My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Urusan Bisnis


__ADS_3

Urusan Bisnis


Sesampai nya di rumah. Angel memilih untuk beristirahat di dalam kamar dan tertidur dengan lelap di atas sofa. Mengingat semalam jam tidur nya yang tidak cukup, hal tersebut membuat diri nya sangat mengantuk di siang hari. Belum lagi diri nya mengalami demam, hal tersebut tentu sangat perlu untuk diri nya beristirahat dengan cukup. Berbeda dengan Evan. Di saat Angel tertidur, Evan memilih untuk membaca buku di temani dengan segelas jus di ruang tamu. Evan menyandar kan tubuh nya sembari bersantai dengan di temani buku. Namun di saat sedang serius membaca buku, tiba-tiba terdengar deringan di dalam saku nya. Evan pun menarik benda yang berdering tersebut dari dalam saku.


"Siapa yang mengganggu waktu santai ku." Kesal Evan. Ia kemudian melihat layar benda pipih tersebut dan tertulis di sana dari sebuah panggilan dari Pak Robert. Melihat hal itu, Evan pun menerima panggilan tersebut.


"Hallo pak Robert," Sapa Evan dengan sopan namun terdengar ramah.


"Hallo Evan. Apa kabar kamu di indonesia?," Begitu lah pertanyaan Robert sebagai kalimat pembuka pembicaraan.


"Baik-baik saja. Bagaimana dengan mu pak?," Tanya Evan lagi.


"Aku?, tentu saja juga baik." Jawab Robert.


"Jika pak Robert menelpon ku begini, sudah dapat di pastikan ada sesuatu yang sangat penting bukan?," Tanya Evan.


"Umm, Evan. Memang sebenar nya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku katakan," Ucap Robert.


"Ada hal apa pak?," Tanya Evan yang mulai serius.


"Evan, kembali lah secepat nya ke perusahaan. Karena proyek kerja sama kita berdua sekarang ada sedikit masalah untuk di selesai kan," Tutur Robert.


"Masalah?, masalah apa pak Robert?," Tanya Evan.


"Ada masalah dengan bahan baku dari perusahaan kami. Jadi kembali lah ke Amerika secepat nya agar kita bisa mencari jalan keluar nya," Ucap Robert.


"Baik. Aku akan kembali secepat nya kesana," Jawab Evan.


"Kapan kamu ke Amerika?," Tanya Robert.

__ADS_1


"Hari ini aku akan berangkat," Jawab Evan. Pun Robert yang mendengar pun menghela nafas nya dengan lega.


"Baik lah. Aku akan menunggu kedatangan mu di sini," Ucap Robert dengan tersenyum.


"Baik pak Robert." Balas Evan.


Setelah telpon berakhir, Evan berdiri dari duduk nya dan beranjak menuju kamar untuk menyiap kan isi koper nya. Saat sampai di kamar, terlihat Angel yang masih tertidur dengan sangat lelap. Karena tidak mau mengganggu waktu tidur istri nya, Evan mengambil beberapa pakaian dan surat-surat penting di dalam lemari dan memasukan nya ke dalam koper nya dengan pelan dan sangat berhati-hati. Setelah selesai, ia pun bergegas mengganti baju nya dan bersiap. Sebelum berangkat, Evan menyempat kan waktu nya beberapa menit untuk memandangi istri nya dan mencium kening istri nya yang saat itu masih tertidur dengan lelap. Merasa sudah cukup memandangi istri nya, Evan pun akhir nya menarik koper keluar kamar dengan pelan-pelan agar Angel tidak terbangun. Setiba nya di luar, Evan membawa koper memasuki mobil. Evan mulai mengemudi dengan kecepatan cepat menuju bandara.


"Aku harap ini masalah yang tidak terlalu berat." Ucap Evan.


Tak butuh beberapa lama, sampai lah ia di bandara. Evan buru-buru membeli tiket dan hanya menunggu 15 menit saja, ia pun terbang menuju negara Amerika.


