Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
tinggal di rumah mewah


__ADS_3

tapi niat rampok itu gagal karena intan langsung menangkisnya dengan tangannya dan akhirnya tangan intan menjadi korban ,tangan kanan intan yang terkena pisau itu dan menjadi sobek


"aaaaa ,, tolong tolong"teriak ibu itu tapi tak ada yang berani menolongnya karena semua orang pun takut dengan benda tajam, karna tak ada yang berani menolong intan ibu itu malah berlari ke arah intan ia berniat ingin menyelamatkan intan namun yang terjadi bukan seperti itu


"bip bip bip"suara klakson mobil bosk besar ke arah ibu itu


di sisilain teman rampok yang bertugas mengendarai motor pun melajukan motornya ke arah temannya yang sedang berhadapan dengan intan dan mengajaknya kabur merekapun berhasil kabur


intan langsung berlari dan mendorong ibu itu ke pinggir sambil menyelamatkan dirinya , namun intan malah terserempet mobil itu dan membuat intan jatuh terguling guling sampai kepalanya terbentur tiang lampu yang ada di pinggir jalan , saat itu intan tak sadarkan diri


*****


"aww aduh di...dimana ini?"tanya intan sambil memegang kepanya yang terasa sakit


"kamu sudah bangun ?" tanya ibu itu


"ibu ? ibu bagaimana ibu tidak apa apa ?"tanya intan dengan khawatir , seketika ibu itu terdiam


"anak ini benar benar baik sekali , baru kali ini aku menemukan orang seperti dia "gumam ibu itu dalam hati


"bu ?"panggil intan dengan lembut


"ah ibu tidak apa apa , yang harus di khawatirkan tuh kamu bukan saya !"jawab ibu dengan senyum kagumnya


"syukurlah ibu tidak apa apa " jawab intan membuat ibu itu kagum


"siapa nama kamu nak ?"tanya ibu itu


"saya intan bu" jawab intan


"ibu siapa?" tanya intan


"saya indah wijaya "jawab indah


"ibu indah ?"tanya intan dengan wajah kaget


"iyaa saya"jawabnya


"ibu saya bekerja di restoran milik ibu "ucap intan semangat karena ia bertemu langsung dengan pemilik reatoran tempat ia bekerja, ia tahu dari rekannya bahwa pemilik restoran itu adalah bu indah wijaya namun ia tak tahu orangnya seperti apa dan bagaimana , tapi sekarang ia tahu


"saya tahu , apakah kamu sadar saya selalu memperhatikan ketika kamu bekerja dan ketika kamu di tindas oleh temanmu yang menjadi pelanggan , kamu selalu menghadapinya dengan sabar saya kagum "ucap indah yang membuat intan kaget


"ibu selalu memperhatikan saya?" tanya intan lagi , dan indah pun mengangguk pelan

__ADS_1


"saya punya hutang budi pada kamu "ucap indah


"ahh tidak apa apa bu saya melakukannya dengan ikhlas , jadi ibu tidak perlu berhutang apa apa pada saya !"seru intan yang lagi lagi membuat indah kagum


"kamu tinggal dengan siapa?"tanya indah , entahlah kenapa indah tiba tiba menanyakan hal itu


"saya ...saya sendiri "jawab intan dengan ragu


"kebetulan sekali saya ingin kamu tinggal dengan saya ,bagai mana ?"tawar indah


"saya...


"maaf bu saya akan periksa kondisi pasien !"kata dokter yang barusan datang


"ouhh iya silahkan "jawab indah


"kondisinya sekarang lebih baik , benturan di kepalanya tidak menyebabkan lukaparah dan tangannya tidak boleh terkena air dulu karena akan memperlama proses penyembuhan!" jelas dokter itu


"baik dok , apa pasien sudah boleh di bawa pulang ?" tanya indah


"boleh , tapi harus rutin mengompres bagian kepala yang terbentur dengan air hangat agar tidak ada darah membeku di bagian itu!"perintah dokter itu


"baik dok" jawab indah


"hah tapi...


