
Pulang
Menjelang subuh, suara alarm yang sempat dibuat Angel sebelum tidur semalam, terdengar berbunyi dengan volume tinggi dihanphonenya. Angel pun terbangun dari tidurnya. udara dihutan yang sangat dingin membuat Angel sangat malas untuk bangun. namun mengingat beberapa menit lagi akan subuh, membuat Angel mau tak mau harus bangun untuk menunaikan sholat subuh. Angel mematikan alarmnya dan membangunkan Evan yang saat itu masih tertidur pulas disebelahnya.
" Prof..prof bangun, " panggil Angel. ia mengguncang-guncangkan lengan Evan supaya bangun.
" Ada apa?, " tanya Evan. Evan masih memejamkan kedua matanya. ia benar-benar sangat mengantuk.
" Prof, kau tidak sholat subuh?, " tanya Evan.
" Kau saja yang sholat jangan menggangguku tidur, " Evan pun merubah posisi tidurnya membelakangi Angel.
" Apa prof tidak berniat untuk sholat?, " tanya Angel. namun Evan tidak membalas pertanyaannya sama sekali.
" Jika prof tidak sholat tidak masalah, tapi aku ingin prof menemaniku untuk berwudhu diluar. aku tidak berani sendirian prof. " jelas Angel. Angel membuka sedikit tendanya untuk melihat kearah luar, diluar terlihat sangat gelap. itulah mengapa Angel membangunkan Evan.
" Kau ini mengganggu tidurku saja, ayo cepat bangun " ucap Evan. Evan keluar dari tenda mendahului Angel, diikuti Angel dibelakangnya. Evan berdiri memperhatikan Angel yang mengambil wudhu disungai didepanya.
" Berapa lama aku harus menunggu? kenapa lama sekali, " Evan memperhatikan Angel yang terlihat memperhatikan air sungai tersebut.
" Kenapa airnya dingin sekali prof, " Angel benar-benar merasa kedinginan. ia merendam tanganya perlahan ke sungai namun rasa dingin tersebut tetap tak bisa ia lawan.
" Kau ini mau ku temani apa tidak. jika lama begini aku kembali ke tenda saja, " Evan pun berjalan ke tenda bermaksud untuk kembali masuk ke tenda.
" Prof, tunggu. sebentar saja, " Angel menghentikan langkah Evan. Angel berwudhu dengan cepat. pun Evan berdiri menunggu Angel. setelah Angel selesai berwudhu, Evan pun kembali masuk kedalam tenda diikuti Angel dibelakangnya. Angel mengambil mukenanya didalam tas. kemana pun Angel pergi, ia sama sekali tidak pernah meninggalkan mukena nya. Angel sengaja membeli mukena yang bisa dilipat dengan sangat kecil agar ia bisa membawanya kemana-mana.
__ADS_1
" Prof, aku tidak bisa sholat didalam tenda yang sempit ini " Angel kembali memanggil Evan yang saat itu ingin kembali tidur.
" Jadi harus apa lagi?, " tanya Evan. dirinya benar-benar tidak punya waktu tidur karena adanya Angel.
" Bisakah prof menemaniku sholat diluar tenda saja?, " tanya Angel dengan ragu-ragu.
" Tidak! " Evan pun dengan cepat merebahkan tubuh.
" Prof, kali ini saja. aku benar-benar takut sendirian diluar, " gumam Angel. ia sangat berharap jika Evan menemaninya. Evan yang mendengarpun, merasa tidak tega membiarkan Angel sendirian diluar.
" Cepatlah keluar tunggu apa lagi?, " tanya Evan. ia pun kembali berdiri untuk keluar tenda. Angel yang mendengarpun terlihat senang dan lega karena Evan mau menemaninya untuk sholat diluar. Angel mulai membentangkan sebuah karpet kecil dan membentangkan sajadah diatas karpet tersebut. Angel mulai menunaikan sholatnya. sementara Evan duduk dikursi lipat untuk menunggu Angel selesai sholat. dari awal menikahi Angel, Evan memperhatikan Angel yang benar-benar sangat rajin dalam melakukan sholat. hingga dialam hutan beginipun, Angel masih tetap sholat. hal tersebut tentu membuat Evan sangat salut terhadap gadis tersebut. namun Evan juga merasa sedikit malu dengan dirinya sendiri . Angel wanita sholehah, berbanding terbalik dengan dirinya yang tidak mengingat tuhan sama sekali.
