
Bukan Begitu
"Prof, aku tidak mengatakan kau harus pulang sekarang." Ucap Angel.
"Kau yang mengatakan untuk meminta ku pulang, jadi kau harus tanggung jawab," Bisik Evan di telinga Angel.
"Tanggung jawab bagaimana?, aku hanya mengatakan aku menunggu mu di rumah bukan meminta prof untuk pulang. Lagi pula maksud ku mengatakan menunggu, ialah untuk makan saja," Jelas Angel sembari melepas kan pelukan suami nya tersebut.
"Tidak bisa begitu. Kau harus bertanggung jawab," Evan memeluk perut Angel dengan semakin erat.
"Tanggung jawab bagaimana?, aku ini sedang memasak prof," Ucap Angel.
"Nanti saja memasak. Kita ke kamar dulu," Bisik Evan. Angel yang mendengar pun dengan cepat melepaskan pelukan suamu nya dan menjauh kab diri nya.
"Ayolah," Pinta Evan. Angel yang melihat pun akhir nya mengerti maksud suami nya.
"Tidak prof. Aku sedang memasak, dan aku lapar," Tolak Angel.
"Istri nya tidak memberikan hak suami nya ialah istri yang durhaka. Apa kau tidak pernah mendengar para ustad ceramah," Ucap Evan dengan santai. Entah sejak kapan seorang Evan mengerti tentang agama.
"Bukan aku tidak memberikan nya tapi aku sebenar nya sedang datang bulan," Jelas Angel dengan gugup.
"Benarkah atau kau hanya membohongi suami mu?," Tanya Evan dengan penuh selidik.
"Aku berkata benar. Sudah kembali lah ke kampus. Prof harus mengajar dengan baik untuk terakhir kali nya," Balas Angel.
"Kenapa kau tidak bilang sejak tadi. Aku tidak perlu bersusah-susah pulang ke rumah jika kau mengatakan nya sejak awal di telpon," Ucap Evan.
"Mengatakan apa?, aku tidak berpikir sejauh pikiran mu prof," Balas Angel sembari menghela nafas nya.
"Baiklah. Aku harus kembali ke kampus," Pamit Evan. Angel yang mendengar pun mengiyakan.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu, ada yang tertinggal," Ucap Evan sembari mendekati Angel.
"Kiss," Evan bermaksud untuk mencium istri nya namun Angel malah mengelak.
"Prof, pergilah. Kau mengganggu ku sedang memasak saja." Tolak Angel.
"Aku tidak akan berangkat sebelum mendapatkan nya," Ucap Evan sembari berdiri di hadapan Angel. Pun Angel yang melihat tingkah suami nya tersebut akhir nya mencium suami nya dengan pasrah.
Cupp
"Sudah. Berangkatlah," Ucap Angel setelah memberikan ciuman. Sementara Evan, hanya terdiam sejenak. Evan tak percaya dengan yang ia rasa kan barusan. Selama ini Angel tidak pernah mau lebih dulu mencium nya. Tapi hari ini Angel lah yang lebih dulu mencium nya. Hal tersebut demi apa pun membuat Evan sangat senang.
"Sekali lagi." Cupp. Evan mencium bibir lembut Angel dan kemudian tersenyum.
"Sampai jumpa nanti sayang," Ucap Evan sembari berlalu pergi. Sementara di dapur, Angel hanya tersenyum memperhatikan tingkah suami nya yang menurut Angel cukup lucu.
"Sejak kapan dia menjadi semanja itu?," Pikir Angel sambil tersenyum.
