
Cemburu
Sesusai sarapan pagi itu, Angel bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Angel berlari kesana kemari mencari tas yang kemarin ia pakai, namun ia lupa dimana ia meletakan tas tersebut sepulang kuliah kemarin. Hal tersebut membuat dirinya keluar kamar dan masuk kamar untuk mencari tas tersebut. Evan yang melihatpun merasa sangat terganggu dengan pemandangan pagi ini.
"Apa yang sedang kau cari?," Tanya Evan setelah beberapa lama melihat Angel berlari keluar kamar dan masuk kamar seperti mencari sesuatu.
"Prof, apa kau melihat tas yang aku pakai kemarin?," Tanya Angel sembari berjalan menghampiri Evan yang saat itu duduk di atas sofa.
"Ternyata sejak tadi kau mencari tas. Aku pikir sejak tadi kau mencari otak mu yang hilang dibawa angin." Ucap Evan dengan santai.
"Prof, aku serius bertanya dengan mu. Apa prof melihat nya atau tidak?," Tanya Angel dengan kesal.
"Kenapa sejak tadi kau tidak bertanya dulu pada ku sebelum kau berlari kesana kemari?," Evan beranjak dari dari sofa untuk menghampiri Angel didepanya.
"Jadi prof, melihatnya atau tidak?," Tanya Angel. Ia berusaha untuk sabar untuk bertanya dengan suaminya.
"Kau meninggalkan tas mu kemarin didalam mobil." Jelas Evan sembari melangkah pergi meninggalkan Angel dikamar.
"Benar kah? kenapa aku tidak ingat sama sekali." Pikir Angel sembari berjalan mengikuti Evan.
"Belum tua sudah pikun," Ucap Evan sambil tertawa. Pun Angel yang mendengarpun bukanya marah malah ikut tertawa.
"Hahaha... Aku benar-benar lupa prof." Angel menertawai betapa bodohnya diri nya sendiri. Bagaimana bisa ia lupa jika tas milik nya tertinggal di mobil.
"Kau menertawai kebodohan mu sendiri." Gumam Evan sembari membuka pintu mobil dan mengambil tas hitam yang dimaksud Angel.
"Ini milik mu bukan?," Tanya Evan. Ia mengulurkan tas tersebut ke Angel.
"Iya prof." Angel mengambil tas tersebut dari tangan suaminya.
"Masuk lah cepat. Kau ingin ku antar apa tidak?," Titah Evan. Angel yang mendengarpun dengan cepat masuk ke mobil. Setelah Angel masuk, Evan pun mulai mengemudi mobil nya menuju kampus. Didalam perjalanan, Evan tidak berbicara sedikit pun. Ia terlihat memfokuskan mengemudi. Namun, tak beberapa lama, Angel mulai mengajak suaminya tersebut berbincang.
__ADS_1
"Umm. Prof, tentang yang kau katakan semalam apa kah itu serius?," Tanya Angel dengan ragu-ragu. Sejujur nya sejak percakapan semalam, Angel terus terpikir kan apa yang Evan katakan pada nya semalam.
"Tentu saja serius. Apa aku terlihat sedang bercanda?," Ucap Evan yang masih mengemudi dan sesekali melihat ke Angel di samping nya.
"Tidak. Prof terlihat serius." Angel sejenak memandangi suami nya dan dengan cepat mwngalih kan pandangan nya kembali ke depan.
"Kenapa memang nya?," Tanya Evan.
"Bukan apa-apa. Aku hanya ingin tau, prof sebenarnya memiliki perkerjaan apa do America?," Tanya Angel.
"Aku memiliki perusahaan disana." Jawab Evan.
"Perusahaan? jika prof punya perusahaan, kenapa prof menjadi dosen di indonesia?," Tanya Angel dengan serius.
"Karena perusahaan ke berkerja sama dengan kampus itu. Jadi sebelum kontrak kerja sama nya aku tanda tangani, ada baik nya aku menyelidiki langsung kekampus dan menyamar sebagai seorang dosen di sana." Jelas Evan.
"Kerja sama apa perusahaan dengan kampus?, apa kampus bisa di jadi kan ladang bisnis?," Tanya Angel.
"Aku sudah berumur 22 di tahun ini. Bagaimana bisa prof mengatakan aku di bawah umur. Prof sungguh menyebal kan," Celoteh Angel. Kedua nya sibuk berdebat tak ada yang mau mengalah.
