
Gelap
Malam pun tiba. Sekarang ini Angel terlihat berdiri di meja rias nya sembari tersenyum. Angel memperhati kan wajah nya yang telah di lapisi make up tipis yang membuat nya terlihat cantik.
"Masyallah. Ternyata aku sangat cantik," Gumam Angel, sembari melingkar kan senyuman di wajah nya.
Angel sesekali memperhatikan arah jarum jam yang menuju pukul 08:00 malam. Angel pun kemudian beranjak keluar dari kamar dan berjalan keluar rumah untuk menunggu Bara menjemput nya. Entah kebetulan atau bukan, saat Angel keluar rumah, Bara pun sampai tepat di depan rumah Angel.
"Tepat sekali." Angel pun kemudian berjalan menuju mobil Bara.
"Di mana Vani dan Dhio?," Tanya Angel sembari memperhatikan kursi mobil belakang.
"Dhio dan Vani tidak bisa ikut. Kata nya Vani sedang sibuk, Sementara Dhio sedang membantu ayah nya berkerja di perusahaan," Jelas Bara.
"Jadi aku hanya sendiri?," Tanya Angel ragu-ragu.
"Terpaksa. Sebab aku berharap kau teman ku mau datang," Bara menutup kedua tangan nya memohon ke Angel. Angel yang melihat pun merasa tak sampai hati untuk menolak permintaan Bara.
"Baik lah." Angel membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.
"Kau memang teman ku." Bara mulai mengemudi menuju sebuah hotel.
Di sepanjang perjalanan, Bara terdengar berusaha mengajak Angel untuk berbicara. Bara berkata banyak hal dan Angel hanya berkata seada nya saja. Hingga tak terasa beberapa lama, mereka sampai tepat di depan sebuah hotel mewah Bara pun mengajak Angel turun dari mobil dan masuk ke dalam.
"Angel, apa yang kau menung kan?, ayo masuk lah," Bara memperhatikan Angel yang hanya berdiri dan termenung memperhatikan hotel tersebut.
"Mewah sekali." Ucap Angel sembari berjalan beriringan bersama Bara.
Saat sampai di hotel, orang-orang mulai menyambut kedatangan Bara dan juga memperhatikan Angel di samping nya.
__ADS_1
"Selamat atas pembukaan hotel nya." Begitu lah ucapan dari orang-orang yang menyambut Bara dan para tamu yang menyapa Bara.
"Terima kasih." Balas Bara.
"Ini siapa?, pacar atau istri?," Tanya salah satu tamu. Ada pun Bara yang mendengar pun sejenak terdiam dengan pandangan yang mengarah ke Angel.
"Tidak kedua nya pak. Saya teman kuliah nya," Jawab Angel.
"Mari pak, kami kesana dulu" Pamit Bara dengan membawa Angel ke tempat hidangan makanan dan buah-buahan di hidang kan.
"Di mana orang tua mu?," Tanya Angel dengan melihat sekeliling nya mencari orang tua Bara di banyak nya tamu.
"Sayang sekali, orang tua ku tidak bisa hadir karena mereka harus ke Amerika karena ada urusan mendesak," Jelas Bara sembari mengambil dua gelas jus jeruk. Ia memberikan segelas jus untuk Angel, dan segelas untuk dirinya sendiri.
"Terima kasih." Angel mengambil segelas jus tersebut dan tanpa berpikir panjang, ia langsung meminum nya. Bara yang melihat pun tersenyum senang memperhatikan Angel yang meminum segelas minuman jus tersebut.
"Sekali ini saja. Tidak mungkin aku langsung mengantar mu pulang sementara kita baru saja datang," Ucap Bara. Angel yang mendengar pun sejenak terdiam dengan merenungi perkataan Bara yang ada benar nya juga. Tidak mungkin langsung pulang sementara mereka baru saja sampai.
"Apa kau mau makan sesuatu?, ini beberapa menu yang perlu kau coba. Aku memesan nya langsung dari restoran bintang lima," Bara memperlihatkan menu-menu yang tersaji di atas meja.
