My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Kita Berakhir?


__ADS_3

Kita Berakhir?


"Kau ingin aku menjelaskan apa?," Tanya Bara.


"Apa yang terjadi di antara kalian malam itu?," Bara bertanya dengan nada yang tenang namun tidak setenang yang ada di dalam pikiran nya.


"Di hotel?," Bara mengangkat sudut bibir nya ke atas membentuk sebuah senyum.


"Tidak terjadi apa-apa. Hanya sekedar ketidak sengajaan saja," Lanjut Bara.


Ketidak sengajaan bagaimana?, katakan dengan jelas!," Tegas Evan.


"Aku hanya tidak sengaja tidur dengan nya. Kulihat dia begitu menggoda malam itu, jadi mencoba nya saja," Mendengar perkataan Bara, Evan berdiri dari duduk nya dan langsung saja memberi pukulan pada Bara. Ada pun Angel begitu terkesiap mendengar nya. Namun ia lebih terkejut lagi dengan Evan yang memukul Bara. Seisi restoran juga terkejut dengan yang terjadi pada dua orang lelaki itu.


"Apa kau bilang?, mencoba?, kau gila!," Evan menarik kerah baju Bara dan terus memukul nya dengan pukulan yang bertubi-tubi. Bara Juga membalas pukulan Evan. Mereka berdua saling memukul. Meja dan sekitar nya berantakan akibat perkelahian yang terjadi di sana.


"Aku mencintai nya. Salah mu, karena kau mengambil nya dari ku!," Teriak Bara dengan terus membalas pukulan yang di layang kan Evan pada nya.


"Kalian tolong berhenti!" Angel berusaha menghentikan kedua nya namun tak di hiraukan sedikit pun. Orang-orang di sana ikut menyaksikan perkelahian tersebut. Tidak ada yang berani menghentikan mereka berdua termasuk pemilik restoran. Semua hanya terdiam menyaksikan. Tidak ada yang mau terlibat. Angel berusaha meminta tolong dengan orang-orang sekitar namun tidak ada yang membantu nya.


"Merebutnya?, dia adalah istri ku. Berani nya kau bilang aku yang merebut nya hah!," Di saat Bara tersungkur Ke lantai, Evan berhasil mengunci kedua tangan Bara dan menghujani wajah tampan Bara dengan pukulan berkali-kali. Tidak peduli bagaimana Bara yang sudah berdarah dan tidak berdaya, namun Evan tetap menghujani dengan pukulan. Evan saat ini memang berharap lelaki itu mati di tangan nya. Melihat Bara yang sudah hampir mati di tangan Evan, Angel menahan tangan suaminya tersebut. Angel menahan dengan sekuat tenaga.


"Aku mohon berhentilah. Dia bisa mati jika kau terus memukul nya," Ucap Angel. Mendengar perkataan Angel, membuat amarah Evan semakin memuncak. Ia berpikir jika Angel takut kehilangan Bara.

__ADS_1


"Kenapa?, kau takut kehilangan lelaki ini?, karena kau pelacur nya?," Evan berdiri dan memegang lengan Angel. Saat ini rasa nya ingin sekali ia memukul dan menyakiti Angel namun ia menahan nya. Karena walau bagaimanapun, ia sangat mencintai Angel.


"Tidak begitu maksud ku. Dengar kan aku lebih dulu," Gumam Angel dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Tidak ada lagi kesempatan untuk kau menjelaskan apapun pada ku lagi. Semuanya sudah jelas. Kau sudah benar-benar tidur dengan lelaki sialan itu!," Bara menghempaskan genggaman nya dengan kasar. Amarah nya benar-benar diambang yang mengerikan.


"Tapi itu tidak benar. Percaya lah pada ku," Angel berusaha menggapai lengan suaminya, namun Evan tetap tidak mau diri nya di sentuh oleh Angel. Di kedua mata yang memancarkan amarah yang sangat besar, namun juga terlihat kekecewaan yang sangat mendalam menatap Angel. Ia tak percaya bagaimana bisa Angel menghianati nya. Ini sudah sangat keterlaluan bagi Evan.


"Jika kau sangat menyukai nya, bawa dia jauh dari pandangan ku. Kembali lah ke Indonesia sebelum aku benar-benar membunuh kalian berdua!," Tegas Evan.Perkataan nya embuat Angel hanya terdiam memandangi lelaki itu dengan berlinangan air mata. Angel tidak tau lagi harus berkata apa agar Evan mempercayai nya. Evan keluar dari restouran dan meninggalkan Angel begitu saja di sana bersama Bara.


