
sesampainya di cafe yg dituju.
Jo dan Dewi memilih duduk di salah satu meja yg ada di sudut ruangan di pinggir jendela, entah mengapa, tapi itu adalah tempat favorit dewi jika makan atau nongkrong di cafe atau restoran.
sesaat setelah mereka duduk, pelayan pun datang dan memberikan menu.
j : "kamu mau pesen apa ??"
d : "apa aja pak.."
j : "ini di luar kantor dewiii.."
d : "ah ya, aku lupa.."
jawab Dewi tersenyum.
j : "ya udah, kamu mau pesen apa ??"
d : "aku mau ini aja, oh ya minum nya air mineral ya mba.."
j : "saya samakan saja.."
d : "loh, kenapa ka Jo nggak pesen yg lain aja ??"
j : "saya lagi males pesen.."
dalih Jo, tapi sebenarnya Jo hanya ingin mengetahui apa yg di sukai oleh Dewi.
j : "apa kamu sering kesini ?"
d : "dulu sih nggak terlalu, cuman ya semenjak kerja di kantor kakak, ya aku jadi lumayan sering kesini.."
jawab Dewi sambil tersenyum
d : "kakak sering kesini ?"
j : "ya lumayanlah, cuman nggak terlalu sering aja.."
d : "ooh, kirain sering, soalnya tadi kakak bilang ke supir kakak, ke cafe biasa.."
dewi kembali tersenyum dengan sedikit bersuara.
setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesanan mereka pun tiba. sang pelayan menghidangkan makanannya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
mereka pun makan dengan lahap.
j : "apa ini termasuk makanan kesukaan kamu ?"
lagi-lagi Dewi terkejut dengan ucapan Jo barusan.
d : "maksud kakak ?"
j : "ya, apakah itu makanan kesukaan mu ?"
d : "ah, aku tidak memilih-milih makanan ka, asalkan halal dan enak pasti aku makan, tapi kalau minuman, aku lebih suka air mineral.."
jawab Dewi tersenyum.
d : "lalu, apa makanan kesukaan kakak ? kali aja nanti pas ada meeting di luar, ada makanan yg tidak bisa kakak makan atau mungkin kakak memiliki alergi ??"
tanya Dewi pada Jo.
j : "aku sama aja kaya kamu, aku juga nggak punya alergi terhadap makanan atau minuman, tapi saya nggak bisa kalau harus minum minuman yg keras atau ada alkoholnya.."
jawab Jo dengan tersenyum. tak di sangka, Dewi akan menanyakan hal seperti itu pada nya.
j : "ya sudah, ayo kita kembali ke kantor.."
***skip perjalanan menuju kantor
j* : "nanti akan saya kirimkan semua yg harus kamu ketahui tentang saya, begitupun kamu, kamu harus mengirimkan saya semua yg harus saya ketahui tentang kamu*.."
__ADS_1
d : "baik pak.."
akhirnya mereka pun bekerja kembali di meja masing-masing.
Dewi pun berdiri dari duduk nya mengambil beberapa berkas yg sudah di susunnya dan berjalan menuju meja kerja Jo.
d : "oh ya pak, besok siang bapak ada jadwal meeting dengan perusahaan Adiguna, meeting akan dilaksakan di luar kantor sekaligus makan siang dan ini ada beberapa berkas yg harus bapak tandatangani.."
ujar Dewi sambil memberikan beberapa berkas pada Jo.
j : "baiklah, kamu atur saja dan kamu siapkan semuanya.. apa adalagi yg harus saya tanda tangani..??"
d : "tidak ada pak, kalau begitu saya permisi kembali ke meja saya.."
j : "iya.."
lagi dan lagi hanya ada kesunyian di ruangan tersebut sampai saat jam pulang kantor pun tiba.
j : "sudah saat nya jam pulang kantor, apa kamu tidak akan pulang ?"
tanya Jo pada Dewi.
d : "oh ya, mungkin nanti sebentar lagi.."
j : "kenapa ??"
d : "tanggung pak, pekerjaan nya sedikit lagi selesai, bapak bisa pulang terlebih dahulu.."
jawab Dewi seraya memberikan hormat pada jo.
Jo pun melangkahkan kakinya hendak keluar ruangan namun tanpa Dewi sadari, Jo memutuskan untuk menunggu Dewi di sofa panjang yg ada di dalam ruangan nya.
