
Masa Kecil
Beberapa hari setelah perjanjian itu, Evan dan Angel sering bermain bersama-sama. Bermain bola, bermain boneka dan ayunan. Mereka begitu akrab. Evan menganggap Angel sudah sebagai adik nya sendiri pada saat itu. Namun setelah Angel pindah, beberapa tahun kemudian. Evan kembali mencari keberadaan Angel. Ia meminta ibu nya menghubungi orang tua Angel untuk menanyakan bagaimana kabar Angel. Ibu Angel sering secara diam-diam mengambil gambar Angel yang sedang bersantai di rumah dan mengirim kan nya pada Evan. Setiap hari Evan melihat foto Angel. Karena hal itu, membuat Evan tiba-tiba teringat dengan janji nya di saat dulu pada Angel. Ia ingin menikahi Angel. Ia juga tidak mengerti kenapa diri nya sendiri ingin menepati janji nya di saat kecil dulu. Evan juga di buat bingung dengan diri nya sendiri. Waktu itu Evan juga berada di Amerika. Secara kebetulan, Evan di minta oleh ayah nya untuk pulang ke Indonesia dan menjadi dosen sementara di kampus yang juga kebetulan tempat Angel berkuliah. Waktu itu Evan hanya di minta oleh ayah nya untuk mengajar di sana karena ada kerja sama pemilik kampus dengan perusahaan. Itu menjadi kesempatan Evan untuk bertemu Angel. Namun di saat bertemu, Evan merasa sangat kecewa waktu itu karena Angel tidak mengenali nya sama sekali. Karena kesal, Evan sengaja mengerjai Angel dengan meminta nya menyalin buku tebal. Ada yang lebih mengesal kan lagi ketika Evan ke rumah Angel dan Angel juga seolah tidak kenal dengan nya. Sungguh keterlaluan bagi Evan.
Evan meminta izin dengan ibu Angel untuk menikah dengan gadis tersebut. Dan baik nya, ibu Angel mengizin kan. Karena keluarga mereka sangat dekat dulu nya, membuat Ibu Angel percaya jika Evan bisa membahagiakan Angel. Namun sebenar nya ibu Angel dan ibu Evan juga ingin menjodohkan mereka, namun Evan sudah duluan mengatakan ingin menikah dengan Angel. Hal tersebut tentu membuat kedua orang tua mereka sangat senang. Baik itu ibu Angel atau pun ibu nya Evan.
"Apa kau tidak ingat dengan perjanjian yang kau buat dulu?," Tanya Evan setelah panjang lebar bercerita.
"Itu hanya perjanjian yang tidak sah karena aku masih sangat kecil," Balas Angel.
"Tapi aku sudah terlanjur menepati nya," Ucap Evan. Angel yang mendengar pun terdiam.
"Selain itu, aku juga di uji dengan banyak kesabaran menghadapi tingkah mu setelah menikah. Kau mengabai kan aku, membuat aku cemburu, dan kau selalu berdebat dengan ku. Aku menyambar kan diri ku menghadapi tingkah kekanakan mu," Tutur Evan. Mengingat bagaimana Angel setelah baru-baru menikah dulu membuat Evan sangat kesusahan.
"Jadi kau menyesali nya?," Tanya Angel.
"Tidak. Aku menyukai mu. Bagaimana bisa aku menyesali nya," Jawab Evan dengan tersenyum sembari menyandar kan kepala nya ke pintu.
"Sayang, aku sangat kelelahan jika kau masih saja marah padaku begitu. Tidak bisa kah kita berbaikan?," Bujuk Evan.
"Apa kau tau aku di perusahaan tadi?, aku di tampar oleh Vina karena aku menolak menikah dengan nya. Aku juga memutuskan kontrak dengan perusahaan keluarga Vina karena aku tidak mau berhubungan dengan mereka lagi," Jelas Evan. Angel yang mendengar pun terdiam karena perasaan bersalah nya namun ia tetap mementing kan egonya yang keras.
