
belum selesai acara membuka kado yg dilakukan Ara dan ian karena saking menumpuk nya kado yg ada di kamarnya, karena sudah mulai larut, akhirnya merekapun memutuskan untuk beristirahat.
untuk pertama kalinya bagi mereka berdua tidur di satu ranjang yg sama.
karena kelelahan dengan acara tadi siang, akhirnya mereka pun terlelap dengan mimpinya masing-masing.
pagi harinya...
Ara yg memang sudah terbiasa bangun subuh pun mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya terlebih dahulu sebelum ke kamar mandi, Ara yg membuka matanya sedikit demi sedikit, memiringkan badannya ke arah kanan dan tersenyum melihat pemandangan yg ada di hadapannya saat ini.
Ara mulai membelai pipi Ian dengan lembut.
"aku tidak tau harus berkata apa, aku tidak tau harus berbuat apa, aku tidak tau harus bagaimana, tapi aku merasa bersyukur kepada Tuhan karena yg menjadi imam ku saat ini adalah kamu. kamu yg selama ini selalu bersama ku, kamu yg selama ini selalu menjaga ku, kamu yg selama ini selalu menjadi teman baikku, kamu yg selama ini selalu berada di sisiku, pada akhirnya tuhan mentakdirkan kamu untuk aku.."
gumam Ara dalam hati.
Ian yg sedari tadi sudah bangun karena merasa ada seseorang yg sedari tadi mengelus pipinya pun hanya terus berpura-pura tertidur.
a : "terimakasih.."
i : "untuk apa ??"
akhirnya ian pun membuka matanya dan menggenggam tangan Ara yg sedaritadi mengelus pipinya.
Ara terlihat sedikit terkejut, namun Ara kembali tersenyum.
a : "untuk segalanya.."
i : "segalanya apa ??"
Ian mulai mendekatkan dirinya kepada Ara dan menyenderkan kepala Ara di pundaknya.
a : "segalanya.. untuk selama ini.. aku senang kalau Tuhan akhirnya memilih kamu untuk aku, mentakdirkan kamu di hidup aku.."
jawab Ara dan sedikit mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah suaminya itu.
tanpa menunggu lama Ian pun mencium bibir Ara sekilas dengan lembut.
i : "aku akan selalu ada buat kamu sayang.."
kembali Ian pun mencium bibir istrinya dengan lembut, namun dengan durasi yg cukup lama. bibir mereka saling mengecap satu sama lain, saling menukar saliva, saling berbagi cinta di pagi yg sangat indah.
tangan Ian pun mulai tidak terkendali, tangannya kini mulai menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya dengan sentuhan yg sangat lembut, seolah terbawa suasana, Ara pun melakukan hal sama.
pada saat mereka ingin melakukan hal yg lebih, adzan subuh pun berkumandang.
akhirnya mereka berdua pun sadar dengan situasi saat ini.
i : "nanti kita lanjutin lagi, sekarang kita bersih-bersih dulu, trus kita sholat berjamaah.."
Ara yg mendengar ucapan Ian pun hanya bisa tersenyum manis dan mengangguk.
"disaat seperti ini pun kamu masih mengutamakan kewajiban kita sebagai seorang hamba Tuhan, terimakasih ya Alloh.."
gumam Ara dalam hati.
a : "kamu dulu atau aku dulu ??"
__ADS_1
i : "kamu dulu aja, pasti mandi kamu bakalan lama.."
canda Ian pada Ara.
a : "sembarangan, mandi kamu kali yg lama.."
jawab Ara sambil berlalu ke kamar mandi.
ian pun hanya tersenyum.
*skip bersih-bersih dan berjamaah
ibu : "loh kamu ko udah bangun aja sayang..?"
a : "loh, emangnya kenapa Bu ? kan biasanya juga Ara bangun subuh trus bantuin ibu masak.."
ibu : "ya bukan gitu, maksud ibu.... ah ya sudahlah.."
ibu pun memandang Ara dari atas sampai bawah, tidak ada yg aneh dengan anak nya, seperti apa yg di katakan suami nya semalam.
*flashback semalam
setelah meninggalkan menantunya begitu saja, ayah kembali ke kamarnya dengan senyuman yg masih mengembang di bibirnya.
ibu : "ayah kenapa ??"
ayah : "ayah nggak kenapa-kenapa ko Bu.."
ibu : "ayah bohong.."
ayah pun tersenyum dan mulai menceritakan kejadian yg baru saja terjadi.
ayah : "beneran ibuuu, anak dan menantu kita itu yah, ada-ada aja..."
ayah dan ibu pun tersenyum dan tertawa kec bersama.
*kembali ke dapur
a : "ibu kenapa sih, ko liat aku kaya gitu ??"
ibu : "nggak apa-apa.."
ara mulai menyadari dan mulai teringat dengan kata-kata Ian semalam.
a : "oh iya Bu, semalam..."
ibu : "ya, semalam kenapa sayang ??"
tanya ibu pura-pura tidak tau, dengan tangan yg sedang memotong sayuran.
a : "semalam ayah salah paham Bu.."
ibu : "maksud kamu ???"
ibu mulai memperhatikan Ara.
a : "semalam, aku sama ian belum ngapa-ngapain.."
__ADS_1
bisik Ara pada ibu.
ibu : "ngapa-ngapain juga nggak apa-apa kali sayang.."
goda ibu pada Ara.
a : "ibuuu, Ara serius.. semalam itu Ian lagi bantuin Ara lepasin jepitan rambut Ara, makanya...."
belum selesai Ara menjelaskan, ibu sudah memotong nya terlebih dahulu.
ibu : "iyaaaa, ibu tau ko sayang, dulu ibu juga kaya gitu.."
jawab ibu sambil tersenyum.
a : "aku takut ayah sama ibu salah paham.."
ibu hanya tersenyum dan meneruskan pekerjaannya. sesaat hanya ada keheningan.
a : "oh iya Bu, ka Jo ngasih aku sama ian hadiah loh Bu.."
ibu : "hadiah apa ??"
a : "hadiah nya mahal bangtet Bu, aku sama ian sih seneng, cuman aku sama ian juga nggak enak sama ka Jo.."
ibu : "emang hadiahnya apaan sayang ?"
tanya ibu penasaran.
a : "hadiahnya tiket bulan madu ke Maldives Bu.."
ibu : "oh ya ??"
a : "iya Bu, gimana dong Bu ??"
ibu : "kamu bilang makasih sama nak Jo, trus bilang deh ke dia kalo kamu nggak enak kalo dapet hadiah yg berlebihan kaya gitu.. gimana ??"
a : "hmm, nanti Ara sama Ian coba deh but ngomong ke ka Jo.."
ibu dan anak ini pun kembali menyelesaikan acara masak memasak mereka, dengan para suami yg masih sibuk di kamar nya masing-masing.
makan pun sudah tersaji di meja makan.
ayah datang dan duduk terlebih dahulu, tak lama kemudian Ian datang dan bergabung di meja makan.
mereka pun makan bersama dan menghabiskan waktu bersama di pagi hari sebelum memulai kegiatan masing-masing.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*