"ayo gak ada tapi tapian , emang kamu betah di rumah sakit ?"tanya indah sambil terkekeh


"aaa iya iya "jawab intan dengan senyum terpaksa


intan dan bu indah pun keluar dari ruangan tadi mereka sekarang menuju lift , sampai di bawah mereka menaiki mobil milik bu indah , sebelumnya indah tadi sudah menyuruh agar supirnya menjemput di rumah sakit mutiara kasih , intan hanya mengikut saja walau pun ia tidak tahu akan pulang ke mana


merekapun masuk kedalam mobil dan mobilpun melaju dengan kecepatan sedang , ditengah jalan intan bertanya pada indah kemana ia akan di bawa


"bu kita pulang kemana ?"tanya indah


"saya akan bawa kamu kerumah saya !"seru indah sambil terus senyum


"tapi saya...


"sssttt gak ada tapi tapian ya !"seru indah lagi


"mmm...ibu kenapa dari tadi senyum terus ?"tanya intan karena dari tadi indah tersenyum terus ,intan tidak tahu bahwa indah sedang membayangkan jika intan tinggal di rumahnya mungkin anak tunggal laki lakinya akan mendapatkan teman ,pikir indah

__ADS_1


"bu?"pangil intan dengan pelan


"ah iya "kaget indah dari lamunannya


"ibu kenapa ko senyum senyum sendiri si?"tanya intan lagi


"oh gak apa apa ko"jawab indah dengan wajah yang sangat senang


"eumm "gumam intan


"aduh gimana ini ko aku malah mau di ajak kerumah bu indah, aku harus gimana ??"gumam intan dalam hatinya dengan penuh tanda tanya


setelah setengah jam di perjalanan akhirnya mereka sampai juga di depan rumah mewah bak istana , mobil yang mereka tumpangi pun masuk kedalam gerbang besar itu, setelah turun dari mobil mereka hendak masuk namun intan masih ragu


"bu.."panggil intan


"ayo jangan malu "ajak indah


"ii..iiya bu"jawan intan dengan terpaksa


mereka sudah masuk dan intan sangat terpukau akan keindahan rumah bu indah, setiap langkah intan selalu melihat kanan kirinya dengan takjub


"aduh kalo aku tinggal di sini manamungkin aku gak betah ,hehehe"gumam intan dalam hati sambil terkekeh


"bi imah "panggil indah pada pelayan yang bekerja di sana , bi imah pun segera datang


"iya nyonya "jawab bi imah , umur bi imah mungkin sudah empat puluh lima tahunan ia sudah sangat lama mengabdi menjadi ART di rumah bu indah ,mungkin sudah sepuluh tahunan ia menjadi ART di rumah bu indah


" bi tolong siapin kamar untuk intan ya !"perintan indan dengan nada lembut sambil menunjut orang yang ia sebut intan


"siap nyonya "jawab bi imah sambil mengacungkan jempolnya


"oh iya sekalian bikinin makan malam untuk intan ,trus anterin aja ke kamarnya ya !"perintan indah yang di iakan oleh bi imah


"mari non saya antar "ajak bi imah


"iya bi "jawab intan sambil mengikuti langkan bi imah


setelah sampai di depan kamar yang akan di tempati intan bi imah pun pamit untuk membuatkan makan malam untuk intan


"silahkan non masuk istirahat dulu , saya nanti balik kesini lagi nganterin makan malam buat non "ucap bi imah dan langsung melangkah turun untuk ke dapur


"iya makasih bi "ucap intan sebelum bi imah meninggalkannya

__ADS_1


intan masuk kedalam kamar dan dia sangat kagum dengan kamar yang akan ia tempatinya karna begitu jauh berbeda dengan kamar yang di rumah dulunya


__ADS_2