
karena saking penasarannya Ara dengan cerita yg ingin Dewi ceritakan, Ara pun memutuskan untuk mengunjungi rumah Dewi pada sore hari nya, tentunya dengan ijin dari ian.
Ara mengemudikan mobilnya sendiri menuju rumah Dewi. sesampainya di rumah Dewi, Ara pun di persilahkan masuk oleh ibunya Dewi, karena sudah seperti keluarga sendiri ibunya Dewi pun mempersilahkan Ara untuk menunggu dimana pun Ara inginkan, di ruang tengah atau pun di kamar Dewi, terserah Ara. jika ingin makan atau minum pun Ara bisa mengambilnya sendiri.
Ara pun memutuskan untuk menunggu Dewi di kamar Dewi sambil nonton tv sambil nyemil-nyemil.
Dewi yg baru saja keluar dari kantor, kemudian mengemudikan mobilnya menuju rumahnya. saat tiba di rumah, dewi melihat mobil Ara terparkir di depan rumahnya.
Dewi pun masuk ke rumahnya dan mencari keberadaan Ara, namun Dewi tidak menemukan nya.
"pasti di kamar.."
gumam Dewi.
dan benar saja, orang yg di cari sedari tadi dengan santainya sedang rebahan di atas kasur dengan tv yg menyala.
"eh, Lo udah balik.."
ujar Ara.
"menurut Lo.."
jawab Dewi sambil menyimpan tasnya di atas meja riasnya kemudian duduk di atas kasur.
"ngapain Lo kesini ?"
"gue penasaran sama cerita Lo, ya udah gue kesini deh.."
"gila ya Lo, cuman buat cerita doang Lo kesini ? tapi emang sih, ini cerita penting banget.."
Ara pun mengubah posisi rebahannya menjadi duduk.
"gue sama ka Jo udah tunangan.."
"apa ? kapan ? ko Lo nggak ngasih tau gue sih.."
"jangankan Lo, gue aja masih nggak percaya kalo gue udah tunangan, soalnya acaranya ngedadak banget, pas pulang kerja, Jo minta ikut gue pulang ke rumah gue, trus ada orangtuanya Jo di rumah, kirain gue itu temen nya mamah yg mau ngajakin ke undangan, eh ternyata, itu mommy nya Jo, trus Jo ngelamar gue deh.."
ujar Dewi panjang lebar kemudian setelah ceritanya selesai, Dewi pun menunjukan cincin tunangannya.
Ara yg mendengarkan cerita sang sahabat pun hanya tersenyum dan ikut bahagia dengan kebahagiaan sahabatnya itu.
__ADS_1
"seneng banget gue dengernya, gue ikut bahagia, nggak nyangka gue kalo lo sama ka Jo udah ke jenjang yg lebih lagi.."
"gue juga nggak nyangka.."
ujar Dewi, merekapun kemudian melanjutkan obrolan mereka sampai waktu magrib tiba, Ara pun memutuskan untuk pulang setelah sholat.
selama perjalanan pulang, Ara tak henti-hentinya tersenyum. sebelum pulang, Ara memutuskan untuk mampir ke sebuah toko kue dan membeli beberapa kue.
saat Ara sedang memilih beberapa kue, tak sengaja Ara menyenggol seseorang.
"maaf, saya tidak sengaja.."
ujar Ara.
"tidak apa-apa.. tunggu, kamu Ara kan ?"
"aah, tuan Adam.. sekali lagi maaf tuan, saya tidak sengaja.."
"tidak apa-apa, oh ya sedang apa nona disini.."
"oh, saya sedang ingin membeli beberapa kue tuan.. tuan sendiri..?"
"saya juga sedang membeli beberapa kue untuk orang-orang yg ada di rumah.."
"kalau begitu kita sama-sama ke kasir, saya juga sudah selesai.."
mereka pun menuju kasir bersama-sama.
saat belanjaan Ara sudah selesai di hitung, tuan Adam pun berniat untuk membayar belanjaan Ara.
"biar saya saja yg membayarnya.."
"tidak usah tuan, saya bayar sendiri saja.."
tuan Adam pun tidak bisa memaksakan keinginannya untuk membayar belanjaan Ara.
"saya permisi tuan.."
tuan Adam pun hanya tersenyum saat melihat kepergian Ara.
Ara pun kembali mengemudikan mobilnya menuju rumahnya. Ara tiba di rumah jam tujuh lebihan, sesampainya Ara di rumah, Ara melihat Ian sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.
__ADS_1
Ara pun tersenyum saat melihat Ian dengan cekatan menyiapkan semuanya. Ara pun menyimpan semua belanjaannya di meja makan. kemudian Ara langsung menuju kamarnya untuk bersih-bersih dan menunaikan sholat.
setelah semuanya selesai, Ara kembali lagi ke ruang makan, menemui suaminya untuk makan malam bersama.
semua makanan sudah tersaji di meja makan. Ian yg menunggu Ara di meja makan pun tersenyum saat Ara tiba dan duduk di sampingnya.
"maaf, karena aku pulang telat, jadi kamu yg siapin semuanya.."
"nggak apa-apa sayang, sekali-kali ini.."
sambil makan, Ara pun menceritakan semua nya pada Ian, mulai dari Dewi dan Jo yg tunangan mendadak juga saat dia bertemu dengan tuan Adam di toko kue tadi, semuanya Ara ceritakan, karena Ara tidak ingin ada yg di sembunyikan satu sama lain antara dia dan suaminya.
setelah makan malam, mereka pun menghabiskan sisa waktu mereka dengan menonton televisi di ruang keluarga sebelum mereka beristirahat sambil menikmati kue yg Ara beli tadi.
sedangkan di tempat lain, Jo sedang membuka paket yg baru saja tiba. Jo pun tersenyum saat tau bahwa paket yg datang adalah album foto yg berisi foto-foto nya bersama Dewi di studio kemarin.
Jo sengaja meminta pada sahabatnya itu untuk membuat dua album, agar yg satu bisa di simpan untuk nya dan yg satu lagi untuk Dewi simpan.
satu persatu lembaran album itu di buka, betapa puasnya Jo dengan hasil foto tersebut dan rencananya Jo akan membawa satu album foto itu besok ke rumah Dewi.
dan Jo akan menjadikan salah satu dari foto itu untuk mengisi meja kerjanya.
jo memberitahu Dewi bahwa hasil foto nya sudah ada dan Dewi pun tidak sabar untuk melihat hasilnya.
saking penasarannya, Dewi meminta Jo untuk mengirimkan salah satu fotonya, namun dengan candaannya Jo menolaknya dan berhasil membuat Dewi kesal.
akhirnya Jo pun menyerah dan berjanji besok akan membawa album itu.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
semua pasti akan kembali kepada sang pencipta, namun dimana, kapan dan dengan cara seperti apa kita kembali, tidak pernah ada yg tau..