
Membujuk
"Anak apa nya?, setelah membenci nya, sekarang kau mengatakan ini anak mu?," Angel berkata tanpa mau melihat ke Evan. Ia masih kesal dengan suami nya tersebut.
"Aku tau. Aku yang salah. Kau bisa memukul ku jika perlu," Gumam Evan yang membuntuti Angel di di depan nya.
"Aku tidak perlu memukul mu. Kau pukul saja diri mu sendiri," Balas Angel.
"Kau lihat itu palu di sana?, bawa ke dalam kamar dan pukul diri mu di sana!," Angel menunjuk ke sudut dapur yang terdapat palu di sana. Entah lah. Angel juga tidak mengerti kenapa dia bisa bicara begitu pada suami nya sendiri. Entah mengapa melihat wajah suami nya sendiri pun ia merasa sangat kesal.
"Angel, kau sekejam itu pada ku," Evan mengusap kepala wanita di depan nya. Ia berusaha membujuk istri nya tersebut namun tidak semudah yang ia bayang kan.
"Jika kau tidak pergi dari dapur, aku yang akan pergi!," Bentak Angel menatap tajam ke arah suami nya. Evan yang mendengar kan akhir nya memundur kan langkah nya.
"Baik lah. Aku akan pergi, jika kau butuh sesuatu panggil aku," Tutur Evan. Evan terpaksa keluar dari dapur.
"Aku tidak membutuh kan bantuan mu!," Balas Angel yang hanya membuat Evan terdiam dan beranjak keluar. Setelah Evan sudah menghilang di pandangan nya, Angel kemudian melanjut kan perkerjaan nya. Mencuci ikan dan memotong sayur kemudian memasak nya.
__ADS_1
"Di mana dia meletakan semua botol wine nya. Apa ada ruang pribadi bawah tanah untuk menyembunyikan nya?, baby, jangan meniru Dady mu ya. Kelakuan nya tidak baik," Ucap Angel yang berbicara dengan perut nya. Angel terus memasak hingga selesai. Setelah selesai, ia pun menghidangkan di atas meja makan dan menyantap makanan nya sendiri tanpa memanggil Evan.
Seusai makan, Angel keluar dari dapur untuk kembali ke kamar nya. Angel melewati ruang bersantai untuk menuju ke kamar nya. Namun sesampai nya di sana, terlihat Evan yang sedang duduk di sofa sana. Angel dengan cepat mengalih kan pandangan nya dan tidak memperdulikan lelaki itu. Ia terus berjalan melewati nya.
"Apa kau sudah selesai makan?," Tanya Evan yang berdiri dari duduk nya.
"Sudah. Jangan berbicara pada ku," Ketua Angel yang terus menjauh dari ruang bersantai. Evan berjalan mengikuti Angel hingga sampai tepat di depan kamar nya.
"Kenapa malah tidur di kamar ini, masuk lah ke kamar kita," Ucap Evan dengan menahan pintu yang hampir di tutup oleh Angel.
"Kamar kita?, tidak ada kamar kita. Sejak kemari kita berada di kamar masing-masing!," Balas Angel dengan menutup pintu dan mengunci nya dari dalam.
"Jika kau dendam dengan masalalu itu, kau cerai kan aku saja. Aman bukan," Teriak Angel dari dalam. Hal tersebut membuat Evan menarik nafas nya dan mengeluarkan nya dengan kasar. Lagi-lagi ia harus terdiam. Memang benar kata orang, wanita tidak pernah salah dan lelaki selalu salah. Itu lah yang di alami Evan sekarang ini. Walaupun ia sebenar nya tidak bermaksud mengungkit hal itu. Evan hanya berusaha membujuk istri nya tapi malah di balas Angel begitu.
Evan berjalan memasuki kamar dan mengambil selimut tebal nya dan juga sebuah bantal. Ia membawa kedua nya di depan pintu kamar yang di tempati oleh Angel dan tidur di sana. Karena begitu frustasi bagaimana cara nya mendapat kan maaf dari istri nya. Evan mencoba untuk tidur di sana, barang kali bisa meluluh kan hati istri nya tersebut.
