
Menjelang Wisuda
Satu bulan berlalu. Waktu yang di habis kan Evan dan Angel hanya berjalan begitu-begitu saja. Evan yang berusaha sepenuh hati mendapat kan Angel sepenuh nya, dan Angel yang tanpa di sadari membuat Evan marah dan cemburu. Sama hal nya hari ini, Angel tidak pulang seharian sepulang kuliah beralasan mengerjakan skripsi bersama teman-teman nya. Yang paling membuat Evan lebih marah lagi dengan istri nya tersebut ialah ketika Angel tak mengangkat telpon dari nya. Sudah berapa kali Evan menelpon istri nya tersebut , namun Angel tetap tak menganglat nya sama sekali. Hal tersebut tentu membuat Evan kawatir pada Angel. Evan pun berinisiatif untuk menjemput istri nya tersebut. Mengingat pagi sebelum Angel berangkat bersama teman-teman nya, Angel sempat meminta izin pada suami nya untuk keluar bersama teman-teman nya ke sebuah Cafe yang berada cukup jauh dari rumah nya. Mengingat jarum jam sudah menuju pukul 05:00 sore , Evan pun memilih untuk menyusul istri nya tersebut. Namun saat Evan sampai di Cafe tersebut, ia mendapati Angel tertawa bersama teman lelaki. Walau pun Ada satu orang teman wanita namun tetap saja Evan tak suka jika istri nya berteman dengan laki-laki lain selain diri nya.
"Jadi ini yang ia sebut bermain." Evan berjalan menghampiri Angel dan menarik tangan istri nya dengan kasar.
"Pulang!."
"Awwh. Evan," Angel yang begitu terkejut melihat kehadiran Evan yang tiba-tiba datang dan langsung menarik tangan nya dengan kasar. Begitu pun dengan teman nya Vani dan Bara. Kedua nya juga begitu terkejut.
"Ada apa ini? Kenapa kau malah menarik nya dengan kasar begini!," Bara berusaha melepas kan tangan Evan dari Angel.
"Jangan ikut campur!. Ini urusan ku dengan istri ku. Kau bukan siapa-siapa!." Teriak Evan dengan keras. Pelanggan lain yang berada di cafe pun ikut terkejut dengan keributan tersebut.
"Istri?," Bara yang mendengar pun di buat semakin terkejut dengan pernyataan Evan.
"Angel! Ayo pulang sekarang!," Titah Evan. Angel yang mendengar pun hanya mengaduh kesakitan karena genggaman tangan kekar suami nya tersebut menyakiti tangan nya. Namun tanpa rasa belas kasihan sedikit pun, Evan terus menatik tangan Angel sampai ke luar dari cafe dan masuk ke dalam mobil. Sesampai nya Angel di dalam mobil, Evan menutup pinty mobil dengan keras. Hal tersebut membuat Angel semakin terkejut dan takut.
"Itu yang kau kata kan bermain? Bermain bersama laki-laki?," Tanya Evan dengan penuh amarah. Angel yang melihat pun di buat sangat takut.
"Aku sedang mengerjakan skripsi bersama mereka. Apa itu sebuah kesalahan?," Tanya Angel dengan suara yang terdengar penuh ketakutan.
"Kau sudah bersuami. Apa pantas wanita bersuami berteman dengan laki-laki lain hah?," Evan berbicara dengan penuh emosi. Angel yang mendengar pun hanya menunduk terdiam. Sedetik pun ia sangat takut melihat mata suami nya tersebut.
"Kau perlu mencoba sesuatu seperti nya." Evan mulau mengemudi menjauh dari cafe. Evan mengemudi dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
"Prof, prof mau bawa aku pergi kemana?, seperti nya ini bukan jalan pulang ke rumah kita, prof," Tanya Angel ragu-ragu. Evan yang mendengar pun tak membalas peranyaan Angel sama sekali. Ia terus mengemudi hingga tak beberapa lama ia sampai di sebuah hotel. Ia berhenti di depan hotel dan turun dari mobil.
