jika bisnis mereka akan segera di mulai.
j : "senang bisa berbisnis dengan bapak.."
ayah : "sudahlah, jangan terlalu sungkan, kita sudah tidak dalam mode pekerjaan lagi.."
j : "iya om.."
jawab Jo tersenyum.
ayah : "bagaimana kabar kamu nak ?"
tanya ayah pada Dewi.
d : "Alhamdulillah Dewi baik ayah, gimana kabar semua yg ada di rumah yah ?"
ayah : "Alhamdulillah, yg di rumah juga baik-baik semua.."
d : "pengantin baru ??"
ayah : "ah, kau iniii, mereka juga akan datang kemari, ayah meminta mereka untuk datang, sekalian katanya ada yg mau di omongin sama nak Jo.."
j : "sama saya om ? ada apa ya ?"
ayah : "om juga nggak tau, mungkin sebentar lagi mereka datang.."
tak berselang lama, pintu ruangan pun terbuka dari arah luar. nampak sepasang pria dan wanita yg terlihat tampak begitu serasi.
a : "ayah ngomongin apa ?"
tanya Ara yg sudah menempatkan diri duduk di samping sahabatnya itu.
a : "kangeeeennnn.."
ujar Ara sambil memeluk sahabatnya itu.
d : "aku jugaaa... gimana ?"
a : "apanya ??"
tanya Ara bingung.
d : "ituuuuuu, kan Lo janji mau cerita ke gue.."
a : "ya ampun Deeew, Lo kalo mau tau, makanya buruan nikah.."
tanpa sadar Ara mengucapkan nya dengan nada sedikit keras, sehingga semua orang yg ada di ruangan itu termasuk asisten pribadi ayah Ara pun ikut memandang kedua sahabat itu.
Ara dan Dewi yg merasa di perhatikan oleh orang-orang yg ada disitu pun akhirnya hanya bisa tersenyum kecut dan malu atas kelakuan keduanya.
Dewi yg merasa sangat malu pun menepuk tangan Ara sedikit keras, sehingga Ara sedikit menjerit kesakitan.
a : "sakit tau dew..."
d : "Lo sih, ngapain kenceng-kenceng.."
jawab Dewi sedikit berbisik.
ayah : "ya udah, mendingan kita semua makan dulu, ayah juga harus cepet-cepet ke kantor lagi.."
a : "iya ayah.."
__ADS_1
akhirnya semua yg ada di ruangan tersebutpun makan dengan tenang.
ayah : "ya udah, kalo gitu ayah duluan ya.."
a : "iya yah.."
i : "hati-hati di jalan yah.."
j : "terimakasih om, hati-hati di jalan.."
d : "hati-hati di jalan ayah.."
setelah kepergian ayah Ara, mereka pun duduk kembali di tempat nya masing-masing.
j : "oh ya, tadi om bilang, kalian ada perlu sama gue, apaan ??"
tanya Jo langsung pada intinya.
a : "sebenernya sih ka kita mau ngembaliin ini.."
ujar Ara sembari mengeluarkan amplop pemberian Jo yg berisi tiket bulan madu untuk Ara dan ian.
j : "loh, ko di balikin lagi ?"
tanya Jo heran.
i : "gue rasa, hadiah dari Lo terlalu berlebihan Jo.."
j : "lah, kenapa berlebihan, itu kan hadiah dari gue buat kalian, gue nggak ngerasa itu berlebihan ko.."
i : "iya, Lo emang nggak ngerasa itu berlebihan, tapi gue yg ngerasa itu hadiah berlebihan.."
j : "udahlaaah, terima aja, gue kecewa loh kalo kalian nggak mau ambil hadiah dari gue.."
d : "tapi ka..."
belum sempat Dewi selesai dengan kata-katanya, Jo malah memotongnya.
j : "udah nggak apa-apa, kalian ambil tiket itu, trus pergi kesana, itukan tiket buat 1 Minggu, setelah 3 atau 4 hari kalian disana, gue sama Dewi nyusul kesana.."
Dewi yg sedari tadi hanya diam, menyaksikan dan mendengarkan perdebatan antara 3 orang di depannya itu pun terkaget saat Jo menyebut namanya dan akan mengajak nya pergi berlibur.
d : "maksud kakak ??"
tanya Dewi penasaran dengan apa maksud Jo.
j : "yaaaa, kita bakalan nemenin pengantin baru ini liburan disana.."
Ara dan ian yg mendengarkan nya pun ikut terkaget. mereka berdua saling menatap keheranan.
"apa maksud ka Jo ya ??"
tanya Ara dalam hati..
j : "ya udahlah, kita harus pergi, kita masih ada kerjaan di kantor.."
ketika hendak melangkahkan kakinya, Jo kembali melihat ke arah Ara dan ian.
j : "jangan pernah ngungkit masalah tiket itu lagi, kalian tinggal berangkat aja, ntar kita nyusul, ngertikan ?"
tanya Jo sekaligus memberikan perintah untuk Ara dan ian.
akhirnya Jo dan Dewi pun pergi dari tempat tersebut, kembali ke kantornya. begitu pula dengan Ara dan ian yg juga meninggalkan restoran tersebut.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*