
Kedatangan Vina
Di Perusahaan,
"Di mana Evan?," Tanya seorang wanita. Wanita tersebut berdiri dengan anggun di depan meja Selena yang tak laun merupakan sekretaris Evan.
"Maaf sebelum nya. Apa sudah membuat janji lebih dulu?," Tanya Selena dengan sopan.
"Tidak. Biasa nya saya juga tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengan nya." Jawab Vina yang mulai sinis dengan Selena.
"Maaf nona Selena. Pak Evan berpesan jika siapa-siapa yang ingin bertemu dengan nya hari ini di wajibkan membuat janji terlebih dahulu," Tutur Selena dengan tersenyum.
"Selena, aku calon istri nya. Jadi aku tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengan calon suami," Balas Selena yang terdengar menegaskan.
"Maaf sekali nona, tapi pak Evan sudah berpesan. Jadi saya tidak bisa mengizinkan nona Vina bertemu Evan terkecuali nona sudah membuat janji terlebih dahulu," Jelas Selena yang berbicara dengan nada yang masih terdengar sopan.
"Selena! jangan menguji kesabaran ku. Kau bisa ku minta Evan memecat mu dari pekerjaan mu!," Ucap Vina dengan kesal. Vina menatap Selena dengan tatapan tajam. Sementara Elena yang mendengar perkataan dari Vina, hanya kembali tersenyum.
"Maaf nona. Silakan keluar dari perusahaan sebelum saya memanggil Security untuk membawa nona Vina keluar dari perusahaan," Balas Selena yang terdengar sopan namun sangat tegas.
"Coba saja kalau kau berani memanggil Security. Aku benar-benar akan membuat kau di pecat dari perusahaan!." Ancam Vina sembari memangku kedua tangan nya dengan angkuh. Pun Selena yang mendengar pun memanggil dua orang Security dengan telpon khusus perusahaan dan meminta Security untuk membawa Vina keluar.
"Pak, tolong bawa seseorang keluar dari perusahaan," Perintah Selena. Pak Security pun mengiyakan dan masuk ke dalam perusahaan.
"Selena! kau benar-benar menguji kesabaran ku!," Teriak Vina dengan menjambak rambut Selena dengan kasar.
"Nona, apa yang kau lakukan! berani sekali kau menarik rambut ku!" Ucap Selena sembari menjambak rambut Selena. Suasana di dalam ruangan tersebut menjadi begitu terkejut dengan kejadian sekarang ini. Ada beberapa yang merekam kejadian tersebut dan mengunggah nya di media sosial.
"Nona, tolong berhenti." Ucap dua orang Security yang berusaha memisah akan Vina dan juga Selena. Setelah berhasil memisahkan, Selena di bawa Security keluar dari perusahaan. Sementara Vina, di bawa ke ruangan istirahat perusahaan bertujuan untuk menenangkan keadaan yang baru saja terjadi. Di perusahaan memang sengaja Evan membuat ruang istirahat dan rehat untuk para karyawan nya.
Sementara di ruangan lain, Evan mendengar kejadian yang terjadi barusan. Evan pun menemui Selena yang berada di ruang istirahat.
"Selena, apa yang terjadi?," Tanya Evan sesampainya di ruang istirahat.
__ADS_1
"Pak Evan" Sapa Selena dengan gugup. terlihat jelas jika saat ini Selena sedang ketakutan. Ia takut jika Evan memarahi dan memecat nya karena telah membuat keributan di dalam perusahaan.
"Apa kau tidak apa-apa?," Tanya Evan.
"Aku baik-baik saja pak," Balas Selena.
"Syukurlah. Berani sekali ada orang yang mengusik suasana perusahaan," Ucap Evan. Pun Selena yang mendengar pun di buat semakin terdiam dan menunduk.
"Maksud ku Vina. Aku tidak menyalahkan mu. Pekerjaan mu sudah benar dengan mengusirnya begitu," Jelas Evan. Selena yang mendengar oun akhirnya merasa tenang.
