My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Masakan


__ADS_3

Masakan


Angel terlihat berdiri didepan size king. isi pikiranya penuh dengan ketakutan disaat Evan memperhatikanya dari tadi.Angel benar-benar dibuat takut oleh tatapan kedua mata Evan yang sangat tidak biasa.


"Prof, bisakah geser sedikit?"Angel memberanikan diri meminta Evan agar tidak terlalu dekat jarak denganya.


"Memang kenapa?apa berdosa dekat dengan istri sendiri?. sini tidurlah, aku tidak akan memakanmu"balas Evan. senyum sinis ia lemparkan pada Angel.Evan membalikan tubuhnya membelakangi Angel yang masih berdiri.


"Syukurlah."Angel membaringkan tubuhnya dengan lega.Angel menarik selimut dan menyelimuti seluruh tubunya hingga menutupi kepalanya. ia berusaha untuk cepat tertidur namun, kedua matanya masih enggan untuk memejam. nafas Angel yang terdengar, membuat Evan tidak bisa tidur sedikitpun.


"Tidurlah! aku tidak akan menyentuhmu.jadi tolong tidurlah! suara nafasmu yang sangat jelas terdengar ketakutan itu membuatku tidak bisa tidur"kesal Evan. ia mengerti Angel yang membalut seluruh tubuhnya dengan selimut lantaran karena takut jika Evan menyentuhnya.


"Maaf Prof. aku tidak bermaksud begitu"ucap Angel. ia membuka selimut sebatas kepala dan hidungnya untuk sekedar bernafas.


"Saat ini aku tidak akan menyentuhmu. tapi aku tidak berjanji dilain waktu"ucap Evan. suaranya terdengar jelas ditelinga Angel.


Angel semakin takut mendengar semua perkataan yang Evan ucapkan kepadanya. rasanya ingin sekali ia menampar mulutnya. namun, apa daya. Angel harus menahan dirinya agar yang diucapkan Evan tidak benar-benar terjadi.


"Besok siapkan sarapan pagi. mulai lah belajar menjadi istri"tutur Evan.


"Aku menyiapkan sarapan?"tanya Angel. seketika kedua matanya terbuka dan tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.


"Iya, aku tidak meminta kau menjadi istri yang baik. namun, setidaknya belajarlah menjadi istri"tutur Evan.


Seketika hati Angel menghangat mendengar ucapan Evan.ada rasa senang yang tercampur dengan takut dan canggung, teraduk tak menentu.Angel pun bingung dengan dirinya.


"Baik Prof"Angel mengiyakan dengan mudah. hati dan mulutny seperti terhipnotis oleh penuturan Evan padanya.


"Yasudah, sekarang sudah malam. tidurlah, besok bukankah kelasmu jadwalnya pagi?"tanya Evan.


"Iya Prof.tapi, bagaimana Prof bisa tau jadwal kelasku?"tanya Angel.


"Tentu saja aku tau. aku yang mengajar dikelas mu besok"jelas Evan.pun Angel mengangguk dan mengerti. bagaimana bisa ia lupa jika Prof yang mengajarnya besok ialah Evan.

__ADS_1


"Udah kayak film indosiar saja cerita hidupku ini. *suamiku menjadi dosenku* xixixixi."ucap Angel dalam hati. lucu rasanya dengan dirinya saat ini.Angel memejamkan kedua matanya untuk tidur dan melupakan semua yang ia alami beberapa hari ini dan juga malam ini. butuh beberapa jam, Angel akhirnya tertidur dengan pulas.


****


Disubuh hari, Angel terbangun dari tidurnya di karenakan suara alarm yang sengaja dibuatnya di handponenya agar ia tidak ketinggalan untuk menunaikan sholat subuh.volume yang cukup keras, sampai Evan pun juga ikut terbangun dari tidurnya.


"Tolong matikan alarmnya. sangat ribut."kesal Evan. terlihat jelas kekesalan Evan yang membuat Angel dengan cepat mematikan alarmnya.


"Maaf Prof. apa Prof tidak sholat subuh?"tanya Angel. Evan tak membalas pertanyaan Angel. ia lebih memilih untuk tidur kembali.Angel yang tidak mendapat respon pun tidak menayakan lagi. Angel turun dari sofa menuju kamar mandi lebih dulu untuk berwudhu.setelah selesai Angel menunaikan sholat subuh disudut kamar mengarah kekiblat. seusai sholat, Angel memasak untuk Evan sesuai perintah Evan padanya tadi malam, bahwa ia harus menjadi istri.