* * * *


Di rumah, seseorang terlihat duduk di atas sofa sembari menyandar kan kepala nya di kepala sofa yang empuk dan nyaman. Seorang tersebut ialah Angel. Karena baru terbangun dari tidur nya, Angel masih memberi waktu untuk tubuh nya sadar sepenuh nya dari alam mimpi. Ia mulai membuka mata nya dan sesekali tertutup karena sebenar nya ia masih sangat mengantuk. Namun mengingat sekarang sudah waktu nya sholat ashar, membuat Angel mau tak mau harus bangun.


"Aku masih sangat mengantuk huaa." Ucap Angel sembari menguap. Dengan kedua mata yang masih sangat mengantuk, Angel turun dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan bersiap untuk sholat. Setelah selesai sholat, Angel melihat-melihat di setiap ruang yang ia lewati.


"Prof.." Panggil Angel sembari berteriak.


"Apa dia keluar?," Pikir Angel sembari kembali masuk ke kamar.


Saat sampai di kamar, Angel duduk di meja rias nya untuk bercermin. Namu tiba-tiba terdengar deringan dari ponsel nya yang saat itu masih terletak di dalam tas nya yang terletak di atas meja di dekat tempat tidur nya. Angel pun bergegas mengambil ponsel nya.


"Prof?." Angel memperhatikan latar ponsel nya tersebut yang tertulis Prof Evan.


"Iya prof," Ucap Angel saat panggilan tersambung.


"Apa kau sudah bangun?," Tanya Evan.

__ADS_1


"Sudah lama. Prof kemana?," Tanya Angel.


"Umm, aku keluar kota beberapa hari, "Jawab Evan dengan suara yang terdengar berat. Pun Angel yang mendengar pun di buat begitu terkejut.


"Keluar kota? Kemana? Berapa lama?," Tanya Angel.


"Banyak sekali pertanyaan yang kau berikan," Kekeh Evan.


"Maaf. Aku hanya terkejut saja. Prof pergi tidak memberitau ku lebih dulu," Ucap Angel.


"Aku tidak sempat memberitau mu sebab kau masih tertidur. Aku pergi karena ada urusan bisnis di Amerika. Jadi kau di sana jangan berani-berani berselingkuh," Tegas Evan.


"Apa! Tunggu prof, kau ke Amerika?," Tanya Angel tak percaya. Ia begitu terkejut.


"Iya. Hanya beberapa hari saja," Jawab Evan terdengar sangat santai. Namun sangat berbeda dengan Angel, ia di buat terdiam beberapa detik.


"Berapa lama?," Tanya Angel.


"Mungkin 15 hari atau bisa 1 bulan sampai 2 bulan," Jawab Evan.


"Hal selama itu prof tidak memberitahukan aku lebih dulu. Bagaimana bisa begitu prof?," Tanya Angel dengan suara yang terdengar marah.


"Sudah aku katakan tadi. Aku tidak sempat memberitau mu karena kau masih tertidur. Dan karena urusan mendesak, aku memilih berangkat sebelum memberitau lebih dulu." Jelas Evan.


"Lalu jika prof tidak di sini, siapa yang memberi ku uang jajan?," Tanya Angel. Sementara Evan yang mendengar pun merasa sedikit kesal dengan pertanyaan istri nya tersebut. Bagaimana tidak? Angel menanyakan perihal uang di saat suami nya semenjak awal berangkat selalu memikir kan tentang nya bagaimana keadaan Angel tanpa ada diri nya di sana. Namun Angel malah hanya memikir kan tentang uang bukan memikir kan suami nya. Hal tersebut tentu membuat Evan merasa tidak di butuh kan.


"Jadi semenjak tadi kau hanya memikir kan tentang uang jajan mu?," Tanya Evan tak percaya. Bagaimana bisa ia bisa punya istri seperti Angel ini.


"Tentu saja. Aku tidak punya uang jika prof keluar negeri," Jawab Angel terdengar serius.

__ADS_1


"Aku akan mentranfer nya ke rekening mu," Ucap Evan.


"Baik lah. Hati-hati lah di sana prof. Sampai jumpa kembali." Angel tersenyum dengan senyuman lebar. Sementara Evan yang mendengar pun akhir nya memilih untuk mengakhiri panggilan nya.


__ADS_2