
Kebingungan
Sepulang dari perusahaan, Evan kembali ke apartemen. Ia berjalan masuk ke dalam untuk menemui Angel. Sesampai nya di dalam, Evan tidak menemukan siapa-siapa. Ia kemudian berlari menuju kamar yang di tempati oleh Angel dan Juga tidak ada istri nya di dalam sana. Karena panik, Evan mengambil handphone nya di dalam saku bermaksud menghubungi bandara. Namun di saat panggilan baru saja tersambung, Angel terlihat berjalan memasuki kamar dengan memakan apel. Evan pun mengurungkan niat nya untuk menghubungi pihak bandara. Lelaki itu kemudian berjalan mendekati Angel yang baru saja masuk. Ia langsung memeluk istri nya tersebut. Angel berusaha melepaskan diri namun lelaki di hadapan nya tetap memeluk nya.
"Prof, lepaskan!," Angel mendorong tubuh suaminnya menjauh dari nya namun Evan tetap memeluk nya. Ia tidak memperdulikan perkataan Angel.
"Aku kira kau kemana," Evan mencium kepala istri nya berkali-kali. Angel terus memberontak hingga membuat apel di tangan nya terjatuh kelantai. Melihat hal itu Evan akhir nya melepaskan pelukan nya.
"Apel ku!," Teriak Angel.
"Prof!, sudah aku katakan lepaskan tapi kau masih memeluk ku!. Lihat lah akibat nya!, kau menjatuhkan apel ku!," Teriak Angel dengan menatap suami nya dengan kesal.
"Maaf. Aku akan mengambil apel lain di kulkas," Evan berjalan keluar dari kamar bermaksud untuk mengambil apel, namun langkah nya terhenti di saat Angel menolaknya.
"Tidak perlu. Aku hanya ingin apel ini dan kau sudah menjatuh kan nya," Angel mengambil apel tersebut dan memperlihat kan nya pada suami nya. Kedua mata nya mulai berkaca-kaca menatap Evan.
Kenapa menangis?, ini hanya masalah apel," Ucap Evan yang menari Angel ke pelukan nya, namun Angel menjauh kan tubuh nya dari lelaki di hadapan nya. Mendengar perkataan Evan membuat Angel semakin marah dan menangis. Bagaimana bisa permasalahan apel yang ia suka di anggap masalah kecil.
"Kau jahat!," Gumam Angel dengan lirih. Air mata nya berhasil jatuh membasahi kedua pipi nya. Melihat hal itu membuat Evan kebingungan harus bagaimana.
"Maaf sayang. Iya aku yang salah karena menjatuh kan apel mu," Bujuk Evan dengan lembut. Evan berusaha untuk menenangkan istri nya tersebut.
"Tidak. Aku tidak akan memaaf kan mu hiks...hiksss," Balas Angel dengan menepis air mata nya yang telah terlanjur membasahi kedua pipi nya.
"Katakan aku harus bagaimana menebus nya?," Tanya Evan yang berjalan secara perlahan mendekati istri nya.
__ADS_1
"Berhenti masuk ke kamar ini!, kau selalu mengganggu ketenangan ku," Seru Angel yang mendorong suami nya tersebut keluar dari kamar.
"Baik..baik. Aku akan keluar," Evan memilih keluar dari kamar itu. Setelah Evan keluar, Angel menutup pintu dan mengunci nya.
Melihat bagaimana tingkah Angel, membuat Evan semakin frustasi. Ia tidak tau harus bagaimana membujuk istri nya tersebut. Evan juga tidak mengerti mengapa Angel begitu marah nya pada nya hanya karena tidak sengaja menjatuh kan sebuah apel. Hanya karena apel, tapi Angel sebegitu nya.
"Sayang," Panggil Evan dengan mengetuk pintu di hadapan nya. Evan mencoba untuk tetap tenang dan sabar.
"Jangan memanggil ku dengan kata sayang, tidak cocok di dengar oleh telinga!," Teriak Angel dari dalam. Evan yang mendengar pun kembali menghela nafas nya.
"Apa kau sudah makan siang?," Tanya Evan mencoba mengajak Angel untuk berbicara dengan tenang.
"Bukan urusan mu. Kau urus saja urusan mu sendiri. Vina lebih membutuh kan perhatian mu!," Balas Angel. Ternyata Angel Semarah itu bukan karena apel, melainkan karena Vina. Ia berpikir Evan masih berhubungan dengan Vina.
"Aku tidak akan memperhatikan Vina. Dia bukan siapa-siapa," Balas Evan.
