My Favorite Prince

My Favorite Prince
Daya Tarik


__ADS_3

"Duke Robert, perwakilan dari fraksi bangsawan sudah mulai bergerak. Mereka terus menuntut pembubaran tim perwakilan sementara dan memberi peringatan kepada putra mahkota."


"Peringatan? Beraninya mereka dengan lancang melakukan hal demikian?" Alexander menatap secarik kertas yang bertuliskan sebuah pesanan gertakan, dimana mereka dituntut untuk segera mengangkat seorang kaisar yang bertanggung jawab penuh akan pemerintahan.


Sepasang tangannya mengepal dengan erat, sorot mata penuh kebencian tersirat jelas dari kedua netra indah milik Alexander. Sudah lama ia ingin mengakhiri semuanya, mengungkap semua bencana yang terjadi pada kekaisaran. Namun ia tak memiliki cukup bukti dan hal tersebut membuat dirinya harus lebih banyak bersabar


"Mereka pikir aku ini apa?" gumamnya gusar.


"Tuan, apakah mereka mulai resah karena rumor tentang Lady Rossy?" tanya James berspekulasi.


Alexander mengetuk-ngetuk jemari tangannya di atas meja, perkataan James membuat pria itu berpikir hal-hal yang harus ia lakukan. Karena jika memang Rossy adalah pemantiknya, maka tak ada yang bisa menjamin keselamatan gadis itu di luar istana.


"Lalu, tadi saya tidak sengaja melihat Lady Nore bersikap tidak sopan kepada Lady Rossy."


"Apa? Hah ... wanita itu benar-benar sangat menyusahkan, aku sudah lelah menghadapinya," ucap Alexander terkejut.

__ADS_1


Belum selesai satu permasalahan, Isabella sudah memberikan beban pikiran lagi kepada Alexander. Perilaku Isabella yang pemaksa dan posesif membuatnya lelah serta jengah. Alexander benar-benar tidak menyukai gadis itu walaupun Isabella sudah memberikannya sepuluh kali surat lamaran.


"Baiklah, saya akan menemui Rossy dulu. Saya harus menyampaikan semua ini agar ia berhati-hati." Alexander bangkit dan meninggalkan ruang kerjanya. Pria itu mulai berjalan dengan langkah lebar, agar secepatnya sampai di depan kamar yang ditempati oleh Rossy.


Tak sengaja dirinya berpapasan dengan Adele, yang hendak terburu-buru sambil membawa sebuah selendang di tangannya. Sontak ia segera memanggil Adele, dayang yang dikhususkan untuk melayani dan membantu Rossy selama berada di dalam istana.


"Adele!" ucap Alexander yang membuat Adele seketika langsung menghentikan langkah kakinya.


"Yang mulia Pangeran Alexander. Ada yang bisa saya bantu?" jawab Adel dengan sopan.


"Nona sedang ikut berlatih pedang di aula pelatihan bersama ksatria Caine, Pangeran," jawabnya.


"Hah ... ya ampun, Rossy! Baiklah, terima kasih," ucap Alexander yang langsung berlalu menuju aula yang biasa dipakai oleh beberapa ksatria untuk berlatih kala cuaca tengah tak bersahabat.


***

__ADS_1


"Posisi tubuhnya jangan seperti ini, Nona! Nanti bahu anda bisa terkilir," ucap Caine yang sedang mengajarkan teknik yang benar untuk Rossy menggunakan sebilah pedang.


Walaupun hanya berlatih dasar-dasarnya saja, peluh gadis itu sudah bercucuran membasahi keningnya. Namun Rossy tetap tersenyum sumringah, gadis itu terlihat bak seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan sebuah mainan baru kesukaannya.


"Nona, nanti anda bisa terluka."


"Ha-ha-ha ... maaf, saya terlalu bersemangat," jawab Rossy sambil tertawa lebar.


Sepasang lesung pada kedua pipi gadis itu, semakin menambah pesonanya kala tengah mengembangkan senyuman. Tak khayal rumor tentang gadis cantik bersurai hitam itu sontak mengegerkan kekaisaran hanya dalam waktu beberapa jam saja. Bukan hanya karena ramalan dari kardinal, sosok Rossy sendiri pun menjadi pesona para kaum Adam yang sudah melihat rupa gadis itu secara langsung.


Rossy, bak primadona kekaisaran yang baru turun dari negri khayangan. Siapapun yang melihatnya seketika pasti langsung menyukai dirinya, kecuali orang-orang yang memang sudah dibuatkan oleh penyakit hati yang menutup segala nuraninya.


Gadis itu terus berlatih sambil sesekali tertawa, tanpa menyadari jika ada seorang pria yang tengah memerhatikan dirinya. Secara spontan pria itu tersenyum kecil sebelum membalikkan badannya untuk keluar. Namun sebelum ia benar-benar keluar, dirinya pun dibuat terkejut karena melihat seseorang yang baru saja memasuki ruang tersebut.


"Alexander!"

__ADS_1


__ADS_2