
kemarin pagi, setelah pulang dari perjalanan jauh, ara-ian, dewi-jo pun memutuskan untuk kembali beristirahat, meskipun sebenarnya mereka menempuh perjalanan malam dan bisa beristirahat dengan tenang di dalam pesawat, namun tetap saja, badan mereka tidak bisa di bohongi, kalau mereka sangatlah lelah. saking lelahnya, mereka beristirahat hingga lupa waktu.
di rumah Ara yg memang sedang tidak ada siapa-siapa, karena para pekerja berada di paviliun, membuat Ara dan ian bisa beristirahat dengan tenang.
begitu juga dengan Jo, siapa yg berani menganggu nya saat dia sedang istirahat.
Dewi juga begitu, meskipun di rumahnya ada ibunya, namun karena ibunya merasa kasihan pada anaknya, ibu Dewi pun memilih untuk tidak mengganggu waktu istirahat anaknya itu.
*keesokan harinya...
Ara yg sudah bangun pagi lebih dulu karena merasa tidurnya sudah cukup, memutuskan untuk memasak dan menyiapkan segala keperluan suaminya.
Ara yg sedang berada di dapur, sedang fokus dengan masakannya yg ada di dalam wajan, terkejut saat ada sebuah tangan yg memegang pundaknya. saat Ara membalikkan badannya dan melihat orang tersebut, Ara pun tersenyum.
"ibu, kapan ibu pulang ? Ara kaget tau, kirain tadi tangannya Ian, tadinya Ara mau nimpuk pake sodet ini.."
ujar Ara panjang lebar kemudian memeluk ibunya.
"baru aja ibu Dateng, lusa juga ibu berangkat lagi.."
"aaah, padahal aku kangen banget sama ibu.."
manja ara
"udah ah malu, peluk-peluk ibu terus, udah punya suami juga, nggak malu apa.. itu masakan kamu terusin dulu, ibu simpen barang dulu ke kamar.."
ibu Ara pun kembali ke kamarnya, Ara juga sesegera mungkin menyelesaikan masakannya dan Ian juga sudah bangun dan bersih-bersih.
di meja makan...
"pagi sayang.."
ujar ian pada Ara.
"pagi sayang, bentar ya, aku panggil dulu ibu biar sarapan bareng.."
"ibu udah pulang ?"
Ara hanya tersenyum dan mengangguk kemudian pergi menuju kamar ibunya.
mereka bertiga pun sarapan bersama dan saling bertukar cerita. mulai dari bagaimana keadaan dan kabar di Jepang, bisnis ayah nya, liburan Ara dan ian, foto-foto mereka dan lain sebagainya.
di pagi yg sama di tempat yg berbeda, Dewi tengah bersiap-siap untuk berangkat bekerja, namun saat dewi akan keluar kamar, ponselnya berbunyi dan itu dari atasan sekaligus kekasihnya "Jo".
Dewi pun menjawab panggilan dari Jo sambil menuruni anak tangga menuju meja makan.
"iya, ada apa ka ?"
"hari ini kamu nggak usah ke kantor.."
"loh, kenapa ?"
"aku ijinin kamu buat istirahat hari ini, kamu boleh mulai kerja lagi besok, hari ini aku juga nggak ke kantor.."
"ooh, ya udah, makasih infonya ya ka.."
"iya.."
sesaat tidak ada suara yg terdengar dari balik telepon.
"ya udah, kalo gitu aku mau sarapan dulu bareng mamah, kasian mamah udah nungguin.."
"oh iya.."
sambungan telepon pun terputus.
setelah sambungan telepon terputus dan mendengar kalimat terakhir dari Dewi yg akan sarapan dengan ibunya, membuat Jo sedikit murung.
di tempat Jo sekarang, ia hanya makan sendirian tanpa ada yg menemaninya, memang seperti inilah kebiasaan Jo dari dulu, hidup sendirian hanya di temani para pelayan.
"sepertinya akan sangat hangat rumah ini kalau ada banyak orang yg tinggal disini.. apa aku harus mempercepat niat aku pada Dewi ?"
gumam Jo pada dirinya sendiri di meja makan yg kosong.
tanpa Jo tau, kalau asisten pribadi nya telah mendengar semuanya, bahkan nama Dewi sekalipun tak luput dari pendengaran nya.
__ADS_1
setelah sarapan, Ara, Ian dan juga ibunya Ara pergi menemui para pekerjanya dengan membawa hadiah yg kemarin Ara dan ian beli dari liburannya.
"assalamualaikum.."
"waalaikumsalam, mba Ara.."
jawab semua pekerja yg ada di rumahnya dengan nada bahagia saat mereka melihat siapa yg datang.
"apa kabar mba-mba nya aku ?"
"Alhamdulillah baik mba.."
"oh ya, aku ada sedikit hadiah buat mba-mba semua.."
Ara dan ian di bantu oleh ibunya pun membagikan hadiah yg sudah mereka siapkan sejak kemarin kepada para pekerjanya.
"semoga semuanya suka ya.."
setelah mendapatkan hadiah nya masing-masing, mereka pun akhirnya sedikit bercerita sebelum mereka bekerja.
"mah, hadiah yg aku beli kemarin, mau kita bagiin hari ini atau gimana ?"
"ya kalo menurut mamah sih mending bagiin sekarang aja sayang.."
