My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Dua Hari menjelang Wisuda


__ADS_3

Dua Hari Menjelang Wisuda


Pagi itu, Evan telah bersiap-siap memakai celana jeans hitam dan kemeja berwarna putih. Mengingat hari ini ia harus ke kampus untuk kelas terakhir nya mengajar sebagai dosen di kampus tersebut. Karena setelah ini, Evan akan kembali ke Amerika untuk fokus ke perusahaan nya. Mengingat kerja sama nya dengan kampus tersebut juga sudah selesai, Evan pun memutuskan untuk tidak mengajar lagi di sana. Itu lah alasan mengapa pagi ini Evan datang lebih pagi dari biasa nya, karena untuk mengucap kan perpisahan selamat tinggal dengan mahasiswa dan juga para dosen pengajar di kampus tersebut.


"Prof, mau kemana pagi-pagi begini?," Tanya Angel yang saat itu baru bangun tidur.


"Kau sudah bangun. Bagaimana tidur mu? apa kau sempat memimpikan aku?," Evan tersenyum ke arah Angel yang saat itu masih duduk di atas size king.


"Tidur ya tidur saja. Mana ada acara mempikan prof." Balas Angel, dengan mengusap-usap kan kedua mata nya berusaha untuk tersadar sepenuh nya dari tidur nya.


"Sayang sekali. Padahal aku berharap kau memimpikan aku di tidur mu," Ucap Evan sembari duduk menghampiri Angel dan duduk di dekat istri nya tersebut.


"Prof belum menjawab pertanyaan ku tadi. Prof ini mau kemana pagi-pagi begini?," Tanya Angel dengan melihat suami nya.


"Mau ke kampus. Ini hari terakhir ku mengajar di sana. Setelah itu aku tidak akan mengajar mereka lagi," Balas Evan.


"Owh. Ku kira prof mau terbang ke Amerika lagi," Ucap Angel.


"Tidak. Kita akan terbang setelah kau wisuda. Kau wisuda dua hari lagi, berarti kita akan terbang ke Amerika hari ke tiga," Tutur Evan dengan memegangi kedua bahu istri nya.


"Prof, sudah aku katakan kalau aku tidak mau ke Amerika. Prof pergi lah ke Amerika sendiri saja. Aku akan tetap di sini," Ucap Angel.


"Tidak bisa begitu Angel. Aku di Amerika kali ini cukup lama. Kemungkinan aku tidak akan pulang sekitar dua sampai tiga tahun. Itu lah kenapa kau harus ikut dengan ku," Jelas Evan sembari menggenggam tangan Angel dan kemudian mencium nya dengan lembut.

__ADS_1


"Prof bisa pulang sebentar kesini, Tinggal naik pesawat saja," Ucap Angel dengan santai. Evan yang mendengar perkataan Angel pun hanya menghela nafas nya perlahan dan kemudian melihat ke arah Angel.


"Angel, aku sangat sibuk di sana. Aku tidak punya banyak waktu untuk terbang ke Indonesia dan kemudian kembali lagi ke Amerika," Jelas Evan.


"Sudahlah prof. Prof bilang ingin ke kampus. Berangkat lah sekarang. Masalah ke Amerika nanti-nanti saja kita pikir kan," Ucap Angel menghentikan kan pembicaraan.


"Baik lah. Pikir kan saja baik-baik kau di rumah." Evan pun berdiri dari duduk nya dan berjalan keluar kamar. Angel pun hanya terdiam menatap punggung suami nya yang hampir menghilang di balik pintu. Sementara Evan, sesampai nya di luar rumah. Evan pun masuk ke dalam mobil dan mulai mengemudi menuju kampus.


* * * *


Di rumah, Angel beranjak dari size king nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka. Mengingat hari ini Angel kedatangan tamu datang bulan, hal tersebut tentu membuat dia tidak sholat. Itu lah alasan mengapa pagi ini Angel hanya sekedar mencuci muka dan tidak mandi. Karena prinsip Angel ialah, jika tidak bisa sholat dan tidak keluar rumah maka ia tidak akan mandi.


