Mutiara Yang Hilang

Mutiara Yang Hilang
#47


__ADS_3

"ibu, semoga perjalanannya berjalan lancar dan selamat sampai tujuan ya, Ara pasti bakalan kangen sama ibu, titip salam buat ayah, nenek sama saudara yg lainnya ya.."


ujar Ara dalam pelukan ibunya.


ibu Ara pun melepaskan pelukannya dan tersenyum manis juga mengangguk.


setelah pelukan itu terlepas, pengumuman keberangkatan pun terdengar, kemudian ibu Ara pergi dan saling melambaikan tangan.


setelah yakin pesawat ibunya lepas landas, barulah Ara pulang.


Ara mengantarkan ibunya ke bandara dan pulang kerumah tidak sendirian, dia ditemani seorang pegawai yg memang khusus mengantarkan barang yg sudah ahli dalam menyetir.


di dalam perjalanan pulangnya, Ara hanya diam saja dan memainkan ponselnya.


"mbak, kita langsung pulang saja ?"


tanya sang pegawai, membuat perhatian Ara tertuju pada kalimatnya.


"kita ke supermarket dulu ya, saya ada yg ingin di beli.."


"baik mbak.."


setelah sekian lama perjalan menuju supermarket tersebut, akhirnya sampai juga, sang pegawai memilih untuk diam saja di parkiran menunggu Ara selesai berbelanja.


Ara pun masuk ke dalam supermarket dan kemudian membawa sebuah troli belanja.


Ara pun berkeliling mengitari supermarket tersebut mencari bahan yg ara inginkan.


namun tanpa sengaja saat ara sedang mendorong trolinya dan tidak fokus pada jalanan, Ara menabrakkan trolinya ke troli lain yg ada di hadapannya.


tanpa melihat terlebih dahulu siapa yg sudah Ara tabrak trolinya, Ara langsung membungkukkan badannya dan meminta maaf berkali-kali.


"maaf, maaf, saya tidak sengaja.."


Ara masih menunduk, merasa tidak ada jawaban dari orang yg di tubruk nya tadi, Ara pun hendak mengangkat kepalanya namun orang tersebut mendahului ara, dan berkata.


"kamu tuh ya Ra, untung aku yg kamu tabrak, coba kalau orang lain.."


saat mendengar suara yg tidak asing di telinga nya, Ara pun langsung berdiri tegak dan merapikan pakaiannya.


"kalo tau itu Lo, nggak bakalan deh gue minta maaf.. ngapain Lo disini ? bukannya kerja.."


ujar Ara kesal dan kemudian mendorong trolinya kembali sambil berkeliling.


"tungguin kenapa.."


ujar orang tersebut setelah berhasil mengikuti Ara dari belakang, karena tidak ingin memenuhi jalanan karena mereka mengobrol.


"gue lagi belanja buat makan siang nanti, gue di kasih istirahat dulu sehari sama si bos..


"enak banget Lo, bebas istirahat kaya gitu, kaya kantor punya suami aja.."


"ya gue gitu loh, oh ya gue mau cerita.."

__ADS_1


"belanja dululah, kasian pegawai gue nungguin di mobil kelamaan abis nganterin gue sama ibu ke bandara.."


merekapun akhirnya berbelanja, memisahkan diri karena nanti setelah belanja mereka janjian di tempat parkir.


Ara menyelesaikan belanja nya terlebih dahulu dan kemudian menuju parkiran, memasukan barang bawaannya ke kursi penumpang belakang.


Ara meminta pegawainya untuk menunggu sebentar.


tidak lama kemudian, orang yg di tunggu pun sudah tiba di parkiran dan mengambil mobilnya kemudian mendekati Ara.


"kang Eri pulang duluan aja ya, saya mau ke rumah temen saya dulu.."


sang pegawai pun hanya tersenyum dan mengangguk setelah tau teman yg di maksud oleh Ara adalah Dewi. karena saat mobil Dewi mendekati Ara, Dewi membuka kaca sebelah kirinya, kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya. ya begitulah Dewi, karena Dewi sudah kenal dengan semua pegawai yg ada di rumah Ara.


Ara pun masuk kedalam mobil Dewi, kemudian Dewi melajukan nya menuju rumahnya.


"Lo udah ijin sama Ian ?"