" Apa aku sekarang sedang tersentuh karenanya?, " pikir Evan. ia menepis pikiranya dengan cepat. Evan menunggu Angel hingga selesai dari sholat. Setelah selesai, keduanya pun kembali memasuki tenda.
Pagi kembali menyapa, burung-burung mulai berterbangan keluar dari sarangnya. Mataharipun mulai menampakan sinarnya. Angel dan juga Evan Keduanya keluar dari tenda untuk melihat mentari pagi. Udara pagi di hutan memang sangat jauh berbeda dengan perkotaan. Sungguh sangat bersih dan sejuk. Angel berdiri di tepi sungai sembari memejamkan kedua matanya menghadap langit untuk menikmati pagi di suasana hutan. Berbeda dengan Evan, ia malah membuka bajunya dan hanya memakai celana pendek berjalan mendekati Angel.
" Apa kau membawa sabun? " tanya Evan. Angel yang mendengar pertanyaan suaminya itu pun perlahan membuka kedua matanya dan mengalihkan pandanganya ke arah Evan.
" Prof! apa yang sedang kau coba lakukan? pakai bajumu kembali!, " Angel alangkah terkejutnya melihat suaminya itu. Bagaimana tidak? Evan berdiri didepanya hanya memakai celana pendek dan tanpa memakai baju. Hal tersebut tentu saja membuat Angel salah tangkapan. Angel dengan cepat menutup kedua matanya dan membelakangi suaminya itu.
" Apa yang sedang kau pikirkan. Aku hanya ingin menanyakan sabun mandi, apa kau membawa sabun?, " tanya Evan sembari menghela nafas.
" Sabun?, tidak ada. Apa prof akan mandi di sungai ini?, " Angel bertanya dengan mata yang masih terpejam.
" Tentu saja. Apa kamu mengira aku akan meminta sesuatu yang tidak-tidak?, tidak akan. " Evan pun berjalan mendekati sungai untuk berenang. Sementara Angel, ia terdiam memperhatikan suaminya sembari menutup kedua pipinya yang memerah karena begitu malunya dengan Evan. Bagaimana bisa ia begitu cepar menyimpulkan.
__ADS_1
" Sungguh memalukan. " ucap Angel sembari menarik satu kursi untuk duduk.
" Prof, apa ada kepiting disungai ini?, " tanya Angel.
" Tidak ada. Disini hanya ada ikan, " jawab Evan.
" Sayang sekali tidak ada " gumam Angel.
" Aku ingin naik keatas. Cepat tutup kedua matamu lagi agar kamu tidak salah paham padaku, " Pinta Evan. Angel yang mendengarpun memejamkan kedua matanya. Ia tau jika Evan sedang mengejeknya, tapi tetap saja ia tal berani melihat suaminya itu tanpa memakai baju.
" Sekarang tak masalah, lakukan apapun. Tapi ketika aku benar-benar menginginkanya nantinya, kamu harus patuh menurutinya " ucap Evan sembari berjalan memasuki tenda.
" Tidak akan!, " balas Angel dengan berteriak. Ucapan Evan sungguh membuat Angel salah tingkah kali ini.
" Tunggu saja ketika waktunya datang. Kamu tak akan bisa menolaknya lagi, " gumam Evan sembari bersiap memakai pakaian lengkapnya didalam tenda.
" Sungguh memalukan. Percakapan apa yang sedang berlangsing begini. " Angel mengalihkan pandanganya ke arah sungai. Ia berusaha melupakan perkataan Evan. Pun Evan setelah bersiap, ia pun keluar dari tenda menghampiri Angel.
" Kemaskan barang-barang. Kita akan pulang, " Evan mengambil pancingnya disebelah Angel untuk dimasukan kedalam tas. Pun Angel yang mendengar kata pulang, Dengan cepat masuk kedalam tenda untuk membereskan beberapa barang bawaanya .
" 3 menit harus selesai, " titah Evan. Ia memperhatikan Angel yang berlari masuk tenda.
" Baik prof. Asalkan pulang. Aku tidak ingin serangan jantung berada dihutan ini, " gumam Angel sembari memasukan barang-barangnya kedalam tas.
Setelah selesai, keduanya pun berjalan menuju mobil yang tak begitu jauh. Setelah sampai, keduanya pun masuk kedalam mobil. Evan mulai melajukan mobilnya sementara Angel, terlihat hanya menyandarkan kepalanya ditempat kursi mobil sembari menarik nafasnya panjangnya.
__ADS_1