
Hari Wisuda
Pagi ini. Seseorang terlihat sibuk merias wajah nya di depan kaca. Seseorang tersebut tak lain ialah Angel. Sejak subuh hingga pagi, Angel telah duduk di depan kaca dalam waktu yang begitu lama. Sudah hampir dua jam lebih Angel duduk menghadap kaca di meja rias nya hingga sampai sekarang pun Angel masih berputar-putar di depan kaca melihat diri nya berulang-ulang. Sampai-sampai Evan yang melihat pun di buat begitu terganggu lantaran Angel yang berulang kali bertanya dengan suami nya tentang penampilan nya pagi ini. Sudah entah ke berapa ratus kali Angel bertanya bagaimana dengan wana kerudung nya, bagaimana dengan warna high heels nya, bagaimana dengan baju yang ia kenakan. Semua pertanyaan tersebut ia tanya pada suami nya dan yang lebih membuat Evan lebih terganggu lagi, setiap Evan mengatakan cocok, Angel malah mengganti warna kerudung atau pun baju nya dengan yang lain karena tak percaya dengan jawaban suami nya. Contoh nya sekarang ini, Angel menanyakan pertanyaan yang kesekian kali pada suami nya.
"Prof, bagaimana jika aku memakai warna kerudung yang agak gelap dari baju nya?," Tanya Angel sembari memperlihatkan kerudung di tangan nya.
"Seperti nya itu bagus," Jawab Evan.
"Prof, sejak tadi ku tanya kau sekalu mengatakan kalimat bagus. Tolong berikan jawaban yang seeiu, prof." Kesal Angel sembari melihat ke Evan dengan kesal. Sementara Evan yang mendengar pun hanya menatap istri nya dengan tersenyum.
"Pakai apa pun yang kau mau sayang. Apa pun yang kau pakai, kau tetap lah cantik," Ucap Evan sembari menarik satu kursi dan duduk di depan Angel.
"Benar kah?," Tanya Angel sembari tersenyum. Senang rasa nya di puji cantik oleh suami sendiri.
"Iya. Sekarang percepat waktu mu bersiap agar kita bisa berangkat ke kampus tepat waktu," Pinta Evan.
"Baiklah. Aku akan mengenakan hijab ini dan high heels warna ini saja," Ucap Angel sembari memperlihatkan ke Evan. Evan yang mendengar pun hanya mengiyakan.
"Padahal tak ada guna nya memilih dress, bukan kah nanti juga akan ditutupi oleh baju jubah wisuda," Ucap Evan di dalam hati nya.
"Kenapa perempuan sangat rumit dan mempersulit diri sendiri," Gumam Evan dengan suara pelan.
"Prof, apa yang kau katakan?," Tanya Angel yang tak begitu jelas mendengar nya.
"Tidak ada. Aku mengatakan istri ku begitu cantik," Ucap Evan. Angel yang mendengar pun begitu senang mendengar perkataan suami nya.
__ADS_1
"Bersiap lah dengan cepat sayang, aku akan menunggu mu di dalam mobil," Ucap Evan sembari berdiri dan melangkah beranjak keluar dari kamar.
"Lima menit aku akan menyusul." Balas Angel.
* * * *
Tak butuh beberapa lama, Angel pun keluar dari rumah dan berjalan masuk ke dalam mobil. Setelah Angel masuk, Evan pun mulai mengemudi mobil nya menuju kampus. Saat sampai di depan kampus Evan memparkir kan mobil nya di parkiran kampus. Angel turun dari mobil dan berjalan meninggal kan Evan yang saat itu masih di parkiran.
"Hei, Kau tak mau berjalan bersama ku?," Panggil Evan berjalan mengikuti Angel.
"Prof, kita bisa jadi bahan perbincangan jika kita berjalan bersama," Balas Angel.
"Tidak masalah. Aku akan mengatakan ke mereka jika kau menikah dengan ku," Jelas Evan. Angel yang mendengar pun menatap Evan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Apa tidak masalah?," Tanya Angel ragu-ragu.
"Kado nya jangan di buka di sini. Buka di rumah saja." Bisik Angel dan di iyakan oleh Angel. Sebelum pulang, Angel menyempat kan untuk ber foto bersama dengan teman-teman nya dan kemudian ber foto bersama suami dan keluarga besar nya. Setelah segala acara selesai, Angel dna Evan pun akhir nya pulang ke rumah. Sementara keluarga Angel dan keluarga Evan, Kembali ke rumah masing-masing.
Saat sampai di rumah, Evan Turun dari mobil di i kuti Angel di belakang nya.
"Prof, bisakah aku membuka kado nya sekarang? ," Tanya Angel sembari memperlihat kan kotak kecil di tangan nya ke Evan.
"Buka saja." Ucap Evan mempersilakan. Angel pun dengan duduk di sofa sembari membuka kotak kecil tersebut.
"Kalung?," Angel memperlihat kan kalung tersebut ke sumainya.
__ADS_1
"Iya. Aku harap kau menyukai nya." Ucap Evan. Angel kemudian tersenyum dan berjalan menghampiri Evan yang saat itu sedang berdiri di Depan Angel.
"Kapan prof membeli nya?," Tanya Angel sambil tersenyum.
"Saat di Amerika." Jawab Evan.
"Sini aku pasangkan." Evan kemudian mengambil kalung tersebut di tangan Angel dan mengalungkan ke leher istri nya tersebut.
"Sudah ku duga ternyata kau cocok dengan mutiara begini." Ucap Evan.
"Mutiara asli? ," Tanya Angel.
"Iya. Aku membeli nya seharga 3 milyar," Balas Evan. Sementara Angel yang mendengarpun di buat begitu terkejut.
"Ti..tiga milyar? prof, kau membeli kalung seharga tiga milyar?," Tanya Angel begitu terkejut.
"Iya. Santai saja. Kenapa kau Malah seperti ingin pingsan saja," Ucap Evan santai.
"Aku tidal bisa memakainya. Ini sangat mahal, prof" Tolak Angel.
"Pakai lah. Aku tidak akan bangkrut hanya karena uang tiga milyar," Ucap Evan dengan santai.
"Sebanyak apa uang yang kau Puna prof?," Tanya Angel heran.
"Tidak terhitung." Balas Evan sambil berlalu pergi menuju kamar dan meninggal kan Angel yang masih berdiri mematung dengan memperhatikan punggung suami nya yang hampir tak terlihat lagi.
__ADS_1
"Sekaya apa suami ku?," Pikir Angel dengan penuh kekaguman.
Angel pun ikut masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Mengingat hari ini begitu melelah kan karena acara wisudanya,bhal tersebut tentu membuat Angel begitu kelelahan. Sama hal nya dengan Evan. Kedua nya pun berbaring di atas size King untuk beristirahat. Tak butuh waktu lama, kedua nya pun tertidur dengan begitu pulas hingga datang nya malam. Saat malam, Evan terbangun dan begitu pun Angel. Keduanya memilih untuk makan malam di luar karena Angel tak sempat untuk memasak.