
Menjelang Wisuda
Hanya ada dua musim di Indonesia. Musim panas dan musim hujan. Dua iklim tersebut sering saling bertukaran tak menentu. Kadang bisa sampai tiga bulanan musim panas, dan terkadang lagi bisa sampai berbulan-bulan lagi musim hujan. Sama hal nya siang ini, panas matahari terlihat sangat terik dan panas. Orang-orang di daerah perkotaan memakai AC untuk mendinginkan tubuh nya agar tak kepanasan. Begitu pun dengan Angel. Sepulang dari kampus, Angel langsung membuka baju nya dan hanya memakaikan tantop dan celana pendek di dalam kamarnya. Walaupun sudah menghidupkan AC, namun tetap saja Angel masih merasa gerah.
"Kenapa hari ini sangat panas. Tidak ada orang di rumah, jadi tidak masalah jika aku hanya memakai tantop saja." Celoteh Angel sembari membuka baju dan hijabnya. Kemudian Angel mengikat rambutnya.
"Ini baru sejuk." Angel berjalan menuju size king dan merebahkan tubuhnya.
"Benar-benar ketenangan yang sangat menenangkan." Angel mengambil satu bantal fan memeluknya. Karena sangat kelelahan, mengingat tadi pagi ia mempersiapkan hari wisudanya yang hanya tinggal beberapa hari lagi, tentu membuatnya sangat lelah mempersiapkan segala nya. Mulai dari kampus, mempersiapkan baju untuk hari wisuda, dan banyak lagi hal lain yang perlu ia lakukan sendiri. Aktivitas hari ini membuat Angel sangat lelah dan akhirnya membuat Angel mengantuk dan tertidur dengan pulas. Di saat Angel masih tertidur, tiba-tiba seseorang perlahan masuk ke dalam rumah dan berjalan masuk menuju kamar. Walaupun sebelum tertidur Angel sudah mengunci pintu utama, namun seseorang tersebut ternyata juga memiliki satu kunci yang sama dengan Angel. Seseorang tersebut membuka pintu kamar dengan pelan agar tidak membangun kan Angel yang saat itu masih memejamkan mata nya. Seorang laki-laki berkemeja hitam tersebut berjalan mendekati Angel dan duduk di tepian Size king.
"Ternyata begini pakaian nya di saat aku tidak di rumah." Ucap seorang laki-laki tersebut dengan satu tangan yang mengelus-elus kepala Angel dengan lembut. Laki-laki tersebut tak lain ialah Evan. Evan sengaja tak memberitahukan Angel tentang kepulangan nya hari ini. Evan bermaksud untuk memberikan kejutan pada istrinya walaupun Angel sebenar nya tidak begitu peduli Evan pulang atau tidak. Namun Evan tetap ingin memberikan kejutan kepada Angel. Tapi keadaan malah berbanding terbalik, bukan nya Angel yang mendapat kejutan. Melainkan Evan yang mendapat kejutan. Evan di kejut kan dengan tubuh **** istri nya di siang hari begini. Hal tersebut tentu merupakan sebuah kejutan bagi Evan.
"Selama menikah aku tidak pernah melihat mu berpakaian begini. Namun di saat aku keluar negri, kau malah memakai pakaian begini." Gumam Evan, dengan membelai lembut wajah istri nya. Di satu sisi Evan senang, namun di sisi lain Evan juga merasa sedikit kecewa. Bagaimana tidak kecewa? di saat dirinya bersama, Angel tak pernah sekalipun memakai baju **** begini. Namun di saat Evan tidak ada di rumah, Angel malah memakai pakaian ****.
"Kau juga tidak meneleponku beberapa hari ini. Istri macam apa yang tidak peduli dengan keadaan suaminya sendiri." Evan berbicara di depan Angel yang tak mendengar nya. Angel terlihat masih tertidur dengan pulas dan tak menyadari kepulangan suami nya tersebut. Setelah beberapa lama menatap Angel, Evan pun kemudian menarik selimut dan menutupi tubuh istri nya tersebut. Evan kemudian membuka kancing kemeja nya dan meletakan kemeja nya di dalam keranjang khusus baju kotor. Hanya memakai celana jeans dan tidak memakai baju sama sekali, Evan kemudian berbaring di samping istri nya. Mengingat Evan juga sangat kelelahan dengan perjalanan nya dari Amerika ke Indonesia, hal tersebut tentu membuat nya juga sangat mengantuk. Evan memeluk Istri nya dan tak lama kemudian ia pun akhir nya juga tertidur dengan pulas.
* * * *
__ADS_1
Flash Back
Saat di Amerika. Sepulang dari perusahaan, Evan langsung pulang ke Apartment. Namun di saat sampai di Apartment, tiba-tiba saja Evan teringat Angel. Entah mengapa rasa nya ia begitu merindukan Angel.
"Bagaimana kabar nya? sudah beberapa hari ini ia tak mengabari ku sama sekali. Istri macam apa tang tidak peduli keadaan suami nya." Ucap Evan, sembari membuka jaz nya.
"Sebaik nya aku pulang sebentar ke Indonesia." Putus Evan. Tanpa lama berpikir, Evan pun menggantikan baju nya. Namun sebelum mengganti baju, ia memilih untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi ia pun mulai bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Evan mengemudi mobil nya menuju bandara. Di saat sampai di bandara. Sebelum berangkat menaiki pesawat, Evan menelpon sopir pribadi nya untuk menjemput mobil nya di bandara.
Tanpa berlama-lama, Evan naik pesawat ruang VIP. Hanya butuh 23 kan lebih, akhir nya sampai lah Evan di bandara Indonesia. Evan turun dari pesawat di sambut oleh sopir taxi yang ia pesan beberapa menit yang lalu dan ternyata sudah menunggu nya di luar bandara.
"Ada apa Selena?," Tanya Evan di saat panggilan telah di terima.
"Pak Evan, Pak Evan di mana?," Tanya Selena.
"Apa tidak lihat no yang kau telpon ini no negara mana?," Tanya Evan.
"Indonesia. Apa pak Evan pulang lagi?," Tanya Selena.
__ADS_1
"Iya." Balas Evan dengan santai.
"Bagaimana dengan rapat perusahaan besok pak?," Tanya Selena lagi.
"Tunda saja sampai aku kembali ke Amerika," Jawab Evan dengan santai nya.
"Tunda?, maaf pak, tapi jika rapat besok kita tunda lagi, maka para pemilik saham benar-benar akan marah kepada pak Evan," Jelas Selena.
"Tidak masalah. Atur saja sebagaimana baik nya Selena. Aku mengandalkan kan mu di sana." Ucap Evan sembari mengakhiri panggilan.
"Melelah kan." Gumam Evan sembari memasukan handphone nya kembali ke dalam saku nya. Mengingat apa yang terjadi antara Pak Robert dan diri nya, membuat Evan merasa sangat memusingkan. Evan sendiri tak mengerti dengan keputusan dan perjanjian yang ia tangani dengan pak Robert.
"Sudahlah. Yang penting perusahaan bisa berjalan dengan lancar saat ini itu sudah lebih dari cukup." Ucap Evan.
Beberapa menit berlalu, Evan pun akhir nya sampai di depan rumah nya. Ia pun turun dari taxi dan masuk ke dalam rumah. Saat pintu terbuka, ia tak melihat Angel sama sekali.
"Apa dia tak di rumah?," Pikir Evan tang kemudian berjalan menuju kamar. Di saat sampai di kamar, ia melihat Angel yang tertidur sangat pulas di size king.
__ADS_1