"ya udahlah, gila aja gue nggak ijin sama Ian, istri durhaka dong gue.."


selama perjalanan, mereka pun terus berbincang dan tertawa di dalam mobil dengan topik obrolan yg santai, sebelum Dewi menceritakan semuanya pada Ara nanti saat sampai di rumahnya.


tanpa terasa, mereka pun tiba di rumah Dewi, Dewi dan Ara mengeluarkan semua barang belanjaannya dan membawanya ke dalam rumah (lebih tepatnya ke dapur).


saat mereka ke dapur, ternyata ibunya Dewi juga ada disana.


"mamah, apa kabar ?"


sapa Ara sambil mencium punggung tangan ibunya Dewi.


"loh, kenapa ?"


"karena mamah udah tau kalo kamu baik-baik aja.."


mereka bertiga pun tertawa bersama dengan candaan receh ibunya Dewi.


"oh iya dew, dari tadi ponsel kamu bunyi terus, terus mamah masuk ke kamar kamu, Jo yg nelepon, mamah bilang kamu lagi belanja buat makan siangnya dia.."


Ara dan Dewi yg mendengar penuturan ibunya dewi pun kemudian saling menatap, Ara dengan tatapan yg kaget dan meminta penjelasan dan tatapan Dewi yg salah tingkah dengan senyum yg tak dapat di artikan oleh siapapun.


"Ara belum tau ya ?"


Ara hanya menggelengkan kepalanya kemudian menatap Dewi dengan tajam.


ibunya Dewi pun menatap dewi dan Dewi pun mulai membuka suaranya.


"iya, Dewi jelasin maaah, makanya Dewi ajak Ara kesini juga Dewi mau cerita sama dia sambil masak-masak.."


ibunya Dewi pun kemudian pergi dari dapur dengan membawa beberapa buah-buahan yg sudah ia siapkan dalam sebuah piring sebelumnya.


di dapur hanya tinggal ara dan Dewi.


Dewi dan Ara memulai kegiatan memasak mereka.

__ADS_1


karena terlalu penasaran, Ara pun bertanya terlebih dahulu.


"masak buat ka Jo ??"


dengan tangan memegang pisau dan hendak memotong wortel.


Dewi pun menarik nafasnya dalam-dalam dan memulai pembicaraan kemudian bercerita tentang kedekatannya dengan Jo dan undangan dari mantannya, semua Dewi ceritakan tanpa ada yg kurang atau lebih sedikitpun.


Ara hanya mendengarkannya tanpa ingin bertanya terlebih dahulu, semua pertanyaan sudah Ara siapkan di akhir cerita Dewi nanti.


sampai masakan mereka sudah tersaji di meja makan, barulah cerita Dewi selesai.


mereka pun duduk di meja makan begitu juga dengan ibunya Dewi karena sebentar lagi sudah jam makan siang.


Dewi memasukan sebagian masakannya kedalam rantang makanan dan sudah memesan jasa antar barang sebelumnya.


tak lama, bel rumah Dewi berbunyi dan itu ada kurirnya.


Dewi pun memberikan rantang makanan kepada sang kurir dan memberikan alamat kantornya Jo kemudian memberikan uang jasanya.


Dewi pun kembali lagi ke dalam rumah.


Ara yg sedang berbincang dengan ibunya Dewi dengan sedikit candaan pun melihat ke arah Dewi saat Dewi tiba di tengah-tengah mereka.


"kalian kenapa ?"


tanya Dewi sambil duduk di kursinya dan mulai menyendok kan nasi dan lauk kedalam piringnya.


di ikuti oleh ibunya kemudian Ara.


saat mereka makan pun Ara tak henti-hentinya bertanya, Dewi yg mendengar pertanyaan-pertanyaan yg di ajukan Ara hanya bisa menjawab dengan santai.


ibunya Dewi pun hanya tersenyum melihat kedua Ara dan Dewi yg selalu seperti ini sedari dulu, tidak ada yg berubah dari mereka, meskipun status dari Ara sudah berubah menjadi seorang istri, tapi Ara tetaplah Ara.


Ara pun diam di rumah Ara sampai sore hari, menunggu Ian menjemput nya.


*


*


*


*


*


*


*


mungkin dulu aku bukan yg terbaik,


tapi sekarang aku berusaha untuk menjadi baik,

__ADS_1


karena masa lalu adalah sebuah pengalaman yg harus di jadikan sebuah pelajaran untuk hidup.


__ADS_2