"Aku akan tidur di sini jika kau tidak mau tidur bersama di kamar kita," Ucap Evan yang membaring kan tubuh nya di lantai.
__ADS_1
"Kau mau tidur di kamar mandi pun aku juga tidak peduli. Mau tidur di selokan juga terserah pada mu." Teriak Angel yang sentak membuat Evan hanya bisa mengelus dada. Bagaimana bisa Angel berubah sekejam itu pada nya. Evan tidak lagi membalas perkataan Angel. Ia terbaring dengan pandangan yang mengarah ke pintu. Evan berharap pintu tersebut terbuka namun sudah beberapa jam melihat pintu tersebut, pintu nya tidak bergerak sedikit pun. Melihat hal itu, Evan pun akhir nya memilih untuk mengalah dengan pasrah. Ia akhir nya tertidur di lantai hingga datang nya pagi.
* * * *
Mentari pagi sudah cukup terang menampakan sinar nya. Angel mulai mengerap-ejap kan kedua mata nya berusaha untuk terbangun sepenuh nya dari alam mimpi nya. Saat di rasa sudah sadar sepenuh nya. Angel meraih handpone nya.
"Astaga!! bagaimana bisa aku bangun jam segini?, subuh ku terlambat lagi!," Angel buru-buru turun dari sofa untuk ke kamar mandi. Angel membuka pintu kamar nya dan alangkah terkejut nya dia ketika melihat seseorang yang terbaring di depan pintu. Angel nyaris saja menginjak nya.
"Dia benar-benar tidur di sini?, apa yang merasuki orang ini." Angel menatap lelaki tersebut beberapa saat. Lelaki tersebut siapa lagi jika bukan suami nya. Evan terlihat masih tertidur di sana. Setelah beberapa saat terdiam dan terpaku di sana, Angel seketika tersadar dan melangkah buru-buru menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan berwudhu. Setelah itu ia buru-buru kembali ke dalam kamar untuk menunaikan sholat. Walaupun sudah kesiangan, namun ia tetap menunaikan sholat subuh nya. Sementara Evan masih tertidur di lantai dengan sangat pulas. Angel membuat kan begitu saja. Ia tidak membangun kan suami nya tersebut. Setelah sholat, Angel kembali ke dalam kamar dan menutup kembali pintu kamar nya.
Beberapa jam kemudian, Evan terbangun dari tidur nya. Ia menatap pintu tersebut yang ternyata masih tertutup. Evan beranjak dan menarik selimut dan bantal nya untuk kembali ke dalam kamar nya. Lelaki itu masih belum menyadari jika sekarang ini sudah sangat siang. Evan berpikir jika ini masih pagi karena tidak melihat jam.
Sesampai nya di dalam kamar, Evan meraih handpone nya yang terletak di atas meja di samping sofa. Sudah beberapa panggilan dari William menelpon nya di sana. Melihat hal itu, Evan kembali menghubungi teman nya tersebut.
"Ada apa William?," Tanya Evan setelah panggilan tersambung.
"Ada apa?, kau bertanya ada apa?, Apa kau tidak tau atau berpura-pura tidak tau jika pagi ini kita ada rapat penting di perusahaan mu hah?," Tanya William. Pun Evan kemudian melihat jam di handphone nya. Seketika ia begitu terkejut dan panik. Evan buru-buru mematikan panggilan nya dan langsung beranjak menuju lemari nya untuk bersiap-siap.
__ADS_1
"Ini sudah pukul 10:00 dan Angel tidak membangun kan aku. Sudah benar-benar," Evan melepaskan baju nya dan mengganti nya dengan kemeja di yang ada di dalam lemari nya. Evan juga mengganti celana nya. Setelah selesai, tanpa berlama-lama, ia kemudian keluar apartemen dan masuk ke dalam mobil untuk ke perusahaan.