Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#28


__ADS_3

Ara dan ian sudah kembali pulang ke rumah.


ibu yg sedang berada di ruang tamu, sedang mengurus pekerjaannya, merasa terganggu dengan tingkah putrinya itu, yg saat ini sedang menyenderkan kepalanya di pundak ibunya dan menggeleng-gelengkan kepalanya Ian yg saat ini sedang duduk di kursi yg lainnya, melihat tingkah istrinya itu hanya bisa tersenyum.


ibu : "kenapa ??"


tanya ibu dan mulai menghentikan pekerjaannya.


a : "nggak kenapa-kenapa ko.."


jawab Ara sambil tersenyum menunjukan barisan giginya.


ibu : "oh ya, kenapa pulang nya sore banget, kalian abis darimana ?"


a : "nggak dari mana-mana ko Bu, tadi pas udah kelar urusan sama ka Jo, trus kita jalan-jalan di taman, udah itu pulang deh.."


ibu : "so sweet yaa.."


ledek ibu.


ibu : "oh ya, gimana kata nak Jo ??"


a : "ka Jo bilang kita harus berangkat, nanti hari ke 3 atau ke 4 ka Jo bakalan nyusul sama Dewi.."


ibu : "Dewi ??"


a : "iya bu, Dewi.."


ibu : "loh, kenapa Dewi ??"


tanya ibu penasaran.


a : "iya, soalnya Dewi kan sahabat aku dan Dewi juga asisten pribadinya ka Jo, ya udah sekalian aja katanya nya.."


ibu : "seperti itu.. kapan kalian akan berangkat ?"


i : "lusa Bu.."


ibu : "lusa ya, ya udah kalian siap-siap gih sana, beres-beres apa aja yg mau kalian bawa, bir besok-besok nggak terlalu dadakan beres-beres nya.."


a : "Ara tau.. secara nggak langsung ibu ngusir Ara sama Ian kan ? biar nggak gangguin ibu lagi..?"


ledek Ara pada ibunya, ibu pun hanya tersenyum dan memalingkan pandangannya ke arah lain.


a : "ya udah deh, kalo gitu Ara sama ian ke kamar dulu ya Bu, by ibuuu.."


ujar Ara sambil mencium pipi kiri ibunya.


i : "kita ke kamar dulu ya Bu.."


ibu : "iyaa.."


akhirnya Ara dan ian pun pergi ke kamar mereka dan meninggalkan ibu dengan pekerjaannya yg belum selesai.


sesampainya di dalam kamar.


a : "mau beres-beres sekarang atau besok aja ??"

__ADS_1


tanya Ara pada suaminya.


i : "terserah kamu aja.."


a : "ya udah, sekarang kita beres-beres sedikit dulu aja kali ya, besok sebagiannya lagi, sekalian besok kita belanja dulu barang-barang yg nggak ada.."


i : "terserah kamu sayaaang.."


jawab Ian memeluk pinggang ara dari belakang dan menyimpan dagunya di pundak kanan istrinya.


Ara yg mendapat pelukan dari belakang pun memegang pergelangan tangan Ian yg ada di perutnya dan merasakan kehangatan diantara mereka berdua dan saling memejamkan mata.


i : "sudah ah, sebentar lagi magrib, kamu bersih-bersih dulu sana udah bau asem.."


a : "kamu tuh yaaa, baiklah suami kuuu, istri mu akan bersih-bersih duluan.."


Ian pun melepaskan pelukannya.


sementara di tempat lain...


setelah selesai dengan pekerjaannya masing-masing.


j : "sudah waktunya pulang.."


d : "iya pak.."


dewi pun bergegas merapikan meja kerjanya dan mengambil tas nya. di gantungkan tas nya di pundak sebelah kiri dan membawa beberapa dokumen di tangan kirinya. kemudian bergegas mendahului Jo untuk membukakan pintu untuk bos nya itu keluar ruangan.


d : "silahkan pak.."


setelah keduanya berada di luar ruangan, Dewi pun menutup kembali pintunya dan mulai menyusul langkah Jo yg tadi sudah berjalan terlebih dahulu.


terlihat sudah tidak ada satu orangpun di ruangan tersebut karena mereka sudah pulang duluan.


j : "kamu pulang naik apa ?"


d : "aku bawa mobil ko ka.."


j : "ooh, syukurlah.."


sesampainya di depan kantor, Jo sudah di tunggu oleh supirnya.


j : "saya duluan ya.."


d : "silahkan pak.."


disitulah Dewi dan Jo berpisah.