"Benarkah?," Angel mencoba salah satu menu tersebut. Namun di saat Angel ingin mencoba menu lain nya, tiba-tiba kepala nya terasa pusing. Kedua mata nya juga mulai kabur. Angel tak bisa melihat dengan jelas. Bara yang menyadari nya pun dengan cepat memegangi Angel dan menahan nya agar tidak terjatuh ke lantai.
"Angel, ada apa?," Tanya Bara yang terdengar panik. Orang-orang sekeliling tak menyadari sama sekali. Semua terlihat sibuk masing-masing.
"Bar, kepala ku terasa sangat pusing," Angel memegangi meja di depan nya. Ia berusaha untuk tetap berdiri.
"Seperti nya kau salah minum. Seperti nya kita tidak meminum kan jus tapi kit...," Belum selesai Bara melanjut kan pembicaraan, Angel sudah benar-benar tak sadar kan diri. Angel terjatuh di pelukan Bara. Orang-orang pun mulai menyadari dan mendekati Bara dan Angel dengan panik.
"Ada apa?,"
__ADS_1
"Ada apa ini?, kenapa dia pingsan?, apa dia sedang sakit?," Begitu lah pertanyaan orang-orang.
"Tidak apa-apa. Kalian tenang lah. Ia tidak sakit. Teman ku ini salah mengambil minuman." Jelas Bara.
"Para tamu, tenang lah. Kalian lanjutkan pesta nya malam ini."
"Geri, aku titipkan acara ini pada mu," Ucap Bara pada salah satu teman bisnis nya.
"Baik lah." Balas Geri.
Bara membawa Angel menjauh dari keramaian. Ia membawa Angel menuju salah satu kamar hotel dan meletakan Angel di sofa besar. Angel yang saat itu masih sedikit sadar menyadari keberadaan nya, meminta Bara untuk mengantar kan nya pulang.
"Bar, antarkan aku pulang. Ini bukan kamar ku," Pinta Angel
"Istirahat lah dulu di sini. Kau sekarang mabuk," Gumam Bara, dengan mengelus pipi mulus Angel. Angel yang merasa pipi nya di sentuh pun, dengan cepat menepiskan tangan Bara dari nya.
"Apa yang kau lakukan! jangan menyentuhku," Tegas Angel yang berusaha keras untuk tetap sadar kan diri walaupun ia merasa sangat lemah.
"Tidak mungkin aku melakukan nya. Aku benar-benar menghancurkan diri nya jika aku melakukan nya." Pikir Bara dengan memandangi Angel yang terbaring di atas sofa. Bara merasa tak mampu menyakiti Angel. Ia tak mungkin sejahat itu. Bara tiba-tiba terpikir kan satu ide yang tidak perlu melibatkan ia harus tidur dan mengabiskan malam bersama Angel.
"Aku hanya perlu mengambil gambar saja dan mengirim kan nya ke suami nya." Pikir Bara.
Bara kemudian beranjak naik ke sofa dan berbaring di sebelah Angel. Bara kemudian memotret diri nya yang terlihat seolah-olah tidur bersama Angel. Ia mendekatkan diri nya berdempetan dengan Angel. Tidak hanya itu, Bara juga berusaha membuka penutup kepala milik Angel untuk membuat hasil gambar semakin jelas terlihat jika ia memang benar-benar sudah tidur bersama Angel. Namun Angel yang merasa ada tangan yang membuka penutup kepalanya, ia pun berusaha menjauhkan diri nya.
"Lepas kan!," Ucap Angel dengan sarkas. Angel berusaha melindungi dirinya. Ia memukul Bara berkali-kali meminta Bara untuk tidak mendekati nya.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya melonggarkan hijab mu agar kau bisa bernafas dengan baik," Jelas Bara.
Setelah di rasa gambar-gambar telah cukup, Bara pun keluar dari kamar hotel untuk kembali ke acara. Sebelum keluar, Bara sempat meminta para pelayan wanita untuk menjaga Angel di dalam kamar tersebut.
__ADS_1