
Di Rencanakan
"Aku perlu bantuan mu Bara," Angel menatap lelaki di depan nya dengan tatapan yang sangat serius. Suasana di restoran sangat ramai di datangi orang-orang, namun tidak menghalang keseriusan Angel saat ini.
"Membantu?," Bara mengangkat satu alis nya keatas dengan heran.
"Iya. Aku perlu bantuan mu untuk menjelaskan dengan kesalah pahaman yang terjadi di antara kita. Tolong bantu aku menjelaskan pada suami ku, tentang kesalah pahaman itu. Aku mohon pada mu," Angel meminta dengan penuh harapan. Ia sangat berharap dengan ada nya Bara yang menjelaskan kejadian malam itu, membuat suami nya tidak lagi berpikir buruk tentang nya. Sebab, Angel sudah sangat lelah dengan segala prasangka Evan pada nya.
"Apa suami mu menganggap kau benar-benar tidur dengan ku?," Tanya Bara yang terlihat seolah sangat perhatian dengan masalah rumah tangga Angel.
"Iya. Dia tidak mempercayai ku sama sekali.Aku sudah menjelaskan berulang kali, namun dia tetap dia percaya pada ku," Ucap Angel sembari menundukkan wajah nya. Terlihat jelas kesedihan di wajah nya.
"Itu lah yang aku mau." Ucap Bara di dalam hati nya. Lelaki itu tanpa sadar tersenyum menatap Angel di depan nya.
"Tolong bantu aku Bar," Pinta Angel dengan mengangkat wajah nya dan melihat ke arah Bara. Pun Bara dengan cepat merubah ekspresi nya.
"Ini semua karena kesalahan ku. Maaf kan aku Angel. Tapi kau tenang saja, aku akan membantu mu menjelaskan semua kejadian malam itu," Bara menatap Angel dengan ekspresi dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah. Berbanding terbalik dengan hati nya. Kenyataan nya, Bara sangat senang dengan berita yang di sampai kan Angel pada nya. Ia bahagian karena rencana yang ia buat bisa berhasil membuat Evan berprasangka buruk pada Angel.
"Terima kasih Bara. Karena kau mau membantu ku menjelaskan pada Evan," Ucap Angel. Akhir nya ia bisa sedikit bernafas lega karena Bara mau menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka.
"Aku akan menjelaskan pada nya. Kau tenang saja. Nanti malam, aku akan datang ke kembali restoran ini dan menjelaskan semua yang terjadi," Evan memegang bahu Ange terlihat menenangkan wanita di depan nya itu.
__ADS_1
"Baik lah. Aku akan membawa nya kemari malam nanti menemui mu. Sekarang aku harus kembali ke apartemen, jika berlama-lama di sini bersama mu, dia akan salah paham lagi pada ku," Angel berdiri dari duduk nya dan melangkah menjauh dari meja. Namun belum jauh melangkah, Bara kembali menahan nya. Bara ikut berdiri mengikuti Angel.
"Apa kau tidak ingin makan lebih dulu?, sayang sekali kita berada di restoran namun tidak makan apa pun," Ucap Bara dengan menahan tangan Angel.
"Tidak Bara. Aku tidak lapar. Aku harus kembali," Tolak Angel melepaskan tangan Bara.
"Baik lah. Kau hati-hati," Bara melepaskan tangan nya dan membiar kan Angel keluar begitu saja. Bara hanya memandangi punggung Angel yang perlahan menjauh dari nya hingga tak terlihat lagi. Setelah Angel menghilang, ia kembali tersenyum. Lelaki itu kembali duduk di kursi dan memesan makanan sendirian.
"Sayang sekali jika tidak ku raya kan akan keberhasilan ini " Ucap Bara dengan senyuman jahat nya.
"Menjelaskan kebenaran?, kebenaran aku mencintai nya?, tentu saja akan aku jelas kan pada suami nya," Bara mengetuk-ngetuk meja kaca di depan nya dengan anak jari nya.