* * * *


"Bara! apa yang kau lakukan!," Seru Angel. Bara di bantu oleh orang-orang di sana untuk bangun dan mendudukkan nya di atas kursi.


"Tidak perlu. Kalian pergi lah, ini bukan sesuatu yang besar." Balas Bara. Orang-orang pun kembali ke tempat masing-masing, namun ada beberapa yang keluar dari restouran karena kegaduhan itu.


"Apa yang sedang kau rencana kan Bara! kenapa kau berbicara begitu padanya?, Apa kau mau menghancurkan rumah tangga ku?," Angel berdiri di hadapan Bara dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipi nya.


"Aku mencintai mu Angel. Apa kau tidak menyadari itu?, aku mencintai mu," Bara berusaha berdiri walaupun ia tidak bisa berdiri dengan tegap


Bara berusaha berjalan mendekat ke Angel, namun Angel malah berjalan mundur dan menjauhi Bara.


"Mencintai ku., tapi aku hanya menganggap kau sebagai seorang teman tidak lebih dari itu!," Tegas Angel.

__ADS_1


"Kalian tolong berhenti ribut di restouran ku ini. Kalian mengganggu pelanggan lain," Seorang pemilik restouran datang menghampiri Angel dan juga Bara.


"Maaf. Kami sangat menyesal. Untuk semua kerusakan dlyang terjadi akan saya bayar." Bara menarik sebuah kartu dan memberikan nya pada pemilik restouran.


"Terima kasih sudah mengerti." Pemilik restouran mengambil kartu tersebut dan kembali ke tempat nya untuk memproses penarikan.


"Sebaiknya kita keluar dari restouran," Bara berjalan dengan kaki yang tidak setegap biasanya. Mengingat ia sudah begitu banyak terluka, membuat Bara berjalan dengan sedikit pincang akibat perkelahian nya dengan Evan. Bara keluar dari restouran menuju mobil nya di luar. Pun Angel ikut berjalan mengikuti Bara. Ia ingin penjelasan dari Bara. Alasan lelaki itu mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan.


"Kau ingin menghancur kan rumah tangga ku?, apa kau sejahat itu?," Tanya Angel sesampai nya di luar.


"Aku yang jahat?, bagaimana dengan mu?, apa kau tidak jahat?, kau lah yang jahat Angel!," Balas Bara dengan penuh penekanan.


"Apa yang aku lakukan padamu?, aku tidak pernah mengatakan jika aku menyukai mu." Jelas Angel dengan berdiri dengan kedua mata melihat ke arah Bara. Suasana di luar restouran sangat sepi hingga tidak ada orang-orang yang melihat mereka.


"Tapi aku menyukai mu. Bagaimana bisa kau menikah dengan orang lain?, apa yang kurang dari ku hah?," Tanya Bara dengan frustasi.


"Tidak ada yang kurang dari mu. Aku saja yang tidak mencintai mu," Balas Angel dengan menelan ludah nya. Melihat Bara menatapnya denga penuh luka begini membuat Angel merasa Kasihan. Walau bagaimana pun, Bara ialah teman nya. Namun sayang nya Bara malah menyukai nya.


"Apa selama inikau tidak menyadari perasaan ku?," Tanya Bara.


"Aku tau Bara. Tapi aku tidak menyangka kau sejahat itu pada ku. Bagaimana bisa kau menghancurkan rumah tangga ku," Angel menatap lelaki de hadapan nya dengan penuh kekecewaan. Ia benar-benar tidak menyangka jika Bara sekejam itu dengan nya. Selama ini Angel memang menyadari jika Bara menyukai nya, namun ia tetap tak begitu menghiraukan nya karena menurut Angel itu hanya sekedar suka dan kagum saja tidak lebih dari itu.


"Aku mencintai mu. Itu lah sebab nya Angel," Bara memejam kan kedua mata nya. Melihat Angel menangis begini membuat diri nya menyesali perbuatan nya.

__ADS_1


"Perlu kau tau, aku hanya menyukai mu sama hal nya dengan Vani dan lain nya. Hanya sebagai seorang teman tidak lebih dari itu."


__ADS_2