My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Masakan Evan


__ADS_3

Masakan Evan


Selesai mandi, Angel pun telah bersiap-bersiap mengenakan baju santai nya di rumah. Karena hari ini ia tidak kemana-mana, Angel pun memakai baju kaos lengan panjang oversize dan juga langging panjang yang berwarna hitam. Angel keluar dari kamar untuk melihat Evan yang sejak tadi tidak ada di kamar.


"Kemana lagi Prof." Pikir Angel sembari berjalan menuju ruang tamu. Namum saat sampai di ruang tamu, Angel juga tidak menemu kan Evan di sana. Angel pun kemudian berjalan mencari suami nya tersebut menuju dapur. Saat di dapur terlihat Evan yang saat itu sedang memasak. Angel yang melihat pun dibuat terpesona dengan suami nya yang saat itu sedang memotong daging dengan pisau. Entah mengapa Angel merasa yang ia lihat sekarang ini lelaki yang sangat tampan. Evan terlihat sangat keren bermain dengan pisau. Angel yang melihat pun tanpa sadar ia tersenyum melihat ketampanan suami nya tersebut.


"Apa yang sedang kau lihat?," Tanya Evan yang terlihat sedang serius memotong daging. Ternyata sejak tadi Evan sudah menyadari kedatangan istrinya tersebut.


"Prof, kau sedang apa?," Tanya Angel sembari berjalan menghampiri suami nya.


"Memasak." Jawab Evan tanpa menoleh.


"Apa ada yang bisa aku bantu?," Tanya Angel.


"Tidak ada. Kau duduk lah. Khusus hari ini, akulah yang akan memasak," Ucap Evan.


"Jangan begitu prof. Aku jadi tidak enak jika aku tidak membantu," Angel mengambil bawang bombai bermaksud untuk membantu Evan memotong nya. Namun Evan dengan cepat mengambil bawang bombai tersebut dari tangan Angel.


"Tidak perlu. Khusus hari ini kau istirahatlah. Aku yang akan memasak. Duduk saja dengan manis di sini," Ucap Evan, sembari menarik satu kursi dan meminta Angel untuk duduk dengan tenang.


"Baiklah. Prof mau memasak apa?," Tanya Angel sembari melihat-lihat bahan-bahan yang telah disiapkan Evan di atas meja.


"Memasak daging." Jawab Evan.


"Memasak daging bagaimana? ingin membuat apa, prof?," Tanya Angel penasaran.


"Rendang." Balas Evan yang mulai memasak.


"Rendang?, apa prof bisa membuatnya?," Tanya Angel lagi.


"Jangan salah. Rasa rendang ku bikin kamu ketagihan," Jawab Evan sembari memasukan potongan daging beserta bumbu-bumbu lain nya ke dalam wajan.


"Benarkah?, tidak sabar ingin mencoba nya," Ucap Angel dengan tersenyum.

__ADS_1


"Sabar sayang." Balas Evan.


degg. . .


Pun Angel yang mendengar perkataan Evan yang mengatakan kata sayang, hal tersebut sukses membuat Angel menjadi salah tingkah. Angel tidak menyangka jika Evan memanggil nya begitu. Angel ingin sekali tersenyum dengan lebar di depan suami nya saat ini, namun ia urung kan karena tidak ingin Evan melihat rasa yang mulai tumbuh di relung hati nya yang paling dalam.


"Umm, prof. Ada yang ingin aku tanya kan pada mu?," Tanya Angel.


"Boleh saja.' Ucap Evan santai.


.


" Bagaimana hari mu di Amerika,?" Tanya Angel.


"Biasa saja. Tidak ada yang istimewa," Jawab Evan.


"Apa prof pernah jalan ke tempat hiburan?," Tanya Angel penasaran.


"Hiburan. Maksud ku seperti pantai. Bukan kah orang Amerika sangat suka berjemur di pantai?," Ucap Angel.


"Kalau pantai aku tidak pernah. Aku di sana lebih suka keluar malam hari," Jelas Evan.


"Owh. Umm, prof di Amerika tinggal di bagian mana?," Tanya Angel.