"Tentu saja. Merayakan ialah bentuk penyemangat kemenangan," Ucap Bara. Pun wanita itu berdiri dan berjalan ke arah Bara. Ia menarik satu kursi dan duduk di meja yang sama dengan Bara.
"Tidak sabar untuk menunggu malam," Balas wanita itu dengan tertawa. Wanita itu tak lain ialah Vina. Ternyata sejak awal Angel masuk ke restoran, Vina sudah berada di sana sebelum nya. Ia mendengar semua perkataan Angel. Sejak awal, Bara dan Vina memang sudah lebih dulu berada di dalam sana. Mereka berdua memang sudah merencanakan semua nya.
Kedua nya menikmati hidangan makanan di restoran sebagai bentuk merayakan kemenangan mereka.
* * * *
Malam yang di tunggu-tunggu telah tiba. Sekarang ini Bara telah berada di restoran di tempat yang sama bersama Angel. Yaitu restoran yang bersebrangan dengan gedung apartemen Evan. Ada pun di apartemen, Evan menyetujui akan bertemu Bara untuk mendengar kebenaran yang sebenar nya, setelah Angel berhasil membujuk nya. Sekarang ini Evan di temani Angel telah keluar dari apartemen menuju restoran. Karena jarak Restoran yang sangat dekat, membuat mereka berdua memilih untuk berjalan kaki ke sana.
__ADS_1
"Dengar kan semua penjelasan Bara agar prof tidak salah paham lagi pada ku," Ucap Angel yang berjalan di belakang Evan.
Sesampai nya di restoran, terlihat Bara yang tengah duduk sendirian di meja kaca di dekat dinding menghadap jalan. Lelaki itu terlihat sedang memandangi orang-orang yang lewat di luar restoran. Karena di sekeliling restoran terbuat dari kaca, membuat nya bisa melihat setiap orang yang sedang lalu lalang di luar. Evan berjalan menghampiri Bara dan duduk dengan tenang di kursi yang telah di siap kan di sana. Di ikuti Angel yang ikut duduk di kursi yang bersebelahan dengan suami nya.
"Maaf, kami membuat mu menunggu," Ucap Angel.
"Tidak apa-apa. Aku juga baru saja duduk," Tutur Bara dengan tersenyum.
"Langsung pada inti nya saja. Jelaskan apa yang terjadi pada malam itu?," Evan duduk dengan menyilang kan kedua kaki nya. Ia berusaha untuk tetap tenang.
"Tidak nyaman menceritakan nya tanpa memesan minuman terlebih dahulu. Kita perlu memesan jus atau sejeni nya bukan?," Balas Bara dengan terlihat santai. Lelaki itu terlihat begitu senang malam ini.
"Jangan berbelit-belit. Langsung saja jelaskan. Apa yang terjadi malam itu antara kau dan istri ku? Tanya Evan dengan sedikit mengeras kan nada bicara nya.
"Benar Bara. Langsung saja kau jelaskan yang sebenar nya," Ucap Angel yang melirik Bara dan Evan secara bergantian. Angel sangat berharap masalah kesalah pahaman ini terselesaikan malam ini.
"Baiklah. Apa kau sudah siap untuk mendengarkan nya,?" Bara memangku kedua tangan nya di atas meja sembari tersenyum kearah Evan yang duduk di samping nya dengan jarak.yang terbilang sedikit jauh.
"Jelaskan langsung. Aku kemari untuk mendengarkan penjelasan mu. Aku tidak butuh kalimat mu itu. Cepat katakan sebelum aku memukul wajah mu itu!," Evan mendekatkan wajah nya di depan Bara dengan menatap nya dengan tatapan yang mematikan. Ia benar-benar tak tahan dengan kalimat basa-basi lelaki itu.
"Padahal aku hanya memberi kalimat pembuka. Tapi suami mu ini malah tak suka. Sayang sekali," Ucap Bara dengan melihat ke arah Angel dengan senyuman. Pun Angel yang melihat pun sedikit heran dengan ekspresi Bara saat itu. Bagaimana bisa ia bisa tersenyum dan setenang itu di saat waktu begini.
__ADS_1