
Terasa Sepi
Seorang wanita duduk di depan rumah sembari meminum segelas jus jeruk di sore hari. Seseorang tersebut tak lain ialah Angel. Angel duduk sendirian sembari memandangi handphone nya. Sejak Evan ke Amerika, Angel selalu membawa handphone nya kemana-mana. Ia tak pernah melepaskan handphone nya dari dirinya. Termasuk ke kamar mandi pun Angel tetap membawa handphone nya. Angel sangat berharap Evan menghubunginya, namun sudah tiga harian ini Evan sama sekali tidak menghubunginya. Angel sebenarnya ingin sekali menghubungi suami nya, namun ia urungkan karena tak mau jika nanti Evan malah menghodanya . Hal itulah membuat Angel dengan terpaksa harus menunggu Evan untuk menghubungi nya lebih dulu. Namun sayang nya Evan sama sekali tak menghubungi nya.
"Aku sangat bosan sendirian di rumah. Makan sendiri, tidur sendiri. Aku bosan sekali." Ucap Angel dengan helaan.
"Tidak ada yang bisa aku kerjakan. Skripsi tinggal menunggu wisuda, suami tidak ada di rumah. Aku harus melakukan apa?," Pikir Angel. Di saat Angel terlihat sedang termenung, tiba-tiba handpone nya berbunyi. Angel melihat nya dengan cepat ia berharap yang menelpon adalah suami nya, namun saat melihat layar panggilan Angel menatap layar panggilan tersebut dengan kecewa. Ternyata yang menelpon nya adalah Vani bukan suaminya.
"Iya Vani. Ada apa?," Tanya Angel.
"Angel, kau dimana?," Tanya Vani di telpon.
"Aku dirumah , dimana lagi jika tidak di rumah." Jawab Angel.
"Angel, apa kau sibuk hari ini?," Tanya Vani.
"Tidak. Aku hanya duduk sembari menikmati kebosanan," Jawab Angel dengan helaan nafas.
"Kebetulan sekali. Aku ingin mengajak mu keluar jalan-jalan," Ucap Vani.
"Kemana?," Tanya Angel.
"Ke Mall. Bersama Bara juga," Jelas Vani yang terdengar sangat semangat.
"Siapa yang menjemput ku ke rumah?," Tanya Angel.
"Bara yang akan menjadi sopir nya. Kita akan berangkat memakai mobil Bara," Jelas Vani. Pin Angel yang mendengar pun mengiyakan.
"Baiklah. Aku akan bersiap-siap," Ucap Angel.
"Jam 04.00 kita akan berangkat," Ingat Vani.
__ADS_1
"Oke." Balas Angel mengiyakan sebelum panggilan berakhir.
Angel pun mulai bersiap-siap. Sebelum bersiap-siap, Angel pun menunaikan sholat Ashar terlebih dahulu. Dan setelah nya ia baru mengganti baju dan memakai make up tipis. Setelah merasa cantik, ia pun kembali duduk di depan rumah sembari menunggu kedatangan Vani dan Bara yang menjemput nya. Tak butuh waktu lama, mobil pun datang. Bara mengklakson dari luar rumah. Angel yang melihat pun dengan cepat menghampiri Bara dan Vani.
"Hay guys. Apakah aku cantik hari ini?," Sapa Angel sembari memperlihatkan penampilan nya ke Bara dan juga Vani.
"Cantik. Kau selalu cantik di mata ku." Jawab Bara dengan mata yang berbunga-bunga. Sementara Vani hanya tertawa mendengar perkataan Bara.
"Sudah-sudah. Masuklah ke mobil," Pinta Vani. Angel yang mendengar pun mengiyakan sambil masuk ke mobil. Angel duduk bersama Vani di kursu belakang. Pun Bara yang melihat pun memperhatikan Vani dan Angel sambil tersenyum paksa.
"Kalian berdua duduk di kursi belakang. Lalu aku sendirian di depan. Apa kalian mengira aku seorang sopir?," Tanya Bara.
"Tidak begitu Bara. Vani duduk lah di di depan. Tidak apa-apa aku di belakang sendiri," Pinta Angel.
"Tidak mau. Aku juga ingin duduk ingin di belakang bersama mu. Tidak seru duduk bersama Bara di depan," Tolak Vani.