30 menit berlalu, Angel menyajikan makanannya diatas meja dengan rapi. ayam goreng dan sayur bayam. menu yang tidak senada itu sangat menarik, Angel berharap Evan menyukai masakanya ini.


setelah selesai meletakan diatas meja, Angel kembali kekamar untuk memanggil Evan sarapan. setibanya dikamar Angel mendapati Evan yang terlihat telah bersiap dan rapi dengan balutan kemeja hitam. Angel sejenak memperhatikan Evan yang sibuk dengan laptobnya duduk menghadap jendela.


"Ada apa?"tanya Evan. ia mengalihkan pandanganya ke Angel saat sadar keberadaan Angel.


"Ayo sarapan dulu"ajak Angel. Angel terlihat canggung dan dengan cepat mengalihkan pandanganya kesembarang arah disaat Evan melihat kearahnya. Evan berjalan mendahului Angel menuju meja makan untuk sarapan. sesampainya dimeja makan, Evan duduk sembari memperhatikan menu yang ada diatas meja. tanpa menunggu, laki-laki berwajah dingin itu menyantap makanan tersebut dengan tenang.


"Bagaimana Prof?"tanya Angel.yang ikut duduk.


"Jika tidak suka kenapa masih dimakan"ucap Angel pelan. namun masih terdengar jelas ditelinga Evan.


"Setidaknya agar makanan ini tidak terbuang sia-sia"balas Evan. Evan masih fokus meyelesaikan sarapanya.


"Terserah saja"batin Angel.


"Setelah ini bersiaplah dengan cepat"titah Evan disela makanya.


"Baik Prof." Angel mengiyakan.


seusai sarapan pagi itu, Angel dengan cepat berjalan kearah kamar untuk bersiap kekampusnya.sementara seorang laki-laki berwajah dingin tersebut menunggu diruang tamu sembari memainkan benda pipih ditanganya.


15 menit berlalu, Angel keluar dari kamar menuju kearah ruang tamu.

__ADS_1


"Prof, ayo"panggil Angel.


"Lama sekali"ucap Evan. dengan kedua pandangannya sejenak memperhatikan Angel.entah apa yang dirasakan Evan disaat menatap Angel pagi itu. (hanya authorlah yang tau😂)


"Maaf prof".


"Cepatlah"Evan berjalan mendahului Angel keluar.pun Angel mengikuti Evan dari belakang. pagi itu, mereka pergi bersama menuju kampus.mereka berangkat dengan menaiki mobil mewah milik Evan. disepanjang perjalanan tidak ada percakapan antara Evan ataupun Angel. keduanya terlihat sibuk masing-masing.Angel yang sibuk dengan ponselnya begitupun Evan yang saat itu sibuk dengan menyetirnya.beberapa menit berlalu, tanpa terasa mereka telah sampai dijalan kampus.


"Prof, berhenti! aku turun disini saja,"ucap Angel.setibanya digerbang luar kampus.


"Memang kenapa?"tanya Evan.ia terlihat sedikit kesal dengan Angel.


"Akan jadi masalah besar jika orang-orang kampus tau jika aku bersama Prof."tutur Angel.


"Memangnya kenapa?"tukas Evan.


"Prof, jika mereka semua tau jika aku menikah dengan Prof tantu saja itu akan menjadi berita besar dan akan merepotkan aku selama berada dikampus"jelas Angel.dengan tangan yang membuka pintu mobil.


"Terserah kau saja! nanti disaat pulang, jangan menaiko mobilku."Evan menutup pintu mobilnya setelah Angel benar-benar keluar.


"Bagaimana aku akan pulang jika tidak menaiki mobil Prof?"tanya Angel.


"Bukan urusanku!"balas Evan. ia pun mengendarai mobilnya masuk kekampus dan meninggalkan Angel yang masih mematung digerbang luar kampus.


"Dasar laki-laki yang tidak punya perasaan"kesal Angel. ia berjalan memasuki kampus dengan raut wajah yang terlihat benar-benar kesal.


'


'


'


'

__ADS_1


'


'bantu votenya ya teman-teman.like dan sharenya juga jangan lupa. terima kasih❤


__ADS_2