"Dingin sekali pagi ini." Angel keluar dari kamar mandi sembari menepuk-nepuk wajah nya dengan lembut memakai handuk. Angel berjalan ke meja rias nya dan duduk sembari melihat wajah nya di cermin.


"Aku sangat lapar. Apa ada yang bisa di masak di dapur?," Pikir Angel. Mengingat Angel tidak kepasar beberapa hari ini. Hal tersebut membuat Angel ragu jika kulkas nya masih berisi atau kosong tidak ada bahan makanan sama sekali. Sesampai nya di dapur, Angel membuka pintu kulkas. Saat pintu kulkas terbuka, Angel pun tersenyum melihat isi di dalam kulkas tersebut. Karena isi kulkas tidak kosong melain kan sangat penuh.


"Sudah pasti prof yang berbelanja saat aku belum bangun." Ucap Angel sembari memperhatikan isi kulkas yang lengkap dengan bahan-bahan makanan seperti daging, ikan, dan sayur-sayuran, serta per bumbu-bumbuan. Angel pun kembali ke kamar untuk mengambil handphone nya di atas meja. Setelah mengambil handphone, Angel oun kembali ke dapur. Sebelum memasak, Angel duduk sebentar di kursi untuk menghubungi suami nya.


"Prof," Panggil Angel melalui chat whatsapp dan mengirim kan nya ke Evan. Pun Evan yang langsung terlihat terconteng biru pertanda Evan telah membaca nya. Bukan malah membalas pesan Angel, Evan malah menelpon istri nya tersebut. Angel yang melihat pun di buat begitu terkejut dengan panggilan yang masuk dari suami nya.


"Kenapa malah menelpon?." Angel menatap layar panggilan sembari menggeleng-gelengkan kepala.


"Iya prof," Ucap Angel saat panggilan telah di terima.

__ADS_1


"Ada apa kau mengirim pesan pada ku?, apa ada masalah di rumah?," Tanya Evan.


"Bukan apa-apa, prof." Jawab Angel.


"Jadi kau ingin bilang apa?," Tanya Evan heran.


"Aku hanya ingin menanyakan tentang isi kulkas. Apa prof yang membeli nya?," Tanya Angel.


"Owh masalah isi kulkas. Aku kira kau ada masalah di rumah. Aku yang membeli nya pagi sekali tadi," Balas Evan. Angel yang mendengar pun hanya tersenyum diam-diam.


"Baiklah prof. Aku hanya ingin menanyakan itu saja," Jelas Angel.


"Baik lah. Sampai jumpa di rumah." Ucap Evan.


"Baik prof. Aku menunggu mu di rumah, bye" Balas Angel. Evan yang mendengar pun dengan cepat mengakhiri panggilan nya. Angel pun meletakan handphone nya di atas meja makan. Angel mulai mengambil bahan-bahan untuk nya memasak dan mencuci nya dengan bersih kemudian mulai memotong dan memasak. Namun, selang beberapa menit saat Angel masih berada di dapur untuk memasak, tiba-tiba seseorang berjalan di belakang Angel dengan perlahan dan memeluk perut Angel dari belakang. Pun Angel di buat begitu sangat terkejut. Angel melepaskan pelukan seseorang tersebut dan dengan cepat membalikan tubuh nya.


"Astagfirullah. Prof, ternyata kau. Hampir saja aku memukul mu dengan panci yang ku pegang!" Ucap Angel dengan keadaan yang masing tersentak. Angel begitu terkejut.


"Aku bukan hantu. Kenapa begitu takut," Gumam Evan sembari tersenyum.


"Prof, bukankah kau berada di kampus?, kenapa malah disini?," Tanya Angel dengan kebingungan.


"Bukan kah kau yang mengatakan akan menunggu ku di rumah. Jadi aku langsung pulang," Jawab Evan sembari menarik Angel ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2