"Prof,kita ini mau kemana?," Tanya Angel sembari ikut keluar dari mobil.
"Tidur." Balas Evan singkat.
"Tidur?, apa maksud nya?," Pikir Angel. Angel berjalan mengikuti Evan memasuki hotel.
"Kamar VIP mbak." Evan memesan kamar VIP ke resepsionis.
"Ini kunci nya pak," Resepsionis tersebut memberikan kunci kamar hotel VIP pada Evan. Evan menarik tangan Angel menuju lift.
"Awww. Sakit," Angel mengaduh kesakitan namun Evan tak menghirau kan sama sekali. Setelah keluar dari lift, Evan membawa Angel masuk ke kamar dan menghempas kan tangan Angel hinga membuat Angel terjatuh tepat di size king.
"Awww." Rintih Angel.
Deg
Angel yang mendengarpun di buat sangat terkejut dengan perkataaan suami nya tersebut.
"Prof," Angel berusaha menjauh dari Evan namun sayang nya Evan lebih kuat dari nya. Hal tersebut membuat Angel tidak bisa berbuat apa-apa. Angel membiar kan suami nya mengambil semua nya dari nya. Bukan hanya sekali, namun Evan melakukan nya berulang kali hingga membuat Angel sangat kewalahan dan akhir nya mereka beristirahat dan tertidur.
* * * *
Seusai dari akivitas yang di lakukan Evan terhadap Angel, yang menghabis kan waktu begitu lama. Evan melakukan nya dari sore hingga malam. Hal tersebut membuat Angel sangat kelelahan. Hingga sampai sekarang pun ia masih tertidur dengan pulas di saat Evan telah lama bangun, namun Angel tetap masih tertidur.
__ADS_1
"Aku perlu membuat perut nya di isi oleh bayi agar ia tidak keras kepala lagi." Gumam Evan sembari mencium keninģ Angel.
"Aku tidak tahan dengan kedekatan mu dengan laki-laki lain. Tidak peduli entah itu teman atau sahabat sekalipun."Ucap Evan.
"Sabar ku juga ada batas nya." Sambung Evan. Sementara Angel yang tiba-tiba terbangun dan membuka mata nya perlahan.
"Kau sudah bangun?," Tanya Evan dengan wajah datar nya. Angel yang mendengar pun hanya membalas pertanyaaan dari suami nya dengan anggukan.
"Apa tidur mu nyeyak?," Tanya Evan sembari berdiri dari size king.
"Prof mau kemana?," Tanya Angel.
"Mau mandi." Balas Evan singkat.
"Prof, bisakah kau membantu ku?," Tanya Angel.
"Membantu apa?," Tanya Evan, dengan melihat ke arah Angel.
"Bisakah aku meminjam kan hp milik prof sebentar?," Angel duduk sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Untuk?," Tanya Evan dengan heran.
"Aku ingin meminta kurir mengantar kan baju untuk ku. Baju ini sudah prof robek-robek dan aku tidak bisa memakai nya lagi." Jelas Angel.
"Tidak perlu. Aku sudah meminta karyawan hotel menyiap kan baju. Sebentar lagi mereka akan mengantar kan nya kemari." Evan berjalan masuk ke kamar mandi dan meninggal kan Angel yang masih duduk di size king.
__ADS_1
"Dia bersikap dingin seperti laki-laki brengsek setelah mendapat kan apa yang dia mau." Gumam Angel dengan tatapan sendu. Angel sebenar nya tak menyesal karena itu memang kewajibannya. Namun Angel hanya merasa kecewa karena sikap dingin Evan pada nya. Hal tersebut memuat Angel banyak bertanya-tanya di kepala nya.
"Dia mengabai kan aku setelah mendapat kan ku." Angel turun dari size king menuju lemari untuk mengambil handuk.