
setelah menempuh perjalanan yg cukup lama, akhirnya Ara dan ian pun tiba di tempat tujuan mereka.
saat mereka baru saja keluar dari pintu keluar bandara, tiba-tiba ada seorang pria dengan setelan khas seorang pengawal mendekat Ara dan ian.
pengawal : " is it true that you are Mr. Ian and Miss Ara ??"
tanya pengawal tersebut menggunakan bahasa Inggris, yg merupakan bahasa internasional.
i : "yes right, who you are ??"
tanya balik ian.
pengawal : "I am Mr. Jo's personal bodyguard, I was ordered by Mr. Jo to pick up Mr. and Ms.. my name is Carl.."
a : "Jo ?? ka Jo ??"
tanya Ara memastikan dan pengawal itu pun hanya menganggukkan kepalanya karena dia mengerti dengan perkataan barusan yg menyebutkan nama tuannya.
i : "wait, I'll confirm it first.."
Ian pun memutuskan untuk menelpon Jo.
di Maladewa sekarang pukul 8 malam lebih, sedangkan di Jakarta sekarang baru pukul 6 sore.
setelah selesai menelpon, Ian pun menganggukkan kepalanya kepada Ara, sebagai tanda bahwa itu memang benar orang suruhan Jo.
Ara dan ian pun di persilahkan untuk mengikuti pengawal tersebut ke arah sebuah mobil yg akan menjadi kendaraan mereka saat disana.
Ara tertegun saat melihat orang suruhan Jo menjemput Ara dan ian menggunakan kendaraan yg cukup mewah.
Ara dan ian pun selama ini tidak mengetahui pasti bagaimana kehidupan pribadi Jo. karena mereka berteman tidak untuk saling memamerkan kekayaan tapi karena memang mereka ingin memiliki teman yg tulus saat berteman, bukan karena kaya atau ingin di akui oleh orang lain.
saat di dalam perjalanan, Ara tak henti-hentinya mengagumi keindahan dekorasi interior mobil tersebut, begitu nyaman dan berkelas. sedangkan ian, entah apa yg ada di dalam pikirannya, ia hanya tersenyum kecil dan sesekali mengangguk-anggukkan kepalanya.
mobil pun terus melaju menyusuri jalanan yg di penuhi dengan pemandangan yg indah. hingga pada akhirnya mobil tersebutpun berhenti tepat di depan sebuah villa yg sangat indah dan nyaman.
saat Ara turun, menginjakkan kakinya dan memasuki villa tersebut, Ara hanya bisa membuka matanya lebar-lebar dan membuka sedikit mulutnya, betapa Ara sangat terkagum dengan dekorasi villa tersebut.
nuansa yg diberikan begitu sangat hangat, membuat setiap orang yg menghuni villa tersebut akan merasa nyaman jika memang harus tinggal di villa tersebut dalam waktu yg lama sekalipun.
Ara dan ian pun di arahkan oleh pengawal Jo kedalam suatu ruangan yg akan menjadi tempat mereka menginap untuk 1 Minggu ke depan.
pengawal : "This is a room for you, we have prepared all the necessities, the people who will clean and cook will come in the morning.."
Ara dan ian hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.
pengawal : "okay, I have to go now, have a good rest .."
__ADS_1
pamit pengawal tersebut pada Ara dan ian.
Ara dan ian yg merasa kelelahan pun memutuskan untuk membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu sebelum makan malam dan setelah itu mereka akan beristirahat.
*pagi harinya...
bak terasa masih di alam mimpi, Ara yg membuka mata nya perlahan dan mendapati wajah suami nya lah yg pertama kali ia lihat di pagi hari di tempat yg indah dan memang sedari dulu Ara ingin kunjungi.
a : "selamat pagi suami ku.."
ujar Ara sambil menyenderkan kepalanya di dada kiri suami nya dan memeluk tubuh suaminya dengan penuh kehangatan.
i : "selamat pagi istri ku.."
jawab Ian sembari mencium kepala ara. dan membelai rambut Ara.
a : "hari ini kita mau kemana dulu ??"
i : "ayolah sayaang, ini acara honeymoon loh, buka studytour.."
a : "iya aku juga tau, tapi kan seenggaknya kita harus menikmati semua fasilitas ini.."
i : "besok aja ya kita jalan-jalan nya.."
