
Ian dan orangtuanya yg berada di barisan paling depan pun di sambut dengan baik oleh pihak keluarga Ara.
terlihat raut kebahagiaan di wajah ian, betapa tidak, selama ini ia sudah berusaha dengan keras menjalani hari-hari yg tidak mudah dengan hubungan nya dengan Ara yg harus LDR.
Ian yg sudah ada di hadapan orangtua Ara pun mencium punggung tangan kedua orangtua Ara, ibu Ara pun mulai mengalungkan bunga di leher Ian.
acara penyambutan pengantin lun berjalan dengan lancar.
saat ini Ian sedang duduk di meja akad, berhadapan langsung dengan ayah Ara yg akan menjadi wali di dampingi oleh penghulu yg sesungguhnya berada di samping nya.
semua orang sudah siap dan hanya tinggal menunggu sang mempelai wanita datang dan duduk di samping sang mempelai pria.
akhirnya sosok yg di tunggu-tunggu oleh semua orangpun datang dengan begitu cantik nya dan di dampingi oleh saudara-saudaranya. semua mata tertuju pada Ara, tak ada satu orang pun yg memalingkan pandangannya dari ara, sampai akhirnya Ara duduk di samping Ian di hadapan ayahnya.
"kamu cantik"
bisik Ian pada Ara. Ara hanya tersenyum malu mendengar perkataan ian.
"bisa kita mulai ?"
ucap sang penghulu..
tidak bisa di bohongi, kalau saat ini Ara dan ian sangat gugup.
*skip ijab qobul
"saaaah"
saat kata tersebut terucap dari para saksi yg menyaksikan acara pernikahan mereka, hati ara dan Ian seakan merasakan beban yg sedari tadi mengganjal terlepas segalanya.
Ara pun untuk pertama kalinya mencium punggung tangan Ian sebagai baktinya sebagai seorang istri yg baru saja akan di mulai. Ian pun membalasnya dengan mengecup kening Ara.
acara pun berlanjut dengan prosesi sungkeman.
saat acara sungkeman berlangsung pun terlihat bahwa ara dan Ian menangis mendengarkan nasihat yg di berikan oleh kedua orang tua Ara dan ian kepada mereka sebagai bekal untuk mereka nanti saat menjalani rumah tangganya. tidak hanya Ara dan ian, para orang tua dan semua yg hadir merasakan keharuan yg sama.
__ADS_1
"tolong jaga Ara, sebagaimana ayah dan ibu menjaga Ara dengan baik selama ini.."
itu adalah salah satu perkataan ayah nya Ara untuk Ian dan Ian pun hanya bisa menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"tolong bimbing Ara untuk bisa menjadi seorang istri dan ibu yg baik kelak, jangan pernah mempermasalahkan sesuatu yg sepele, bicarakanlah segala sesuatu nya dengan hati dan pikiran yg dingin.."
itu adalah pesan ibu Ara untuk Ian dan lagi-lagi Ian hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia setuju dan berjanji.
"tolong kamu jaga anak ibu ya sayang, ibu percaya kamu bisa menjadi istri dan ibu yg baik untuk anak-anak mu nanti, semoga kau selalu bahagia dalam rumah tangga mu, turuti perkataan suami mu yg menurut mu baik, jika itu tidak baik bagi mu maka bicarakanlah dengan suami mu, jaga nama baik suami dan keluarga mu.."
itulah pesan mamih Ian pada Ara, Ara pun tersenyum dan memeluk ibu mertuanya itu.
"kamu pasti bisa menjaga anak papi, papi serahkan segala urusan nya kepada mu nak, jangan mudah percaya dengan segala sesuatu yg belum pasti, selalu bicarakan segala sesuatunya dengan suami mu.."
pesan dari papi Ian pada Ara, ara pun tersenyum mengangguk dan memeluk papi mertuanya itu..
acara pun berlanjut, karena hanya keluarga inti saja yg hadir di acara akad ini, maka hanya ada acara ucapan selamat, pemberian kado dan acara makan-makan kedua keluarga besar kedua mempelai.
acara pun berakhir sebelum siang hari karena kedua keluarga harus kembali bersiap-siap untuk acara resepsi nanti sore.
Ian mulai mencoba menggoda Ara dengan cubitan-cubitan kecil di tangan Ara.
Ara yg sedang mencoba melepaskan hiasan kepalanya pun mulai terganggu dengan kelakuan ian yg mengganggu nya.
a : "diamlah sayaang.."
i : "aku sudah tidak sabar menantikan malam hari.."
a : "memangnya ada apa dengan malam hari ?"
goda Ara pura-pura bertanya..
i : "ayolah sayang, jangan pura-pura kau tidak tau apa yg aku inginkan.."
Ara mencoba acuh pada perkataan ian menahan tawa nya karena melihat ekspresi Ian yg aneh saat menggodanya.
__ADS_1
a : "ayolah sayang, nanti sore sampai malam kita akan sibuk dengan para tamu yg berdatangan.."
i : "aku tidak peduli, yg aku inginkan sekarang itu hanya kamu, bolehkah saat ini aku mencium mu ?? .."
tak ada jawaban dari Ara dan ian menganggap bahwa Ara setuju jika ian menciumnya, namun saat bibir Ian sedikit lagi menyentuh bibir Ara, tiba-tiba pintu kamar Ara terbuka dan datanglah beberapa MUA yg tadi keluar untuk membawa baju ganti Ara di dalam mobil mereka.
"sial, harusnya tadi aku menguncinya dulu.."
gumam ian dalam hati merasa kesal pada dara MUA tersebut.
"ah maaf mas mbak, kirain saya mas nya tidak ada di ruangan ini.."
ucap salah satu MUA.
Ara pun tersenyum melihat betapa kecewa nya Ian karena tidak jadi menciumnya tadi.
"tidak apa-apa mbak mas, ayo kita lanjutkan lagi.."
pinta Ara pada MUA tersebut.
Ian pun hanya diam di kasur dan mengotak-atik handphone nya Dengan kesal.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*