Jo pun sedari tadi hanya tersenyum memperhatikan Dewi yg sedang menyelesaikan pekerjaannya dengan serius.
"lucu juga dia kalau lagi serius gitu.."
gumam Jo dalam hati sambil tersenyum manis.
betapa terkejutnya Dewi saat hendak berjalan keluar lalu melihat Jo yg sedang duduk di sofa.
d : "bapak sedang apa ??"
j : "aku menunggumu.."
d : "kenapa bapak menunggu saya ??"
j : "karena saya ingin.."
Dewi tidak menjawab dan hanya mengedip-ngedipkan matanya.
j : "kenapa kamu mengedipkan mata kamu kaya gitu ? kamu kelilipan ? sini saya lihat.."
tanpa menunggu jawaban dari dewi, Jo pun langsung menangkup wajah Dewi dan melihat mata Dewi dengan seksama, sehingga tatapan keduanya pun mulai beradu.
di ruangan yg sepi dan hanya ada mereka berdua dengan posisi yg sangat dekat, entah mereka bisa mendengarkan detakan jantung masing-masing atau tidak, tapi saat ini, saat mata mereka saling menatap, detakan itu semakin kencang dan tidak beraturan.
hingga pada akhirnya salah satu dari mereka pun sadar dengan keadaan saat ini.
d : "saya tidak apa-apa ko pak.."
j : "ah, iya.. tapi kamu tadi ngedipnya banyak banget, kaya orang yg kelilipan gitu.."
ujar Jo gugup tapi masih menangkup wajah Dewi.
d : "aku nggak apa-apa ko ka.."
Dewi mulai memegang tangan Jo yg ada di pipinya.
j : "ayo kita pulang.."
d : "eeehhh..."
__ADS_1
lagi-lagi Dewi menjawab dengan tatapan anehnya pada Jo.
d : "nggak usah ka, aku bisa pulang sendiri ko.."
j : "udahlah dew, aku tau ko kamu nggak bawa mobilkan..?"
Dewi hanya diam, karena memang hari ini Dewi tidak membawa mobilnya karena harus di servis berkala.
j : "udah, ayo..."
ajak Jo sambil menggenggam tangan Dewi dan menariknya keluar ruangan.
d : "kakak nungguin aku dari tadi ??"
tanya Dewi saat masih di dalam lift.
j : "hhmm"
jawab Jo singkat, karena saat ini Jo sedang menghubungi supir nya untuk segera bersiap menjemputnya di lobi.
d : "kenapa kakak bisa tau kalo ku nggak bawa mobil hari ini ?"
tanya Dewi penasaran.
j : "aaah, itu.... aku... aku nyuruh supir aku buat liat mobil kamu.."
d : "loh, kenapa ?"
j : "ya tadinya buat jaga-jaga aja, kali aja kamu pulang nya agak larut, trus kamu nggak bawa kendaraan, nanti susah kendaraan, gimana ??"
jawab Jo sedikit gugup.
d : "aah, begitu... terimakasih ya ka.."
j : "hah... ????"
jawab Jo spontan.
d : "terimakasih atas perhatian kakak selama ini..."
j : "ah iya, tidak apa-apa, kamu jangan sungkan-sungkan, kaya sama siapa aja.."
jawab Jo tersenyum memandang Dewi.
pintu lift pun terbuka dan mereka berdua pun keluar bersama. berjalan bersama menuju mobil yg sama.
satpam yg berjagapun memberi hormat pada atasannya itu.
akhirnya mereka pun memasuki mobil dan meninggalkan area kantor.
j : "kita antar dulu Dewi pulang.."
supir : "baik tuan.."
di dalam mobil pun hanya ada keheningan, hingga salah satu dari mereka memulai pembicaraan dan terus berlanjut ke obrolan yg santai dengan di selingi candaan dan tawaan dari keduanya.
hingga pada akhirnya Dewi pun sampai di depan rumah nya.
karena tidak ingin membuat Dewi merasa risih karena harus mampir ke rumahnya, saat Dewi telah keluar dari mobil, Jo pun langsung berpamitan pada Dewi dan menitipkan salam nya untuk ibu Dewi dan Dewi pun mengiyakannya.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*