"Tidak sayang. Percaya lah," Evan berbicara dengan nada suara yang penuh kelembutan.
"Aku tidak percaya pada lelaki seperti mu. Aku menyesal karena harus menikah dengan lelaki seperti mu hiks...hikss..," Teriak Angel dengan menangis. Evan yang mendengar pun hanya terdiam beberapa saat. Perkataan Angel membuat diri nya sangat terluka. Namun Evan tetap tidak bisa menyalahkan Angel karena perkataan istri nya. Karena pada kenyataan nya, Evan memang seorang lelaki yang tidak baik.
"Sayang, jangan berbicara begitu. Tidak bisakah kau memaaf kan kesalahan ku?," Ucap Evan yang menyandar kan punggung nya di pintu kamar dan duduk di lantai. Evan membuka dasi yang melekat di kerah kemeja nya dan memegang nya. Sementara Angel tidak membalas ucapan Evan.
"Mau aku ceritakan alasan kenapa aku menikah dengan mu?," Tanya Evan.
"Karena perjodohan orang tua!," Cetus Angel.
__ADS_1
"Tidak. Kau salah mengira. Bukan karena itu," Jawab Evan. Angel yang tadi nya sangat marah, seketika amarah nya mereda. Angel berjalan mendekati pintu dan berdiri di sana.
"Lalu?," Tanya Angel.
"Karena aku lah yang mencintai mu. Aku yang meminta orang tua ku menghubungi orang tua mu. Aku mengatakan ingin menikah dengan mu," Jelas Evan.
"Cinta apa nya?, kita tidak pernah bertemu waktu itu!, kau berbohong!," Balas Angel tak percaya.
"Baru bertemu?, tidak. Apa kau ingat di saat kecil dulu?, rumah kita masih bersebelahan dengan orang tua ku. Aku bermain bola di halaman rumah dan kau mengintip di celah pagar?," Tanya Evan. Angel terdiam beberapa saat mengingat masa kecil nya.
beberapa tahun yang lalu, di saat keluarga Evan baru saja pindah di rumah yang bersebelahan dengan Angel. Waktu itu keluarga Angel juga mengemas kan barang-barang nya karena akan pindah dari rumah itu beberapa hari lagi. Namun di saat Angel sedang bermain boneka di teras rumah, ia tak sengaja mendengar suara dari rumah sebelah. Mendengar hal itu, Angel berinisiatif untuk melihat nya. Angel bermaksud untuk masuk ke rumah sebelah secara diam-diam, namun sayang nya pagar rumah sebelah terkunci. Membuat Angel hanya bisa mengintip di celah pagar. Evan waktu itu masih berusia 17 tahun, ia menyadari ada yang mengintip nya. Evan pun menghampiri gadis kecil tersebut.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?," Tanya Evan. Pun beberapa teman nya yang sedang bermain bola juga ikut menghampiri Angel. Sementara Angel, Melihat Evan lebih dekat, seketika membuat Angel terkesima dan kagum dengan ketampanan lelaki itu.
"Kau tampan sekali," Ucap Angel dengan menatap Evan di balik pagar.
"Apa kau mau menikah dengan ku?," Tanya Angel yang saat itu masih berusia 7 tahun. Masih sangat dini mengatakan hal itu. Beberapa teman Evan saat itu yang mendengar pun tertawa mendengar perkataan Angel hingga membuat Angel malu dan akhir nya menangis. Melihat hal itu, Evan akhirnya meminta teman nya untuk berhenti tertawa.
"Kembali bermain di sana." Titah Evan pada teman-teman nya. Teman-teman nya pun kembali bermain bola. Sementara Evan masih berdiri di sana.
"Jangan menangis. Mata mu bisa pecah jika kau terus menangis," Bujuk Evan. Mendengar perkataan Evan membuat Angel menghapus air mata nya.
"Berjanjilah kau akan menikah dengan ku," Ucap Angel. Entah kenapa gadis kecil itu meminta Evan berjanji pada nya. Karena tidak mau Angel menangis, Evan pun akhir nya mengiyakan begitu saja.
"Baiklah. Tapi tidak sekarang. Tunggu setelah kau dan aku beranjak dewasa," Balas Evan yang saat itu sebenar nya hanya asal bicara saja sebagai kalimat penenang. Namun Angel tersenyum ke arah Evan.
__ADS_1
"Baiklah. Kau berjanji pada ku. Angel mengulurkan tangan kelingking nya meminta Evan menepati janji nya. Evan pun menuruti nya.