
Evan Menyerah?
Suasana di dalam mobil terlihat begitu memanas. Perdebatan antara Evan dan Vina terus terjadi di sepanjang perjalanan. Vina terus menerus memperingati Evan tentang perbuatan yang pernah mereka lakukan di masa lalu.
"Katakan apa yang ingin kau katakan!, aku tidak perduli," Tegas Evan. Vina yang mendengar pun kemudian terdiam.
"Kau bisa mengatakan apapun. Aku juga sudah pasrah dengan pernikahan ku. Aku benar-benar kebingungan dengan semua yang terjadi. Aku juga tidak tau pasti dengan apa yang terjadi antara Angel dan Bara. Aku tidak bisa berpikir lagi." Ucap Evan di dalam hati nya. Lelaki itu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi berusaha untuk melepaskan semua amarah yang terpendam pada diri nya.
"Evan! apa yang kau lakukan?, kau gila!," Teriak Vina dengan memejamkan kedua mata nya. Wanita itu tak berani membuka mata nya sedikit pun. Melihat bagaimana kencang nya Evan mengemudi, membuat Vina sangat ketakutan.
"Iya. Aku memang sudah gila!." Evan membanting stir mobil nya dengan keras hanya untuk meluap kan rasa amarah nya. Sebenar nya ia ingin memarahi Angel, namun ia berusaha untuk menahan nya karena tidak ingin menyakiti Angel. Itu lah sebab nya lelaki itu meluapkan semua kemarahan nya terhadap Angel dengan cara mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Semua masalah mengenai Vina, sebenar nya tidak terlalu berat bagi Evan. Termasuk masalah perusahaan, Evan juga sudah biasa dengan segala itu. Yang membuat Evan merasa berat dan frustasi hanya tentang Angel. Ia sangat marah pada istri nya tersebut karena Evan menganggap Angel dan Bara sudah pernah tidur bersama. Hal tersebut lah yang membuat lelaki itu begitu marah dan tidak bisa berpikir dengan tenang. Ia tidak bisa memikir kan apapun. Isi pikiran nya selalu di isi dengan gambar istri nya yang berada di hotel bersama Bara.
Evan mengemudi dan menghentikan mobilnya tepat di depan restoran. Ia keluar dari mobil dan meninggalkan Vina yang masih di mobil.
"Evan, kau sudah gila!," Ucap Vina yang ikut keluar dari mobil berjalan mengikuti Evan menuju restoran.
"Memang aku sudah gila." Cetus Evan tanpa menoleh ke belakang.
Evan berjalan masuk dan memesan menu. Lelaki itu tidak bermaksud untuk makan bersama Vina di restoran. Tujuan nya ke restoran hanya untuk membeli makanan untuk Angel dan membungkusnya untuk di bawa pulang.
"Kau membawa ku kesini tidak untuk makan?," Tanya Vina.
"Tidak. Aku hanya membelikan makanan untuk Angel," Balas Evan.
"Bagaimana dengan ku?," Tanya Vina dengan kesal.
"Kau beli saja jika mau." Balas Evan. Vina yang mendengar pun di buat semakin kesal. Tanpa berkata-kata, Vina keluar dari restoran dan kembali masuk ke dalam mobil. Sesampai nya di dalam mobil, Vina mengambil handphone nya di dalam tas dan menelpon Bara.
"Bara, apa yang kau lakukan di Indonesia?," Tanya Vina yang berusaha untuk tetap tenang.
__ADS_1
"Aku berkerja. Apa lagi," Balas Bara.
"Ada apa kau menelpon ku?," Tanya Bara.
"Aku hanya ingin memberitahu mu tentang Angel. Seperti nya rencana kita berhasil membuat Evan membenci Angel," Jelas Vina dengan senyuman sinisnya. Wanita itu berbicara sembari memainkan rambut nya.
"Benarkah?, apa lelaki itu akan menceraikan Angel?," Tanya Bara dengan antusias.
