
warning! Sebelum membaca eps 24 ini, sebail nya teman2 membaca eps 23 terlebih dahulu karena eps 23 sudah di tambahkanš„° terimakasih.
Sembunyi Sementara
Angel memegangi kedua pipi nya yang sudah sangat panas. Angel sungguh merasa sangat malu dengan suami nya. Sementara Evan yang mengetahui jika Angel sedang menahan malu, malah semakin menggoda istri nya dan membuat Angel semakin malu.
"Angel. ." Panggil Evan. Angel yang mendengar pun kembali berbalik ke kamar dan berdiri di depan pintu kamar.
"Ada apa lagi prof?," Tanya Angel dengan perasaan yang sudah tidak bisa di kontrol lagi namun ia berusaha untuk terlihat biasa saja.
"Pipi mu sangat merah." Goda Evan pada istri nya. Angel yang mendengar pun dengan cepat menutupi kedua pipi nya dan melangkah pergi meninggal kan kamar. Evan tertawa melihat tingkah istri nya yang menurut nya sangat menggemaskan bagi Evan.
"Dia terlihat semakin cantik saja."Ucap Evan pelan sembari beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Sementara di lain tempat, Angel terus-menerus menutupi kedua pipi nya sembari berbicara sendirian.
"Prof, sengaja menggoda ku. Seharus nya jika ia tau aku sedang malu, jangan malah menambah membuat ku semakin malu. Seharus nya prof pura-pura tidak tau saja jika aku sedang malu." Celoteh Angel sembari berjalan menuju meja makan.
"Aku harus berekspresi seperti apa bertemu dengan nya di meja makan. Dia pasti akan menggoda ku dan menertawai ku." Pikir Angel.
"Aku makan duluan saja."
Sesampai nya di meja makan, Angel memilih untuk makan lebih dulu dari suami nya. Angel makan dengan tergesa-gesa agar tidak bertemu suami nya di meja makan. Setelah beberapa suapan, Angel mengakhiri makan sore nya dan dengan cepat berlari menuju halaman belakang rumah nya untuk menghindari suami nya sementara waktu.
"Padahal aku masih belum kenyang. Aku masih lapar. " Gumam Angel sendirian di halaman belakang rumah.
"Sudah lah. Nanti aku bisa makan ulang. Yang terpenting sekarang aku tidak bertemu dengan nya sementara waktu." Pikir Angel sembari duduk di sebuah kursi santai dengan memandangi pohon kelapa yang berjejeran.
__ADS_1
* * * *
Sementara di lain tempat, seseorang berjalan menuju meja makan. Seseorang tersebut tak lain ialah Evan. Seusai mencuci muka dan mengganti baju, Evan keluar dari kamar menuju meja makan untuk makan. Mengingat sudah beberapa hari ini ia tidak menikmati masakan istri nya, hal tersebut membuat nya sangat merindukan masakan istri nya.
"Kemana dia?," Tanya Evan saat sampai di meja makan. Ia tak mendapati Angel di sana. Evan melihat sekeliling namun juga tak menemu kan Angel.
"Dia bersembunyi dimana?" Pikir Evan sembari menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Aku sangat lapar. Dari aroma nya terlihat sangat enak." Evan menarik satu kursi untuk duduk dan menikmati makanan yang telah di sajikan oleh istri nya tersebut. Ia makan dengan sangat lahap.
Setelah selesai makan, Evan kembali mencari Angel. Ia membuka CCTV dan mendapati Angel yang terlihat berjalan ke halaman belakang rumah. Evan yang melihatpun dengan cepat beranjak dan melangkah menuju halaman belakang. Sesampai nya di sana mendapati Angel yang terlihat duduk di kursi dengan keadaan yang sudah tertidur pulas. Evan yang melihat pun tersenyum sembari memandangi wajah istri nya.
"Kenapa dia terlihat semakin menggemas kan saja." Gumam Evan pelan.
"Tidur pun dia tetap cantik." Gumam Evan sembari memnadangi wajah istri nya dan perlahan mengecup kening Angel dengan lembut.
"Awas saja jika kau berani menyelingkuhi ku. Aku bisa gila karena mu." Ucap Evan pelan.
"Aku tidak akan rela kau bersama laki-laki lain selain aku." Evan kembali mengecup kening istri nya dengan lembut dan kemudian menyelimuti Angel. Evan pun ikut berbaring di sebelah istri nya sembari memandangi wajah polos istri nya tersebut. Namun di saat Evan sedang memandangi Angel. Tiba-tiba ponsel nya berdering di atas meja. Hal tersebut mengalih kan pandangan nya ke arah meja yang berada di sebelah nya. Evan meraih ponsel nya tersebut dan terlihat sebuah panggilan dari seseorang bernama Vina. Evan yang melihat pun sejenak menghela nafas nya dan dengan perlahan turun dari size king menuju keluar dari kamar untuk menerima telpon dari Vina.
"Ada apa lagi dia menelpon ku." Kesal Evan sembari berjalan keluar dari kamar.
"Ada apa Vin?," Tanya Evan setelah menerima panggilan.
"Evan? Kenapa kamu setega itu pada ku?," Tanya Vina sembari menangis dengan tersedu-sedu.
__ADS_1
"Apa maksud mu Vina? Kenapa kau menangis?," Tanya Evan terheran-heran.
"Kau jahat Evan. Kau sungguh kejam pada ku hiks..hikss..hikss," Teriak Vina di telpon sembari menangis. Evan yang mendengar pun semakin di buat kebingungan dengan perkataan Vina.
"Apa maksud mu? Aku tak mengerti apa yang kau maksud?," Tanya Evan sembari duduk di atas sofa di ruang tamu.
"Evan, kenapa kau menikah dengan wanita lain? Kenapa?! hiks..hiks..." Teriak Vina dengan tak henti-henti nya menangis. Vina terdengar tak terima jika Evan menikah dengan orang lain.
"Dari mana kau tau jika aku sudah menikah?," Tanya Evan.
"Aku tau. Teman mu di sini William yang memberitahukan aku hiks..hiks." Jawab Vina. William adalah teman dekat Evan di Amerika. Selain teman dekat, William juga merupakan rekan kerja Evan.
"William?. Sudah aku katakan untuk merahasia kan dia malah memeberitahu kan pada Vina." Ucap Evan di dalam hati nya.
"Tenang kan diri mu Vina. Dengar aku baik-baik. Vina, kau cantik jadi kau bisa mencari laki-laki lain yang lebih baik." Tutur Evan. Vina yang mendengar pun di buat semakin menangis sejadi-jadi nya.
"Aku hanya mencintai mu Evan. Aku hanya butuh kamu. Bukan laki-laki lain. Hiks..hiks..." Ucap Vina.
"Tidak Vina. Lupa kan aku. Aku sudah menikah. Jangan mengingat ku lagi." Balas Evan.
"Tidak akan! Aku akan merebut mu dari wanita itu!" Teriak Vina di telpon dan setelah itu Vina langsung memutus kan panggilan nya.
"Vina?...Vina." Panggil Evan namun panggilan sudah terlanjur di putus kan oleh Vina.
"Dia sudah lebih dulu memati kan panggilan. Ku harap dia mendapat kan laki-laki yang lebih baik." Ucal Evan sembari beranjak dari sofa dan berjalan untuk kembali ke kamar. Evan tak begitu memperdulikan lagi tentang Vina. Yang Evan pedulikan saat ini hanya istri kecil nya yaitu Angel. Evan sungguh tak sabar untuk memandangi wajah istri nya yang sedang tertidur.
__ADS_1