__ADS_1
"Tidak. Kau juga menyakiti ku!," Tolak Angel.
"Aku minta maaf. Aku melakukan semua itu karena aku terlalu mencintai mu. Aku takut kehilangan mu. Aku tau aku yang salah karena tidak percaya pada mu. Tapi tolong mengerti lah kenapa aku marah," Evan menempelkan telingan nya untuk mendengar balasan dari Angel.
"Mencintai apa nya. Kau waktu itu hampir ingin menceraikan aku!," Cetus Angel. Mengingat nya saja membuat Angel sangat kesal dengan suami nya tersebut.
"Maaf sayang. Aku sangat menyesali hal itu. Sekali ini saja maaf kan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi nya," Ucap Evan, Angel hanya terdiam.
"Apa kau tidak mau memaaf kan suami mu sendiri hmm?," Tanya Evan dengan suara yang begitu lembut. Mendengar hal itu membuat Angel seketika luluh. Amarah nya menghilang.
"Aku sudah memaafkan mu," Balas Angel yang masih berdiri di depan pintu.
"Aku merindukan mu." Ucap Evan dengan suara serak nya. Ia masih memeluk Angel dengan erat seolah Enggal melepaskan pelukan.
"Prof, lepaskan. Kau membuat dada ku sesak," Gumam Angel.
"Maaf." Evan melepaskan pelukan dan membawa Angel untuk duduk di atas sofa. Angel hanya berjalan menuruti suami nya tersebut.
"Apa sekarang kita berbaikan?," Tanya Evan sembari mendarat kan ciuman di bibir Angel. Angel seketika membeku di buat nya. Ia begitu terkejut karena Evan mencium nya.
"Prof!, kau mencium ku!," Angel menatap tajam ke arah suami nya.
__ADS_1
"Memang nya berdosa mencium istri sendiri hmm?," Kekeh Evan.
"Hai bayi, bagaimana kabar mu di dalam perut mami?," Evan memegang perut Angel dan mengelus nya. Ia sangat senang karena ia akan menjadi seorang ayah.
"Baik Dady. Tapi aku sedih karena Dady sebelum nya membenci ku," Sindir Angel. Evan yang mendengar pun hanya tersenyum sembari memandangi wajah kesal Angel. Ia mengerti jika istri nya masih marah dengan nya.
"Maaf kan Dady sayang. Dady melakukan nya karena cemburu dengan mami mu yang cantik dan di sukai banyak lelaki," Evan menarik tubuh istri nya ke dalam pelukan nya. Angel sempat ingin menolak nya, namun Evan tidak membiarkan nya lepas begitu saja.
"Prof, tolong bersikap biasa saja!," Tegas Angel yang berusaha untuk tetap tenang. Walau sebenar nya ia juga sangat merindukan pelukan suami nya. Namun karena ego,membuat Angel seolah menolak nya.
"Berhenti memanggil ku dengan sebutan begitu. Kita sudah lama menikahi. Jadi panggil aku sayang atau lain nya jangan prof. Aku suami mu dan sudah bukan dosen mu, sayang," Bisik Evan di telinga Angel.
"Aku tidak biasa memanggil mu begitu," Angel memalingkan wajah nya karena malu menatap dekat wajah tampan suami nya tersebut.
"Harus terbiasa," Evan kembali mendarat kan ciuman di bibir kenyal Angel. Ia masih memeluk tubuh istri nya. Angel yang di perlakukan begitu pun di buat semakin malu dan salah tingkah.
"Prof, kau tidak di izin kan mencium ku lagi!," Ucap Angel dengan kedua pipi yang memerah menahan malu.
"Sayang. Bukan prof lagi." Tegas Evan.
Hari itu, Evan menghabiskan waktu nya bersama Angel di dalam kamar. Karena sudah mendapat kan kemaafan dari Angel, membuat Evan merasa sangat senang. Begitu pun dengan Angel yang juga merasa sangat bahagia karena akhir nya semua kesalah pahaman telah terselesai kan.
__ADS_1