"Jika kau ikut membantu di sini sudah pasti mereka akan bercerai. Rencana kita akan berhasil. Aku mendapat kan Evan, dan kau berhasil mendapat kan Angel," Tutur Vina.
"Bagaimana aku bisa kesana?, sedang kan perusahaan di Indonesia di serah kan padaku?," Tanya Bara.
"Kau bisa mengatakan dengan alasan perjalanan bisnis," Ucap Vina.
"Ternyata kau pintar juga," Balas Bara.
Di saat Vina masih berbicara dengan Bara di telpon, melihat ke depan restoran, terlihat Evan yang baru saja keluar membawa makanan yang ia pesan berjalan menuju mobil. Vina pun dengan cepat mematikan panggilan dan memasukan kembali handphone nya ke dalam tas.
"Sayang, maafkan aku. Aku tidak sengaja marah pada mu," Ucap Vina dengan menyandarkan kepala nya di bahu kekar Evan.
"Tidak masalah." Jawab Evan.
Evan mulai mengemudi kan mobil nya untuk kembali ke apartemen. Sesampai di depan gedung apartemen, Ia pun keluar dari mobil dengan membawa makanan tersebut.
"Kau pulang lah, Vina," Tintah Evan di saat Vina keluar dari mobil untuk ikut masuk ke apartemen nya.
"Tapi aku ingin ikut dengan mu," Ucap Vina.
"Jangan. Kau pulang lah," Pinta Evan dengan berjalan masuk ke dalam gedung.
"Bagaimana cara nya aku pulang?, tidak bisakah kau mengantar kan aku?," Vina berjalan mengikuti Evan di depan nya. Wanita itu berusaha untuk merayu Evan.
__ADS_1
"Kau kesini tadi membawa mobil, jadi kau pulang juga bawa mobil mu," Evan menghentikan langkah nya sejenak kemudian menoleh ke Vina.
"Baiklah. Tapi besok aku akan kemari lagi untuk mencari mu," Ingat Vina dengan berjalan menuju mobilnya. Pun Evan yang mendengar pun hanya terdiam. Setelah Vina menjauh dari apartemen, Evan pun kemudian berjalan masuk ke dalam apartemen.
Evan membuka pintu apartemen nya dan masuk. Ia berjalan melewati ruang bersantai nya untuk menuju kamar. Sesampai nya di kamar di saat pintu terbuka, ia mendapati Angel yang saat itu sedang duduk di atas sofa sembari menatap diri nya.
"Kau dari mana, prof?," Tanya Angel yang menatap suami nya dengan penuh kecurigaan.
"Membeli makan. Ini makan lah," Evan meletakan makanan yang ia beli di atas sofa di samping Angel.
"Siapa wanita yang bersama mu tadi?," Tanya Angel.
"Bukan urusan mu." Jawab Evan singkat.
"Urusan mu juga urusan ku, prof," Ucap Angel sembari berdiri dari duduk nya. Angel menatap kedua mata suami nya yang melihat nya dengan tatapan dingin.
"Dia Vina. Wanita yang pernah tidur dengan ku," Jelas Evan dengan memangku kedua tangan nya ke dada.
degg
Angel yang mendengar pun di buat sangat terkejut. Angel berjalan perlahan mendekati suami nya.
"Aku sedang serius bertanya pada mu, prof," Ucap Angel. Ia berusaha untuk tetap tenang di depan suami nya. Angel berharap itu hanya lelucon bukan kenyataan.
"Benar. Dia wanita yang sering aku tiduri di sini," Jelas Evan.
"Apa yang kau katakan?, kau berbohong pada ku?," Tanya Angel. Ia tidak percaya dengan apa yang di katakan lelaki di depan nya.
"Aku tidak berbohong. Aku mengatakan yang sebenar nya." Ucap Evan sembari keluar dari kamar dan meninggalkan Angel yang masih terdiam tak bersuara.
"
__ADS_1