"Aku tinggal di kita Washington." Jawab Evan.


"Owh. Di sana prof tinggal di rumah atau apartemen?," Tanya Angel lagi.


"Apartemen." Jawab Evan.


"Kenapa tidak membeli rumah dan tinggal di rumah?," Tanya Angel heran. Pun Evan yang mendengar pun sejenak menghembus kan nafas nya dengan helaan.


"Untuk apa?, aku di sana tinggal sendiri. Apa guna nya rumah. Terkecuali jika kau ikut ke Amerika. Jika kau tak nyaman tinggal di Apartemen, maka aku akan membeli kan rumah," Tutur Evan.

__ADS_1


"Aku?, aku tidak yakin mau ke Amerika. Aku tidak pernah tinggal di negara orang. Prof tinggal lah di sana sendiri," Tolak Angel.


"Bagaimana aku bisa tenang berkerja, sementara kau di sini dan aku hanya tinggal di sana sendiri," Ucap Evan sembari mendekati Angel dan duduk bersebelahan dengan istri nya tersebut.


"Selama ini, prof juga sudah terbiasa tinggal di Amerika sendirian. Jadi pasti baik-baik saja," Gumam Angel.


"Tidak. Kau istri ku, dan aku suami mu. Jadi istri tentu harus ikut suami kemanapun," Tegas Evan.


" Tidak prof. Aku seperti nya hanya ingin tinggal di indonesia saja. Aku ingin berkerja di negara kita," Ucap Angel. Sementara Evan yang mendengar pun, sejenak memandangi istri nya dengan tatapan yang dingin. Evan tak mengerti mengapa istri nya begitu keras kepala begini.


"Tidak. Kau harus ikut ke Amerika. Berkerja kau bilang?, siapa yang menyuruh mu untuk berkerja? apa uang yang ku beri selama ini tidak cukup?," Tanya Evan dengan nada bicara yang terdengar dingin.


"Bukan masalah uang prof, tapi ini masalah karir. Aku hanya ingin mempunyai karir saja," Jawab Angel.


"Tidak ada yang nama nya berkerja. Apa pun keputusan mu, aku tetap akan membawa mu ke Amerika dan kau tidak boleh berkerja." Tegas Evan sembari beranjak dari duduk nya, kemudian kembali mengaduk masakan nya. Sementara Angel yang mendengar pun, hanya terdiam. Menyadari jika saat ini suami nya sedang marah pada nya, membuat Angel harus diam dan tidak bicara lagi.


* * * *


Selesai memasak, Evan pun menata masakan nya di atas meja makan. Selain rendang, Evan sempat memasak beberapa menu lain nya seperti tumisan sayur, dan sambal kepiting suwir. Evan menata semua menu ke atas meja.


"Apa aku boleh mencoba nya prof?," Tanya Angel tak sabar.


"Tidak hanya mencobanya. Kau memang harus menghabis kan nya," Jawab Evan sembari memberikan piring ke istri nya tersebut. Angel pun mulai mencoba masakan suami nya tersebut.


"Bagaimana?," Tanya Evan sembari melihat Angel yang mencoba rendang buatan nya.


"Wah, ternyata kau sangat pintar memasak. Ini benar-benar enak prof," Balas Angel sembari menikmati masakan suami nya. Sementara Evan yang mendengar nya pun hanya tersenyum memperhatikan istri nya yang makan begitu lahap.


"Prof tidak makan?," Tanya Angel.


"Iya. Aku akan makan sembari melihat mu makan,". Ucap Evan sembari tersenyum. Evan menambahkan satu sendok nasi dan memasukan rendang serta sambal kepiting ke dalam piring nya. Evan makan dengan tenang di temani dengan pemandangan wajah cantik istri nya.


Kedua nya pun menikmati makan pagi di pagi itu sampai selesai. Setelah selesai, Evan pun mencuci piring kotor dan membersihkan dapur yang sedikit berantakan karena bekas ia memasak. Sementara Angel, Angel hanya duduk di depan rumah sembari memain kan handphone nya.

__ADS_1


__ADS_2