
Sebuah Gambar
Hari berganti, hari ini Angel terlihat sedang duduk di ruangan tamu sendirian sembari menonton TV. Sudah beberapa hari sangat membosankan bagi Angel. Semenjak hamil, Angel merasa dirinya sangat malas untuk keluar rumah. Ia lebih suka tidur-tiduran di rumah, menonton tv, membaca sebagai rutinitas baru nya dan merindukan sosok suaminya merupakan sesuatu yang selalu ia utamakan setiap waktu. Di saat Angel terlihat sedang duduk bersantai, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar rumah. Angel yang mendengar pun kemudian beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan untuk membuka kan pintu.
Saat pintu terbuka, ia mendapati seorang lelaki yang berdiri tepat di depan nya sambil tersenyum. Lelaki tersebut tak lain ialah Bara.
"Selamat sore, Angel" Sapa Bara dengan menyandarkan tangan nya di dekat pintu. Angel yang melihat pun memandangi Bara dengan kebingungan.
"Bara, kau kemari sendiri saja?," Tanya Angel dengan melihat-lihat di sekeliling nya.
"Kau mencari siapa?, aku kemari hanya sendiri saja tidak bersama kedua teman mu," Bara berjalan menerobos masuk ke dalam rumah.
"Apa ada sesuatu hal yang begitu penting sehingga kau kemari sendirian?," Tanya Angel dengan mengikuti Bara dari belakang.
"Ada, sangat penting," Jawab Bara dengan melihat-lihat interior di ruang tamu.
"Kau bisa memberitahukan aku di telpon saja. Kau tidak perlu kerumah," Angel memperhatikan Bara dengan waspada.
"Kenapa?, apa aku tidak boleh kerumah mu? mentang-mentang kau sudah menikah, aku teman mu tidak boleh bertemu dengan mu lagi?," Bara berjalan menuju sofa di ruang tamu dan mendudukkan tubuhnya dengan santai.
"Bukan begitu. Tapi tidak baik kau datang kerumah sementara suami ku sedang tidak di rumah," Jelas Angel.
"Tenang saja. Aku hanya sebentar saja. Duduk lah di sini dengan tenang," Bara menepuk-nepuk sofa di dekat nya meminta Angel untuk duduk.
"Aku berdiri saja. Tidak baik aku duduk berdua bersama dengan lelaki lain, sementara suami ku tidak di rumah," Tolak Angel. Bara yang mendengar pun merasa begitu terluka dengan perkataan Angel. Bara tak suka jika Angel sering menyebut kata suami di depan nya.
"Aku ingin memberitahukan mu tentang suami mu. Dia berselingkuh di sana dengan kakak tiri ku," Bara berbicara dengan santai dengan menyandarkan punggung nya di kepala sofa.
__ADS_1
"Apa maksud mu?," Tanya Angel.
"Itulah aku meminta mu untuk duduk dengan tenang dulu," Pinta Bara.
"Apa maksudmu Bar, jelaskan?," Tanya Angel dengan serius.
"Aku punya kakak tiri di Amerika bernama Vina. Dia merupakan selingkuhan suami mu," Jelas Bara.
"Tidak. Aku tidak akan mempercayai perkataan mu. Aku lebih percaya dengan suami ku sendiri," Balas Angel tak percaya.
"Sebenarnya aku tidak ingin memperlihatkan fakta ini. Tapi karena kau teman ku, aku tidak mau kau di tipu oleh suami mu itu. Aku akan memperlihatkan sebuah gambar ini pada mu," Evan mengeluarkan benda pipih di dalam saku nya dan memperlihatkan sebuah gambar pada Angel.
"Lihatlah ini." Evan mengulurkan handphone nya ke Angel yang masih berdiri. Angel pun mengambil handphone tersebut dan melihatnya. Terlihat sebuah gambar suaminya sedang berpelukan dengan seorang wanita. Angel memperhatikan secara detail dan menyadari jika gambar tersebut memang asli.
"Siapa yang mengirimkan ini pada mu?," Tanya Angel berusaha untuk tetap tenang.
