My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Rencana Vina


__ADS_3

Rencana Vina


Di sebuah ruangan, terlihat seorang wanita yang duduk sembari menatap cermin di depan nya. Wanita tersebut terlihat sehabis menangis. Ia kemudian memperhatikan wajah nya di kaca. Seorang tersebut tak lain ialah Vina. Gadis cantik bertubuh seksi yang cukup terkenal di kalangan lelaki.


"Tidak ada yang salah dengan wajah ku. Aku jauh lebih cantik dari pada wanita itu! Tapi kenapa dia malah menikah dengan wanita itu." Ucap Vina tak terima. Vina kembali menangis sejadi-jadi nya. Ia benar-benar tak rela jika Evan lelaki yang sangat ia cintai menikah dengan orang lain selain diri nya.


"Evan!! Kenapa kau sejahat ini pada ku. Hiks..hikss..." Vina menepis kan air mata nya berkali-kali namun air mata nya kembali jatuh mengalir lebih cepat. Rasa nya saat ini Vina kehilangan sebagian dari diri nya. Bagi Vina Evan segala nya. Rasa nya ia sangat tak sanggup kehilangan Evan.


Di saat masih menangis, tiba-tiba Vina memikir kan sesuatu di kepala nya. Ia kemudian mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.


"Aku harus memberitahu kan Dady. Aku harus meminta Dady untuk membantu ku." Pikir Vina. Vina pun menelpon ayah nya yang ia sebut Dady.


"Hallo Dad," Sapa Vina sembari menangis. Pun ayah nya yang mendengar putri nya menangis, tentu saja merasa sangat terkejut dan panik.


"Ada apa sayang? Kenapa kau menangis?," Tanya Robert yang tak lain merupakan ayah Vina.


"Dad, kau lagi di mana sekarang?," Tanya Vina.


"Dady sedang berada di perusahaan. Ada apa sayang?," Tanya Robert dengan kawatir.


"Hims..hiks.. Dad, ada sesuatu yang ingin aku beritahukan pada mu dad." Ucap Vina dengan menangis.


"Sesuatu tentang apa? Katakan kenapa? Siapa yang membuat putri kesayangan Dady menangis begini," Tanya Robert.


"Dad, aku tidak bisa memberitahukan mu melalui telpon. Vina ingin memberitahukan langsung ke Dady hiks hiks.." Pinta Vina.


"Baik lah. Sekarang Vina berada di mana?," Tanya Robert pada putri nya.

__ADS_1


"Vina sekarang sedang berada di apartmen Dad," Jawab Vina memberitahu.


"Baik lah. Sekarang Dady akan kesana," Robert mengambil kunci mobil nya di atas meja dan melangkah keluar dari ruangan nya.


"Baik Dad." Ucap Vina dan kemudian mematikan panggilan nya. Sembari menunggu ayah nya datang, Vina meletakan ponsel nya di atas meja rias nya dan kemudian ia berjalan beranjak munuju sofa dengan bibir tersenyum namun dalam keadaan kedua mata yang masih menangis.


"Evan, apa pun yang terjadi dan bagaimana pun cara nya. Kau hanya milik ku. Aku tidak akan menyerah begitu saja." Ucap Vina.


"Lagi pula, bagaimana bisa kau sejahat itu pada ku. Setelah sekian lama aku menunggu kabar mu dan tiba-tiba kau memberitahu kan aku bahwa kau telah kembali je Indonesia dan setelah itu ku dengar kabar ternyata kau telah menikah dengan wanita indonesia. Bagaimana bisa kau sejahat itu." Vina kembali menangis. Hati nya sungguh merasa sangat sakit. Seumur hidup, ia tak pernah di perlakukan begini oleh orang lain.


"Hikss...hiks.. Seumur hidup aku tak pernah di perlakukan sekejam ini oleh siapa pun dan kau berani memperlakukan aku begini Evan." Ucap Vina di sela-sela tangis nya. Vina kemudian berdiri dari sofa dan melangkah keluar dari kamar untuk menunggu kedatangan Robert yang tak lain merupakan ayah nya.


* * * *


Tidak butuh waktu lama, Robert datang apartmen putri nya. Vina membuka pintu dan mempersilakan Dady nya untuk masuk.


"Ada apa nak? Katakan pada Dady kenapa kau menangis?," Tanya Robert.


"Ada apa? Siapa yang membuat putri kesayangan Dady menangis begini?," Tanya Robert.