Dewi dan ibunya pun bersiap-siap hendak berangkat dari rumahnya menuju rumah saudara nya yg dekat.
sedangkan Jo, hari ini ia tidak mempunya kegiatan apapun.
ia merasa sangat bosan jika harus sendirian di rumah, ia pun memutuskan untuk menghubungi Dewi. beruntung, Jo menghubungi Dewi saat Dewi sedang bersiap-siap.
saat mengetahui kalau Dewi akan mengunjungi rumah saudaranya, membuat Jo sangat antusias untuk mengantarnya. dengan senang hati dewi pun memperbolehkan jo untuk mengantar dirinya dan ibunya.
dengan semangat dan cepat, Jo bersiap-siap. tidak sampai 30 menit, Jo akan sampai di rumahnya Dewi.
"ayo sayang.."
"sebentar mah.."
"nungguin siapa ?"
"siap.......?"
belum sempat ibu Dewi bertanya siapa yg akan ikut bersama mereka, bel rumah berbunyi.
Dewi dan ibunya pun bersamaan menuju pintu.
saat pintu terbuka, Jo dan Dewi saling tersenyum dan saling tatap, saling mengagumi penampilan masing-masing.
"ooh, nak Jo yg ikut.."
ujar ibunya Dewi membuyarkan tatapan keduanya.
"iya Bu, bolehkan ?"
"ya boleh lah.."
"oh ya ini ada hadiah buat ibu.."
ujar Jo sambil memberikan hadiah yg dia belikan khusus untuk ibunya Dewi tanpa sepengetahuan Dewi sebelumnya.
ibunya Dewi pun menerimanya dengan senang hati kemudian berpamitan untuk menyimpan hadiahnya terlebih dahulu, karena jika lama-lama akan memakan waktu dan cuaca akan semakin panas.
setelah selesai menyimpan hadiah nya dan kembali menemui Dewi dan Jo, mereka bertiga pun akhirnya berangkat.
di dalam perjalanan, Jo dan Dewi duduk di kursi depan, sedangkan ibunya memilih untuk duduk di kursi belakang.
meskipun Jo dan Dewi hanya diam dan saling tersenyum malu-malu saja, namun ibunya Dewi sudah bisa menebak ada apa diantara mereka.
"kapan nak Jo akan datang ke rumah ?"
Jo dan Dewi pun saling menatap kemudian melihat ke secara bersamaan ke arah ibunya Dewi.
"maksudnya mamah ?"
ibunya Dewi tidak menjawab pertanyaan Dewi dan hanya memandang ke arah Jo yg masih menyetir. Jo yg mengerti maksud pertanyaan dari ibunya Dewi yg mengarah kemana pun dengan yakin menjawab..
__ADS_1
"insyaalloh secepatnya Bu.."
"baguslah.."
jawab ibunya Dewi tersenyum penuh kemenangan dan sarat akan arti kemudian mengotak-atik ponsel nya kembali.
mereka terus melanjutkan perjalanan mereka mengunjungi satu persatu rumah saudara Dewi yg dekat meskipun dengan suasana yg menurut Dewi menjadi sedikit kikuk, namun tidak dengan Jo dan ibunya.
setelah selesai bercengkrama, Ara dan ian juga memutuskan untuk mengunjungi rumah saudara mereka yg dekat untuk memberikan hadiah yg mereka punya.
ara-ian, jo-dewi dan ibunya pun berkeliling menuju rumah saudara masing-masing sampai sore hari. namun ibunya Dewi memutuskan untuk pulang duluan menggunakan kendaraan lain.
mereka pun menghabiskan waktu mereka masing-masing, makan siang dan makan malam bersama di luar rumah, juga sedikit berjalan-jalan.
saat malam hari setelah makan malam, Dewi dan Jo memutuskan untuk berjalan-jalan di area taman kota, ia pun menanyakan sesuatu yg membuatnya penasaran sedari tadi.
"ada apa sih ka.."
"apa ?"
"tadi yg kakak bilang ke mamah, secepatnya.."
"ntar kamu juga tau.."
jawab Jo sambil mencubit hidung mancung dewi kemudian pergi meninggalkan nya dengan sedikit berjalan cepat.
"kakaaaaak.."
Dewi pun berlari mengejar Jo yg sudah berada jauh di depannya.
dengan sedikit ngos-ngosan, akhirnya Dewi pun bisa menyamai langkahnya kembali dengan Jo. Jo pun merangkul pundak Dewi kemudian mengacak-acak rambutnya.
mereka menghabiskan waktu mereka berdua dan saling meyakinkan perasaan masing-masing.
Ara dan ian yg sedang berada di kamar mereka, setelah lelah seharian berkeliling, saling menyandarkan tubuhnya di sandaran kasur dan saling bercerita.
"sayang, gimana ya sekarang hubungan Dewi sama ka Jo setelah pulang dari liburan kemarin.."
"ya aku kira sih mereka udah ada kemajuan deh sayang.."
"semoga ya sayang.."
mereka pun melanjutkan obrolan mereka sampai mereka lelah dan tertidur.
"aku pulang, tolong sampaikan maaf aku sama ibu karena kemaleman nganterin kamu nya.."
"iyaaa.."
Jo pun memberanikan diri memeluk Dewi.
Dewi yg di peluk pun hanya diam dan tersenyum kemudian membalas pelukan Jo.
Jo pun melepaskan pelukannya dan mengemudikan mobilnya meninggalkan kediaman Dewi.
*
*
*
*
*
*
*
(Maaf ya untuk kalian yg memang menunggu up nya author. Author nggak bisa up tiap hari, soalnya lagi nggak enak badan.
Semoga kalian semua terobati dengan up ini.
Dan jangan lupa untuk selalu dukung author,
like, vote and leave good comments. terimakasih)
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