"Kakak tiri ku," Jawab Bara. Angel yang mendengar pun kemudian terdiam. Angel berusaha untuk tetap berpikir dengan tenang.
"Baiklah. Aku akan pulang. Tapi ada satu lagi yang ingin aku katakan," Ucap Bara, ia berdiri dari duduk nya.
"Ada apa lagi, Bar?," Tanya Angel dengan helaan.
"Malam nanti aku ingin mengajak kalian ke pesta di dekat hotel milik ku. Aku sedang merayakan peresmian pembukaan hotel, jadi aku harap kamu datang," Jelas Bara.
"Hanya aku?," Tanya Angel dengan ragu-ragu.
"Kenapa kau malah setakut itu dengan ku?, tenang saja. Aku juga mengundang Vani dan Dhio," Balas Bara.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan meminta Vani menjemput ku," Tutur Angel.
"Jangan. Kalian harus datang tepat waktu, jika saling menjemput kalian akan terlambat ke acara." Ucap Bara.
"Tidak masalah terlambat sedikit, tidak ada manfaat yang penting kamu terlambat atau pun tidak," Angel menghela nafas nya.
"Tidak bisa. Kalian harus datang tepat waktu. Aku di minta keluarga ku memperkenalkan teman dekat ku pada mereka. Kau tau sendiri jika aku sudah menganggap kau, Vani dan Dhio sebagai teman ku," Jelas Bara dengan menyakin kan Angel.
"Jadi harus bagaimana?, kau tau sendiri jika aku tidak bisa mengemudi mobil," Tanya Angel.
"Tenang saja. Kau bersiap lebih cepat. Aku yang akan menjemput mu langsung nanti," Bara melihat ke arah Angel dengan senyuman.
"Bukanya sama saja. Vani yang menjemput ku juga tidak ada beda nya," Angel melihat ke arah Bara dengan heran.
"Berbeda. Keluarga ku hanya beberapa menit saja datang ke pesta. Itulah sebab nya aku harus tepat waktu memperkenalkan kalian," Tutur Bara.
"Baiklah. Aku akan bersiap lebih cepat. Sekarang kau pulang lah dulu," Angel berjalan menuju pintu dan mempersilakan Bara untuk cepat-cepat pergi dari rumah nya.
"Baiklah. Aku akan pergi." Bara pun berjalan keluar dari rumah.
"Bersiap dengan cepat Angel. Janga telat," Ingat Bara sembari masuk ke dalam mobil. Bara mulai mengemudi dan menjauh dari rumah. Angel yang melihat pun hanya terdiam dengan melihat mobil tersebut menajuh dan terlihat lagi olehnya. Saat mobil Bara telah hilang di pandangan nya, Angel pun kembali ke rumah dan duduk di sofa.
"Siapa perempuan itu? apa benar prof Evan berselingkuh di sana?," Pikir Angel dengan bertanya-tanya.
"Aku ingin bertanya dengan nya langsung tapi aku tidak mempunyai nomor handphone nya di sana. Apa aku harus benar-benar menyusul ke Amerika?," Angel termenung memikirkanya.
"Tapi bagaimana aku menemukan nya di sana, sedangkan aku tidak tau alamat nya," Pikir Angel.
__ADS_1
"Aku rasa aku pernah memilihat sebuah kartu nama perusahaan di dalam lemarinya. Seperti nya itu alamat perusahaan prof." Angel beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar untuk mencari kartu nama yang sempat ia lihat saat membuka lemari suami nya. Saat lemari terbuka, Angel mengambil kartu nama tersebut dan membaca nya. Di sana tertulis nama perusahaan dan nama Evan.
"Ternyata dia disana memiliki perusahaan besar dan ternama. Aku pernah melihat beberapa koleksi tas mewah dari nama perusahaan ini di pakai oleh Kyle Jenner dan Jisoo di Instagram. Suami macam apa yang tidak memberitahukan istri nya jika ia begitu kaya," Celoteh Angel dengan membolak balikan kartu nama tersebut dan membaca nya.