
di kediaman Ara dan ian hari ini akan di langsungkan acara siraman dan dengan segala sesuatu yg telah di persiapkan dengan baik, acara pun berjalan dengan lancar dan khidmat.
3 hari menjelang acara sakral tesebut, Ara dan ian di larang untuk saling bertemu. namun bukan anak muda jaman dulu yg menuruti semua adat dan kebudayaan, Ara dan ian layak nya pasangan anak muda jaman sekarang yg tak kehabisan akal, meskipun mereka tidak dapat bertemu secara langsung, tapi dengan era modern sekarang, Ara dan ian pun selalu melakukan komunikasi baik dengan berbalas pesan atau telepon yg terpenting bukan video call.
hari berikutnya, akan di adakan acara pengajian, sedari pagi di rumah Ara dan ian banyak orang-orang yg lalu lalang mempersiapkan segala sesuatu nya, mulai dari jamuan, tempat duduk dan lain sebagainya.
acara pengajian pun di mulai pada pagi hari, karena pada sore harinya mereka berencana akan melaksanakan santunan untuk anak-anak yatim piatu di panti asuhan dan orang-orang tua di panti jompo.
***
malam hari di kediaman Ara.
di dalam kamar Ara terlihat banyak orang yg sedang berbincang, perbincangan yg seperti nya seru dan di penuhi dengan candaan-candaan ringan.
ya sekarang di kamar ara di penuhi dengan sepupu-sepupu nya yg memang sengaja datang ke kamar nya untuk saling bertukar cerita dan lain sebagainya.
"bagaimana perasaan mu dek ??"
tanya salah satu sepupu Ara dari keluarga ayahnya.
"yaa, lumayan tegang sih ka.."
Ara mencoba tersenyum.
"jangan tegang-tegang, nanti sakit.."
timpal salah seorang sepupu ara dengan nada sedikit menjurus ke arah lain.
beberapa dari sepupu Ara yg sudah menikah mengerti dengan kalimat sindiran tersebut hanya bisa tersenyum, sedangkan yg lainnya yg belum menikah malah mempertanyakan "kenapa?"
a : "kenapa sakit ka ??"
sepupu 1 : "mungkin maksud nya kalo kamu mikirin dan ngerasain gugup yg berlebihan, gimana kalo besok kamu sakit, trus yg bakalan nikah sama Ian siapa ? masa iya mbak.."
mencoba menjelaskan agar tidak terjadi salah paham atas kalimat tersebut.
semua orang yg ada di ruangan itupun kompak mengatakan "oooooh" dan kemudian mereka tertawa bersama.
sepupu 2 : "oh iya dek, nanti kalo udah nikah, kamu sama Ian mau tinggal dimana ??"
a : "Ara juga nggak tau ka, tapi kata ian, Ian udh nyiapin rumah buat kita berdua, nggak jauh dari sini juga ko, soal nya biar gampang kalo mau ke rumah ibu sama mamih.."
__ADS_1
mereka pun bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing. dirasa waktu mulai semakin larut mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing, karena Ara harus cukup istirahat untuk acara besar nya besok.
***
subuh, di kediaman Ara.
semua orang sudah terbangun sebelum adzan subuh berkumandang, setelah adzan mereka pun sholat berjamaah di mushola rumah Ara.
setelah selesai beribadah dan lain sebagainya mereka pun akhirnya satu persatu mulai sibuk dengan kesibukannya, terutama yg perempuan, mereka siap tempur dengan alat tempur masing-masing, meskipun sudah di siapkan oleh keluarga masing-masing keluarga satu MUA, tapi tetap saja mereka yg turun tangan dengan konsep make up nya.
sementara para wanita sibuk dengan riasan mereka, para pria masih bisa bersantai-santai karena tidak harus berkutat dengan alat make up.
tak kalah sibuk dengan kediaman Ara, di kediaman Ian pun sama sibuknya.
para pria yg ada, mencoba membantu membawa semua seserahan yg akan di bawa kedalam mobil khusus hantaran agar cepat selesai dan tidak terlalu banyak membuang waktu.
acara akad akan di laksanakan pada pukul 8 pagi di kediaman Ara.
untung nya, jarak antara rumah Ara dan ian tidak terlalu jauh.
