
Tok! Tok! Tok!
Akal sehat Alexander sontak saja kembali ke tempatnya berada saat ketukan pintu terdengar hingga membuatnya tersentak. Pria itu tampak gelagapan, wajahnya bahkan terlihat memerah akibat salah tingkah.
"R-Rossy," ucapnya gugup
"Ya, Alex," jawab Rossy yang memilih untuk berpura-pura bodoh guna mencairkan situasi canggung tersebut.
Alexander mengusap lembut pucuk kepalanya lalu tersenyum dan berkata, "Tunggu sebentar, ya!"
"Baik, Yang Mulia," jawab Rossy sambil tersenyum sumringah.
Dengan kondisi wajah yang masih merona karena tersipu, Alexander segera berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Terlihat pemilik penginapan dan juga Caine berada di balik pintu menunggu dirinya.
"Selamat pagi, Yang Mulia Pangeran Alexander," ucap Caine memberikan salam hormat.
"Selamat pagi, Yang Mulia Pangeran Alexander. Maafkan hamba karena sudah berlaku tidak sopan dan tidak mengenali Yang Mulia," ucap pemilik penginapan dengan keringat dingin yang membasahi keningnya, tubuhnya pun terlihat gemetar dilengkapi mimik wajah terkejut karena baru mengetahui jika salah satu tamunya adalah keluarga inti kekaisaran.
"Tidak apa-apa, saya merasa senang dengan bantuan yang anda berikan," ucap Alexander menenangkan. Pandangannya kini beralih pada Caine yang berada tepat di sebelah pemilik penginapan.
"Ada apa mencari ku?" tanyanya.
__ADS_1
"Maaf, Yang Mulia. Yang Mulia Putra Mahkota tampak resah karena anda dan juga Lady Rossy tak kunjung kembali. Maka beliau menitahkan saya untuk mencari Yang Mulia Pangeran Alexander dan juga Lady Rossy."
"Hah, ternyata dia sudah tahu cara mengkhawatirkan seseorang. Baiklah, saya dan Rossy akan bersiap dulu. Satu lagi, tolong bawakan mantel yang hangat untuk Rossy!"
Brak!
Alexander menutup pintunya sesaat setelah dirinya memberikan perintah kepada Caine. Hal tersebut sontak membuat Caine memikirkan sesuatu, otaknya dibuat berspekulasi pada suatu hal yang akan menjadi bibit dari sebuah kesalahpahaman.
"Mereka satu kamar?" tanya Caine kepada pemilik penginapan dengan wajah canggungnya.
"Ya, Tuan."
"Ya, Tuan. Yang mulia datang dengan menggendong wanitanya."
"Wa-wanitanya? Oh, baiklah!"
'Astaga, sejak kapan?' Caine berteriak di dalam hatinya. Sosok Alexander yang terkenal dingin dan tak berperasaan kepada setiap lady yang mendekatinya seolah sirna jika berhadapan dengan Rossy. Jika semua itu ia ceritakan pada satu orang saja di dalam istana, maka rumor akan kembali mengguncang dan membuat kehebohan.
Caine yang sudah berpikiran macam-macam kini memilih untuk bungkam, dan tak ingin menanyakan hal yang akan membuat dirinya menjadi lebih dibuat penasaran.
Sementara itu Alexander tampak terdiam di balik pintu, perasaannya tak karuan dengan jantung yang terus saja berdebar kencang kala mengingat dirinya telah menghabiskan satu malam berbagi ranjang dengan Rossy, walaupun sesungguhnya tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua.
__ADS_1
'Tidak, ini pasti karena aku baru pertama kali seranjang dengan seorang lawan jenis.' Alexander terus bergumam di dalam hati, berusaha berpikir rasional dan menyangkal seluruh perasaan yang tengah dirinya rasakan.
Sementara itu di dalam istana, William tiada hentinya mengawasi gerbang utama istana, seakan dirinya tak sabar menunggu kedatangan seseorang yang sedari tadi ia cari.
"Yang Mulia, lebih baik Yang mulia masuk ke dalam. Suhu udara masih sangat dingin dan anda bisa sakit jika terlalu lama berada di sini," tutur James menasehati.
"Tidak, saya akan tetap berada di sini sampai mereka datang!" jawab William dengan tegas.
Jawaban dari Sang putra mahkota membuat James harus lebih bersabar, sifat keras kepala William memang sangat sulit ditaklukkan. Entah cara apa yang telah digunakan Rossy, hingga membuat William bisa menurut atas tiap perkataannya.
"Tapi ini sudah satu jam lebih, setidaknya Yang Mulia ke dalam sebentar untuk menghangatkan diri."
"Tidak, saya ingin menunggu mereka," jawab William yang masih bersikukuh pada pendiriannya.
Tak kehilangan akal, James pun berusaha keras untuk mencari cara membujuk William. Pria paruh baya itu terus saja berpikir hingga akhirnya ia pun tersenyum dan berkata, "Apakah Yang mula sangat mengkhawatirkan Pangeran Alexander? Ataukah Yang Mulia sangat mengkhawatirkan Lady Rossy?"
Deg!
William merasa ada sesuatu yang mengguncang dirinya kala mendengar pertanyaan dari kepala pelayan. Hingga akhirnya dirinya pun kembali memasang wajah masam seperti biasanya dan berbalik.
"Kau salah paham! Sudahlah, ayo kita masuk! Saya ingin istirahat!"
__ADS_1