Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#72


__ADS_3

keesokan hari nya....


sesuai rencana sebelumnya, kalau hari ini, Jo dan Dewi akan pergi ke butik untuk mencoba baju pengantin mereka. Jo menjemput Dewi ke rumah nya, tak perlu waktu lama Dewi dan Jo pun langsung berangkat menuju butik.


selama perjalanan menuju butik, Dewi terlihat senyum-senyum tipis, membuat Jo penasaran, apa yg sedang di pikirkan oleh calon pengantinnya itu.


"kenapa ? dari tadi aku lihat kamu senyum-senyum terus.."


"hah, ooh, nggak, aku cuman lagi flashback aja, dari awal kita kenalan, nggak tau nya bakalan ke pelaminan.."


jawab Dewi sambil tersenyum.


sesampainya di butik, Jo dan Dewi langsung masuk ke dalam butik tersebut, ternyata kedatangan mereka sudah di tunggu oleh sang pemilik butik dan juga desainer nya.


"selamat datang tuan, nona.."


ujar pemilik butik.


"suatu kehormatan bagi saya dan staf saya bisa menjadi dari bagian acara istimewa keluarga anda tuan.. mari, saya antar ke dalam untuk langsung mencoba gaun dan jas nya.."


Jo dan Dewi pun mengikuti sang pemilik butik.


"silahkan nona, gaun anda sudah ada di dalam, saya juga sudah siapkan staf untuk membantu anda menggunakannya.. silahkan tuan, anda bisa mencoba baju anda di ruangan sebelahnya.."


tunjuk pemilik butik pada ruangan ganti yg saling bersebelahan.


Jo sudah memakai pakaian nya dan keluar dari bilik gantinya, saat Jo sedang mengancingkan jas nya, Dewi keluar dari ruangannya dengan menggunakan gaun yg sangat indah saat di pakainya.


lekuk tubuh nya yg indah, pinggang yg ramping, ekor gaun yg menjuntai melebar menutupi lantai, meskipun hanya dengan riasan wajah yg natural dan rambut yg di gelungkan saja membuat Dewi terlihat cantik.


Jo pun terpaku melihat dewi, seperti sedang melihat Dewi yg turun dari kayangan.


"kenapa ? nggak cocok ya ?"


tanya Dewi pada jo, karena Jo hanya diam saja sedaritadi.


"nggak ko, kamu cantik.."


jawab Jo membuat Dewi malu.


"cantik sekali, nona memang benar-benar cantik, cantik yg natural.."


puji sang pemilik butik.


"bagaimana nona ? apakah ada sesuatu yg tidak nyaman saat nona memakainya ? seperti apakah ekor gaun terlalu panjang, kurang pas badan nya atau lainnya.."


ujar sang desainer.


"tidak ada, semuanya baik, sangat pas dan gaunnya juga sangat indah, saya suka.."


jawab Dewi memberikan pujian pada sang desainer.


"terimakasih nona.."


"bagaimana tuan..?"


tanya pemilik butik pada Jo.


"ini juga sudah cukup, bagus.."


jawab Jo.


"terimakasih tuan.. baiklah, ini ada beberapa jas lagi yg harus tuan coba dan nona juga bisa mencoba beberapa gaun nona lagi.."


Jo dan Dewi pun mencoba beberapa pakaian mereka lagi sampai mereka selesai saat jam makan siang, lalu mereka segera bergegas menuju sebuah kafe.

__ADS_1


saat jam makan siang, Jo dan Dewi sudah ada janji dengan perusahaan catering.


Jo dan Dewi pun di tunggu oleh pemilik perusahaan catering yg akan menjadi penyaji hidangan di acara pernikahan mereka di kafe yg sudah mereka reservasi sebelumnya.


"maaf pak, apa saya terlambat ?"


ujar Jo yg baru datang menghampiri.


"ah tuan, tidak, sama sekali tidak, saya juga baru datang, silahkan tuan, nona.."


jawab sang pemilik catering dan mempersilahkan Jo dan Dewi untuk duduk.


"silahkan tuan, nona.. selagi tuan dan nona menyantap hidangan nya, saya permisi mempersiapkan dulu semuanya, permisi.."


"iya, silahkan.."


jawab Jo, Jo dan Dewi pun bisa makan siang dengan tenang, berdua saja.


setelah selesai makan, pemilik catering pun kembali duduk dan mejelaskan semuanya.


tiba saatnya Jo dan Dewi mencicipi makanan apa saja yg akan di hidangkan nanti untuk para tamunya.


beberapa staf membawakan beberapa jenis makanan dan minuman ke meja dimana Jo dan Dewi berada.