* * * *
Sementara di kampus. Setelah selesai dari pelajaran nyamuk, sebelum keluar dari kelas. Evan mengucap kan selamat tinggal pada mahasiswa dan mahasiswi yang ia ajarkan hari itu. Setelah selesai mengucap kan selamat tinggal pada mahasiswa dan mahasiswi, Evan pun keluar dari gedung menuju ruang dosen. Evan pun kembali mengucap kan selamat tinggal pada para dosen pengajar yang saat itu kebetulan sedang duduk dan beristirahat di ruangan. Setelah selesai, Evan pun keluar dari gedung menuju parkiran. Sesampai nya di parkiran, Evan pun masuk ke dalam mobil nya dan mulai mengemudi untuk kembali ke rumah. Hanya butuh waktu sekitar beberapa menit lama nya, Evan pun sampai di depan rumah. Evan turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sembari melepas kan kancing kemeja nya. Saat sampai di dalam rumah,Evan melihat Angel yang saat utu sedang duduk du ruang tamu sembari memegang satu toples yang berisi kue.
"Prof, kau sudah pulang." Sapa Angel sembari melihat ke arah Evan.
"Kau sedang apa?," Tanya Evan sembari berjalan mendekati Angel dan duduk bersebelahan dengan istri nya tersebut.
"Menonton TV. Apa kau lapar?," Tanya Angel.
"Tentu saja," Jawab Evan.
"Makan kah dulu prof. Makanan sudah aku siapkan di atas meja makan," Jelas Angel.
__ADS_1
"Ayo temani," Pinta Evan. Angel yang mendengar pun melihat ke arah suami nya dengan sedikit kesal.
"Makan lah sendiri prof. Aku sedang menonton TV," Ucap Angel. Pun Evan yang mendengar pun mengambil remot TV yang terletak di atas meja di depan nya dan mematikan TV.
"Prof, aku ingin menonton. Kenapa malah di matikan?," Tanya Angel dengan kesal.
"Temani aku makan dulu baru menonton TV," Pinta Evan dengan tersenyum.
"Prof, kau sudah benar-benar." Angel menatap suami nya dengan tatapan yang mematikan. Rasa nya Angel benar-benar ingin marah saat ini namun ia urungkan karena ia tak ingin memarahi suami nya.
"Ayolah. Aku tidak bisa makan jika tidak melihat mu," Ucap Evan sembari menggenggam tangan Angel. Angel yang mendengar pun akhir nya dengan pasrah mengiyakan dan menemani suami nya tersebut untuk makan di meja makan. Kedua nya pun duduk di meja makan dan Angel memberikan piring ke suami nya dan menuangkan segelas air putih ke dalam gelas dan memberikan nya ke suami nya.
"Kau masak apa?," Tanya Evan sembari melihat-lihat menu yang di masak istri nya.
"Ikan goreng dan sup kentang," Jawab Angel. Evan pun mengangguk pertanda mengerti.
"Bagaimana rasa nya?," Tanya Angel di saat Evan mulai menyuapi makanan.
"Enak. Kau yang memasak tentu saja enak," Jawab Evan. Pun Angel yang mendengar pun hanya tersenyum dengan memperhatikan Evan yang makan di depan nya.
"Kau tidak makan lagi?," Tanya Evan.
"Tidak. Aku masih kenyang," Jawab Angel.
"Tidak masalah jika kau kenyang. Asal kan kau menunggu dan menemani aku makan itu juga sudah sangat lebih baik," Jelas Evan.
"Terserah. Makan lah prof. Jangan bicara lagi." Ucap Angel. Evan yang mendengar pun mengiyakan dan terdiam sembari menghabiskan makanan nya hingga habis. Setelah selesai, Evan pun mengajak Angel untuk menonton TV bersama. Mereka kembali ke ruang keluarga untuk bersantai dan menonton TV.
"Apa kau sangat suka dengan drama korea?," Tanya Evan.
"Iya," Jawab Angel. Evan yang mendengar pun hanya terdiam sembari ikut menonton sebuah drama korea bersama istri nya.
__ADS_1
"Pemain utama nya sangat tampan." Ucap Angel sembari tersenyum memandangi tv. Sementara Evan Yang melihat tingkah istri nya tersebut hanya bisa berusaha diam dan sabar untuk menahan kecemburuan nya.