*malam harinya...


saat Dewi sedang mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"saya sudah kirimkan lewat e-mail.."


kira-kira begitulah pesan singkat yg di kirimkan Jo pada Dewi.


Dewi pun langsung membuka e-mail nya.

__ADS_1


e-mail yg Dewi dapat dari Jo adalah data pribadi mengenai dirinya, tentang hal-hal yg penting mengenai dirinya tapi sebenarnya kebanyakan isi di dalamnya merupakan hal-hal yg menurut Dewi sedikit konyol.


entah apa yg Jo pikirkan, entah ini hanya merupakan sebuah alibi, modus atau Lin sebagainya, tapi Jo ingin Dewi mengetahui segalanya tentang Jo dan Jo pun ingin mengetahui setidaknya meskipun hanya sedikit mengenai Dewi.


Dewi pun tersenyum saat membaca biodata pribadi yg Jo kirimkan kepadanya.


d : "apa maksud ka Jo mengirimkan datanya serinci ini coba ? apa aku harus tau semua tentangnya ? apa dulu sekretaris ka Jo juga tau semua tentang ka Jo seperti ini ??"


"kirimkan data kamu secepatnya.."


"apa-apaan ka Jo ini, aku belum juga selesai membaca datanya, dia sudah minta data aku ngirimin data aku.."


cibir Dewi saat melihat pesan dari Jo.


d : "aku sedang membuatnya, mungkin setengah jam lagi baru selesai.."


j : "baiklah, kerjakanlah dan segera kirim pada ku.."


begitulah kira-kira isi percakapan pesan antara Dewi dan Jo untuk saat ini.


Jo yg sedari tadi menunggu kiriman e-mail data pribadi Dewi pun hanya bisa terus melihat ke arah jam dinding dan sesekali meminum kopi yg sedari tadi menemaninya kegusarannya.


akhirnya setelah setengah jam menunggu.


"akhirnyaaaa... coba kita lihat apa yg bisa aku tau tentang kamu..."


dengan hati yg berbunga dan senyum yg menghiasi bibir nya dengan mata yg berbinar, Jo pun akhirnya membuka e-mail yg di kirimkan Dewi.


dengan teliti, Jo pun membuka dan membaca setiap kata yg tertuliskan dalam e-mail tersebut.


Dewi mengirimkan semua data tentang dirinya. mulai dari nama, tempat tanggal lahir, alamat, nama orangtua, bahkan hobi, cita-cita dan hal-hal kecil tentang apa yg dia suka dan yg dia benci juga lain sebagainya dia tuliskan dalam e-mail tersebut.


setelah selesai membacanya, entah sadar atau tidak, Jo melompat kegirangan sambil berteriak-teriak tak jelas melompati sofa, kasur dan lain sebagainya.


setelah merasa lelah, akhirnya Jo pun terduduk di sofa nya dan mulai menyadari kelakuannya barusan.


j : "tunggu, apa yg sudah aku lakukan ? aku seperti anak kecil saja, melompat kesana kemari hanya karena sebuah e-mail dari seorang dewi..?? oh my God.. apa aku sudah gila ??"


Jo pun mengacak-acak rambut nya sendiri.


j : "aaah, kenapa aku ini ?? apakah sekarang aku sudah mulai menyukainya ?? apa Dewi juga menyukai ku ?? oooh, aku bisa gila jika memikirkan nya saja.. apa aku harus terus terang saja pada Dewi ? tapi itu tidak mungkin untuk saat ini.. apa aku minta bantuan Ara ?? ya mungkin aku harus minta bantuan Ara ? tapi, apa Ara mau membantu ku ?? tapi aku juga belum pasti dengan perasaan ku sendiri.."


itulah sedikit dari sekian banyaknya pemikiran jo yg rumit..


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2