Jo dan Dewi mencicipi sedikit demi sedikit makanan-makanan dan minuman yg tersedia dan memilih beberapa yg akan menjadi hidangan di acara mereka.


setelah selesai, Jo dan Dewi pun pulang.


acara hari ini memang sangat padat, membuat Jo dan Dewi merasa kelelahan.


3 hari lagi, Jo dan Dewi akan memulai kehidupan mereka yg baru.


"cape ya ?"


ujar Jo pada Dewi yg sedang menyandarkan badannya di kursi relaksasi yg ada di rumahnya Dewi.


jawab Dewi kemudian bertanya.


"menurut mu ?"


jawab Jo.. Dewi pun kemudian berdiri berjalan ke arah Jo dan memegang tangannya.


"duduklah disana.."


ujar Dewi yg mengetahui bahwa Jo sama lelahnya dengan dirinya.


"kamu saja yg duduk di sana, kamu lebih membutuhkan itu.."


jawab Jo.


"nggak, kamu aja yg duduk disana, cobain deh.. aku bisa nanti, ini kan rumah ku, nanti kalo kamu udah pulang, aku bisa pake lagi.."


jawab Dewi sambil tersenyum.


"dasar.."


jawab Jo ikut tersenyum kemudian duduk di kursi relaksasi. tak berapa lama Jo terlihat sangat menikmati pijatan dari kursi relaksasi tersebut dan membuatnya terlihat tertidur.


melihat Jo yg tertidur, membuat Dewi tidak tega untuk membangunkannya. Dewi pun memilih untuk beristirahat di sofa panjang dekat kursi relaksasi sambil mendengarkan musik lewat earphone, sampai Dewi pun ikut tertidur.


ibu Dewi yg melihat mereka berdua pun hanya bisa tersenyum tanpa ingin mengganggu mereka. ibu Dewi pun memilih untuk memasak di dapur untuk makan malam mereka nanti.


Jo terbangun saat adzan magrib terdengar, mungkin karena faktor kelelahan, jo baru sadar kalau dia tertidur. saat Jo melihat ke sampingnya, di melihat Dewi yg sedang tertidur kemudian tersenyum.


"ayo bangun, udah adzan magrib.."

__ADS_1


ujar Jo menepuk pundak Dewi perlahan untuk membangunkannya.


Dewi yg merasa tidurnya terganggu pun hanya menggelisik dan memperbaiki posisi tidurnya.


"ayo bangun, kita sholat dulu, waktu magrib cuman bentar loh.."


ujar Jo lagi, Dewi yg mulai sudah sedikit sadar pun terkejut saat melihat wajah Jo ada di depan wajahnya.


"ah, astaghfirullah.."


ujar Dewi sambil memegangi dadanya.


"udah pada bangun ya.."


ucap ibu menghampiri Jo dan Dewi.


"ayo cepat ambil wudhu.."


perintah ibu pada Jo dan Dewi.


Jo dan Dewi pun menuruti perintah ibu.


mereka pun sholat berjamaah.


setelah selesai berjamaah, mereka pun langsung makan malam.


di meja makan..


"3 hari lagi kalian akan menikah, mamah mau, kalian jangan terlalu sibuk, jangan sampai kalian sakit atau lain sebagainya, jaga kesehatan kalian dan mulai besok, Jo sudah nggak boleh ketemu sama Dewi lagi ya.."


ujar ibu dewi.


"loh, kenapa mah ?"


tanya dewi.


"nggak kenapa-kenapa, ini tuh cuman kaya adat aja, di pingit, biar nanti pas acara pernikahan kalian, Jo pangling pas lihat dewi.."


"ooh,.."


jawab Jo dan Dewi bersamaan.


"oh ya, jangan coba-coba video call'an juga ya, awas aja kalo kalian video call.."


ancam ibunya Dewi dengan nada bercanda.


mereka pun melanjutkan makan malam mereka sampai akhirnya Jo berpamitan untuk pulang.


*


*


*


*


*


*


*


di titik terendah ku, aku pernah berfikir untuk mengakhiri semuanya..


namun semua pikiran kotor itu aku buang jauh", saat aku melihat orang" di sekitarku yg masih sangat menyayangiku selalu ada di samping ku untuk selalu memberikan ku keyakinan untuk tetap melanjutkan hidup ku..

__ADS_1


meskipun banyak cobaan yg datang, ingatlah, kita tidak pernah sendirian...


__ADS_2