Ara yg mendengarkan perkataan suaminya itu langsung menengadahkan wajahnya memandang ke arah suaminya dengan tatapan kesal.
a : "aku mau nya sekarang.."
i : "sayaaang, Kitakan harus melakukan hal yg seharusnya kita lakukan dari Minggu kemarin loh.."
goda ian pada Ara.
a : "apa ???"
i : "ayolah sayang, jangan pura-pura tidak tau.."
Ian semakin menggoda Ara dengan kata-kata nya. namun di balik godaan itu pun tersimpan suatu hal yg terselubung.
a : "apaan sih sayang.."
Ara mulai panik mendengar perkataan ian yg menurutnya menggelikan untuk di bahas saat ini dan Ara pun sedikit menjauhkan tubuhnya dari Ian.
i : "ayolah sayaaang.."
goda Ian sambil terus memajukan tubuhnya, membuat tubuh Ara semakin mundur menjauh dan tersudutkan di pinggir ranjang.
Ara bingung harus berbuat apa, dengan sadar atau tidak, Ara berkata..
__ADS_1
a : "baiklah, kita akan melakukannya nanti malam, tapi hari ini aku mau kita jalan-jalan dulu.."
Ian yg mendengar perkataan Ara pun merasa senang, karena dirinya benar-benar akan melakukannya nanti malam.
Ian pun berhenti menggoda Ara dan kembali pada posisi duduk nya semula.
Ara yg merasa sudah aman pun membenarkan duduknya kembali.
i : "baiklah, kalau kamu sudah berkata seperti itu.."
Ian pun bangun dari duduknya dan berjalan ke luar kamar dengan tersenyum penuh kemenangan.
Ara yg masih terduduk di ranjang pun hanya bisa menghela nafas dalam.
a : "aah sudahlah, kenapa aku harus ragu, malu atau lain sebagainya, lagi pula aku akan melakukannya dengan suami ku ini.. lebih baik sekarang aku mandi dan bersiap.."
ujar Ara pada dirinya sendiri dan kemudian bergegas ke kamar mandi.
Ian yg sedang berada di teras depan villa dengan membawa segelas air mineral di tangan kanannya, memilih untuk berjalan-jalan mengelilingi villa tersebut sambil menikmati suasana dan udara segar.
"enak juga disini.. udaranya ringan dan bersih, pemandangannya yg bagus, langitnya yg biru, pantesan aja Ara pengen banget kesini.."
ujar ian pada dirinya sendiri saat sedang berkeliling.
Ian pun memutuskan untuk duduk di salah satu kursi taman yg ada disitu. menyenderkan punggungnya dan menyimpan gelas yg sedari tadi ia bawa di sebuah meja yg terbuat dari ukiran kayu.
taman hijau dan laut biru yg terbentang sejauh mata memandang menjadi pandangan yg Ian nikmati saat ini..
"nggak nyangka gue, kalo Lo orang yg kaya gini Jo.. makasih Jo, Lo udah ngasih gue sama Ara kesempatan buat bisa kaya sekarang.. semoga yg jadi pendamping Lo nanti adalah wanita yg tepat buat hidup Lo.."
ujar ian pada dirinya sendiri, mengingat kebaikan yg Jo berikan untuk mereka namun saat Ian mengingat kebaikan Jo, Ian pun merasa penasaran dengan kehidupan Jo lainnya. ian tidak tau Jo org yg seperti apa, karena yg Ara dan ian tau, Jo adalah sahabat mereka, terlepas dari apapun itu.
*
*
*
*
*
*
*
"berperilakulah baik, jangan karena ingin di lirik...
__ADS_1
bertutur katalah yg bijak, jika kau tidak ingin di injak...
bersikaplah taat, jika kau tak ingin tamat..."