(ibaratkan hanya beda kelurahan saja)
dengan dekorasi putih yg terlihat sangat elegan dan klasik, terlihat sederhana namun tidak bisa di bohongi bahwa kesan kemewahan di sana sini dalam dekorasi tersebut terlihat sangat jelas.
Ara yg sedang di dandani oleh MUA profesional pun terlihat sangat amat begitu memukau, dengan makeup yg sangat sempurna, kebaya putih yg indah, hiasan kepala dan tangan yg cantik, membuat Ara terlihat sangat begitu sempurna.
semua orang yg melihatnya pun merasa kalau mereka sedang melihat seorang putri cantik yg ada di buku dongen.
sepupu 1 : "kamu cantik banget dek.."
sepupu 2 : "iya, kamu cantik banget dek, mbak pangling loh liat nya.."
a : "mba, udah dong, Ara kan jadi malu.. sebenernya Ara grogi mbak.."
sepupu 3 : "udah, kamu tenang aja dek, mbak yakin ko, semua akan berjalan dengan lancar.."
a : "aamiin.."
tring...
suara pesan masuk dari ponsel Ara.
__ADS_1
a : "ah, 15 menit lagi Ian berangkat katanya mba.."
sepupu 2 : "ya udah, kalo gitu mba kasihtau om dulu ya.."
tok tok tok ...
suara ketukan dari arah luar pintu Ara.
d : "assalamualaikum calon pengantin.."
ucap Dewi saat membuka pintu kamar Ara.
a : "dewiiii, kamu Dateng ?"
jawab Ara bahagia karena sahabat nya itu datang di acara akadnya. mereka pun berpelukan dengan hangat nya melepas rasa rindu di hati masing-masing. karena memang akhir-akhir ini Dewi jarang berkunjung ke rumah Ara, tidak seperti saat keduanya masih kuliah dan Ara pun memahami kenapa Dewi jarang berkunjung karena masalah pekerjaan nya, Ara juga tau kalau Dewi sekarang bekerja di perusaan nya Jonathan. karena meskipun mereka jarang bertemu tapi mereka selalu berkomunikasi dan bercerita satu sama lain.
d : "ya jelaslah, masa iya aku nggak Dateng sih di hari bahagia sahabat aku sendiri.. kamu cantik banget Ra.."
puji Dewi pada Ara.
a : "makasih dew, oh ya kamu kesini sendiri ?"
d : "iya, aku Dateng sendiri, tapi maaf sebelum nya ya Ara sayang, nanti setelah selesai akad aku langsung pulang, ada 1 dokumen lagi yg belum selesai aku kerjakan, tapi aku janji nanti saat acara resepsi aku akan datang.."
ujar Dewi panjang lebar pada Ara, karena memang begitulah tuntutan pekerjaan dan Ara pun tidak masalah dengan itu.
a : "ya baiklaaah, asalkan nanti kau benar-benar datang di acara resepsi nya ya, awas saja kalau kau tidak datang, aku tidak ingin berteman lagi dengan mu.."
ujar Ara sedikit mengancam tapi dengan nada manja dan tersenyum kepada dewi.
d : "iya, aku janji sayang kuuuuu.."
Dewi memeluk Ara dengan rasa bahagianya.
semua orang yg ada di ruangan itu pun merasa terharu dengan persahabatan antara Ara dan Dewi.
akhirnya, rombongan keluarganya ian sudah sampai di kediaman Ara.
semua kendaran terparkir dengan rapih di tempat yg sudah di persiapkan.
satu persatu keluarga Ian mulai berbaris dengan rapi dan dengan membawa hantaran masing-masing.
__ADS_1