"Aku tidak mau mengemudi jika tidak ada yang duduk bersama ku." Tegas Bara. Angel yang mendengar pun akhirnya memilih pasrah dan mengalah. Ia beranjak duduk ke depan bersama Bara.
"Bagaimana dengan ku?, aku hanya duduk sendiri di belakang." Vani menggoyang-goyangkan bahu Angel di depan nya. Vani berharap Angel duduk bersama nya di belakang.
"Sudah Van. Kita harus mengalah. Nanti di Mall juga bisa gandengan." Ucap Angel. Vani yang mendengar pun mengiyakan. Bara pun mulai mengemudi menuju Mall. Di dalam perjalanan, Bara dan Angel begitu pun Vani bernyanyi untuk menghilangkan rasa bosan karena lama nya berada di dalam mobil. Tak lupa Vani mengambil vidio mereka bertiga yang bernyanyi tersebut dan mengunggah nya di story instagram milik Vani dan lupa menandai Angel dan juga Bara tentu nya. Tak terasa waktu begitu cepat, mereka pun sampai di sebuah Mall.
* * * *
Di tempat lain, seorang laki-laki berkemeja hitam duduk dengan santai sembari membuka instagram. Seorang tersebut ialah Evan. Sebetulnya Evan bukan orang yang suka bermain medsos, namun karena ingin tau bagaimana keseharian istrinya lah yang membuat nya terpaksa harus membuka media sosial. Mengingat istrinya sangat suka membagikan story keseharian nya di media sosial, hal tersebut membuat Evan mau tak mau harus membuka media sosial untuk melihat apa-apa saja kegiatan istrinya tersebut. Namun di saat membuka story milik istri nya, bukan nya melepas kerinduan malah membuat amarah Evan memuncak tinggi. Bagaimana tidak, di story intagram Angel terlihat begitu dekat dan akrab dengan seorang laki-laki bernama Bara. Kedekatan Angel dan Bara sangat tidak di sukai Evan.
"Sudah berapa kali aku ingatkan untuk tidak berteman dengan lelaki tapi dia tidak mendengarkan perkataan ku sama sekali." Ucap Evan dengan marah. Ia tak tau lagi harus bagaimana mengatakan nya pada Angel agar tidak terlalu dekat dengan laki-laki lain selain dirinya.
"Ku tinggal sebentar dia sudah tertawa bersama laki-laki lain." Evan menelpon Angel langsung.
"Hallo prof," Sapa Angel ketika panggilan tersambung.
__ADS_1
"Kau dimana?," Tanya Evan yang terdengar dingin.
"Aku di Mall," Jawab Angel.
"Prof, apa kau baik-baik saja di sana?," Tanya Angel.
"Tidak. Aku tidak baik-baik." Jawab Evan.
"Kenapa?, apa prof sedang sakit?," Tanya Angel terdengar khawatir.
"Aku tidak baik-baik melihat kau bersama laki-laki lain di sana. Berapa kali aku ingat kan untuk tidak begitu dekat dengan laki-laki lain?," Evan bertanya dengan suara datar nya tak ada hangat-hangat nya.
"Maksud prof Bara?, Bara lagi Bara lagi. Prof, aku dan Bara hanya teman tidak lebih. Lagi pula aku tidak hanya berdua bersama Bara, tapi aku juga bersama Vani di sini," Jelas Angel.
"Kau ternyata memang tidak mau mendengar perkataan ku sama sekali." Ucap Evan sambil mengakhiri panggilan.
"Prof.. Halo prof." Angel memperhatikan layar ponselnya dan ternyata panggilan telah di akhiri.
"Dia sengaja mematikan telpon nya." Angel memperhatikan kamar handphone nya dengan kecewa.
"Siapa yang menelpon mu?," Tanya Bara.
"Suami ku." Jawab Angel. Pun Bara yang mendengar perkataan Angel pun sangat kecewa dan sedih. Bara sejenak terdiam dan menghela nafas nya.
"Kita kemana dulu nih?," Tanya Vani.
"Makan dulu. Aku belum makan," Jawab Angel.
"Baiklah. Kita makan saja dulu." Sambung Bara.
Mereka pun makan du salah satu restauran di dalan Mall. Setelah makan mereka pun bermain game mobil-mobilan dan berbelanja.
__ADS_1