Setelah beberapa waktu, mereka pun sampai didepan kampus. Evan menghentikan mobil nya tepat didepan gerbang kampus tersebut.
"Berhenti lah berbicara. Lihat kita sudah sampai. Kau mau turun sendiri apa mau kuantar langsung masuk ke dalam?," Evan membuka sabuk pengaman yang melekat di Angel. Angel yang melihat pun sejenak terdiam saat jarak dirinya dan juga Evan berjarak begitu dekat. Hal tersebut membuat Angel salah tingkah namun ia tak memperlihatkan nya.
"Umm. Prof, apa prof sengaja menurunkan aku tepat di depan gerbang?, apa prof sengaja ingin di lihat orang-orang?," Tanya Angel sembari memperhatikan sekeliling nya yang terlihat banyak nya mahasiswa dan mahasisiwi yang berjalan kaki dan juga membawa mobil.
"Tidak masalah. Turun lah." Titah Evan.
"Apa yang orang-orang katakan jika melihat ku turun dari mobil mu , prof. Prof yang benar saja." Ucap Angel dengan panik.
"Turun lah. Kau bisa membuat alasan sesuka mu pada orang-orang," Evan keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Angel.
__ADS_1
"Prof, aku bukan sinderalla. Prof tidak perlu membuka kan pintu mobil untuk ku. Masalah nya akan semakin besar. Prof lihat disekeliling, kita menjadi pusat perhatian." Bisik Angel sembari turun dari mobil. Angel memperhatikan di sekeliling nya. Benar saja, orang-orang memperhatikan diri nya dan juga Evan.
"Tidak masalah. Jika mereka bertanya, kau bisa menjawab dengan terus terang saja bahwa kita sudah menikah." Ucap Evan dengan santai.
"Prof, keterlaluan!" Angel berjalan memasuki kampus dan meninggal kan Evan yang masih berdiri memandangi punggung Angel.
"Bukan kah yang aku katakan memang benar. Apa yang salah." Ucap Evan sembari kembali masuk kemobil dan mengendarai mobil nya masuk ke tempat parkiran didalam kampus. Evan mengemudi sembari mengklakson Angel yang saat itu terlihat masih berjalan menuju gedung.Evan memang sengaja menurun kan Angel didepan gerbang hanya untuk membuat Angel kesal. Suatu kebahagiaan bagi seorang Evan melihat Angel berbicara dengan kesal padanya. Orang-orang di sekeliling yang melihat pun di buat semakin heran dengan hubungan Angel dan juga Evan.
"Apa Angel memiliki hubungan dengan prof Evan?,"
"Waah. Tidak salah lagi. Seperti nya Angel memang berpacaran dengan Prof tampan itu!."
"Apa Angel menjadi gadis simpanan prof demi nilai bagus?."
"Aku jadi iri dengan Angel. Bagaimana bisa ia dekat dengan prof Evan."
"Mana mungkin prof menyukai Angel. Tidak mungkin." Begitulah perkataan yang tak sengaja terdengar di telinga Angel. Angel yang mendengarpun di buat sangat tidak nyaman dengan keadaan sekarang ini. Angel berjalan memsuki gedung dengan berusaha melewati orang-orang yang terus melihatinya.
"Evan sudah benar-benar membuat ku dalam masalah. Ya tuhan. Bagaimana bisa kau beri kan aku seorang suami yang suka membuat ku kesal." Gumam Angel sembari memasuki kelas nya. Sesampainya di kelas, Angel pun meletakan tas nya di atas meja.
"Dia memang sengaja menurun kan aku di depan kampus hanya untuk membuat ku dalam masalah. Suami durhaka!." Kesal Angel.
"Heh. Ada apa? kenapa puan pagi-pagi begini sudah marah-matah sendirian?," Tanya Vani. Vani menghampiri Angel dan dudul bersebelahan dengan Angel.
"Bukan apa-apa." Jawab Angel.
"Tapi kau sejak masuk dan duduk kamu terlihat begitu kesal Ngel. Ada masalah apa? katakan?," Tanya Bara yang sejak tadi memperhatikan Angel.
"Bukan apa-apa. Kalian berdua fokuslah belajar jangan memperhatikan aku lagi. Ucap Angel pada Bara dan juga Vani.
"Baiklah-baiklah." Balas Vani.
__ADS_1