"Evan Dad," Jawab Vina.


"Evan? kenapa dengan Evan?," Tanya Robert sembari melepaskan pelukan nya.


"Evan telah menikah dengan perempuan lain di indonesia Dad. Evan menikah hiksss..hikssa." Jelas Vina kembali menangis.


"Evan menikah dengan siapa?," Tanya Robert terkejut. Ia tak percaya jika Evan telah menikah di indonesia.

__ADS_1


"Aku tidak tau pasti siapa wanita yang ia nikahi Dad. Tapi yang jelas, Evan menikah bukan dengan ku Dad. Hikss...hikss." Tangis Vina semakin pecah di hadapan Dady nya. Pun Robert yanv melihat pun merasa sungguh tak tega melihat putri nya menangis begini.


"Sudah nak. Ikhlaskan saja Evan. Dady akan mencari lelaki yang lebih baik dari Evan. Jangan menangis lagi." Bujuk Robert sembari menghapus air mata putri nya tersebut dengan kedua tangan nya.


"Tidak Dad. Aku hanya menginginkan Evan. Aku tidak butuh lelaki lain Dad!" Teriak Vina.


"Lalu Dady harus bagaimana? Dady tidak bisa berbuat apa-apa lagi nak. Sebab Evan telah menikah." Jelas Robert sembari membawa Vina duduk di atas sofa.


"Dady harus membantu ku. Bagaimana pun cara nya aku harus mendapat kan Evan kembali," Ucap Vina dengan tersenyum sinin penuh kemarahan.


"Bagaimana cara nya?," Tanya Robert.


"Perusahaan Evan dan perusahaan Dady memiliki kerja sama dengan proyek yang sangat besar. Jadi sebaik nya kita memanfaat kan itu Dad. " Jelas Vina.


"Apa maksud mu? Dady belum mengerti?," Tanya Robert dengan ragu.


"Begini Dad. Perusahaan Gold Group memiliki kerja sama yang sangat baik dengan perusahaan Dady kan. Dan perusahaan tersebut sangat bergantung dengan bahan dasar dari perusahaan kita. Jadi Dady bisa bantu aku dalam memanfaat kan kesempatan ini agar Evan menjadi milik ku." Jelas Vina dengan tersenyum dengan penuh kemenangan. Namun berbeda dengan Robert. Ekspresi Robert malah berbanding terbalik dengan putri nya. Robert tak mentetujui rencana putri nya tersebut.


"Tidak nak. Urusan pribadi tidak bisa di libat kan dalam urusan perkerjaan. Lagi pula kau tau sendiri jika perusahaan dady dan Evan sudah berkerja sama sejak lama. Jadi mana bisa dady seenak nya mengait kan perusahaan dengan urusan pribadi kalian." Tolak Robert.


"Dady bantu Vina sekali ini saja. Vina sangat mencintai Evan Dad," Vina menggenggam kedua tangan Dady nya. Ia berharap dady nya mengabulkan permintaan nya.


"Tidak Vina. Dady tidak bisa. Lagi pula sejak dulu Evan cuma menganggap mu sebagai teman dia tidak menganggap mu pacar. Jadi jangan memaksa Vina. Sebuah hubungan tidak bisa di paksa walau bagaimana pun nak," Jelas Robert pada putri nya. Sejak dulu memang Evan tidak pernah menyatakan perasaan cinta pada Vina, namun Evan memperlakulan Vina dengan baik setiap bertemu. Hal tersebut membuat Vina beranggapan jika Evan mencintai nya juga.


"Dady! Jika kau tidak membantu ku. Jangan menyesal jika kau kehilangan ku. Aku tidak bisa hidup tanpa Evan Dad! ." Teriak Vina.


"Nak dengar kan Dady dulu berbicara," Ucap Robert dengan lembut.

__ADS_1


"Tidak Dad! Aku tidak mau mendengar apapun dari mu lagi! Jika dady tidak membantu ku, maka dady keluar dari apartmen ku. Aku tidak ingin melihat Dady!" Teriak Vina sembari menangis dan mengacak-acak kan isi apartmen. Pun Robert yang melihat pun merasa tak tega melihat putri nya frustasi begini.


"Baik lah. Berhenti lah menangis dan berteriak. Dady akan membantu mu. Jangan menangis lagi." Ucap Robert sembari menarik tangan putri nya dan memeluk nya untuk meredakan amarah putri kesayangan nya tersebut.


__ADS_2