"Saya kira pak Evan akan memecat saya," Balas Vina.
"Tidak. Aku pergi dulu. Tak masalah kau istirahat saja sebentar," Ucap Evan, Vina yang mendengar pun mengiyakan. Evan keluar dari ruang istirahat untuk kembali ke ruang kerja nya. Namun saat sampai di ruang kerja, terlihat seseorang telah duduk di sofa menunggu kedatangan Evan. Seseorang tersebut ialah pak Robert.
"Pak Robert, kenapa tidak memberitahu ku jika pak Robert akan datang kemari," Sapa Evan sembari menghampiri Robert.
"Aku tidak sempat mengabari, karena ini mendesak." Ucap Robert.
"Masalah kemarin. Bagaimana?, apa kau sudah memutuskan nya?," Tanya Robert dengan serius.
"Saya sudah memutuskan pak," Jawab Evan dengan tenang.
"Apa keputusan mu?," Tanya Robert tak sabar untuk mendengarkan keputusan Evan.
"Saya sudah memutuskan untuk tidak menikah dengan Vina untuk sekarang ini," Balas Evan. Robert yang mendengar pun merasa sedikit bingung dengan jawaban Evan. Dengan kata "Sekarang ini"
"Apa maksud mu?," Tanya Robert.
"Ada baik nya saya dan Vina menjalani hubungan layak nya berpacaran terlebih dahulu, dan setelah menjalaninya beberapa lama baru lah kita putuskan kembali apakah kami cocok apa tidak," Tutur Evan.
"Berpacaran?, bukankah sebelum nya kalian juga berpacaran?," Tanya Robert dengan heran.
"Sebelum nya kami tidak berpacaran, dulu kami hanya sekedar dekat saja," Jawab Evan. Pun Robert yang mendengar pun sejenak terdiam beberapa waktu sembari memangku dagunya.
__ADS_1
"Baik lah. Saya rasa juga ada baik nya kalian saling mengenal terlebih dahulu," Ucap Robert menyetujui. Pun Evan yang mendengar pun akhir nya merasa lega.
"Baiklah pak Robert. Kesepakatan telah tersetujui. Jadi apakah kontrak kerja sama kita bisa di tanda tangani?," Tanya Evan dengan mengulurkan secarik kertas di atas meja.
"Tentu saja. Namun bukan kontrak ini saja yang perlu di tanda tangani. Tapi kontrak kerja sama mu yang ini juga perlu," Robert mengeluarkan secarik kertas dari dalam tas hitam nya dan memberikan nya ke Evan.
"Apa ini pak?," Tanya Evan.
"Ini perjanjian kerja sama yang juga perlu di tanda tangani." Jawab pak Robert.
"Perjanjian?," Tanya Evan dengan bingung.
"Ini perjanjian jika kau tidak menikah dengan Vina, maka kontrak kerja sama akan berakhir dan untuk ke depan nya tidak akan ada lagi kerja sama antara perusahaan mu dan perusahaan ku," Jelas Robert.
"Baiklah pak Robert. Saya akan menanda tangani perjanjian ini," Evan mengeluarkan pena dari saku nya dan menandatangani surat perjanjian tersebut. Begitu pun dengan Robert, yang juga ikut menanda tangani surat perjanjian tersebut.
"Pak Robert, apa kau tau dengan kejadian apa yang baru saja terjadi di perusahaan ku?," Tanya Evan.
"Mengenai apa?," Tanya Robert.
"Putri pak Robert, Vina. Dia telah membuat keributan di dalam perusahaan. Vina menjambak rambut Selena sekretaris ku," Jelas Evan. Pun Robert yang mendengar pun sangat terkejut.
"Apa? Vina membuat keributan?," Tanya Robert dengan terkejut.
"Iya pak. Vina menjambak rambut Selena dengan sangat kasar," Ucap Evan.
"Gadis itu sudah benar-benar membuat saya malu. Vina, kenapa kau selalu membuat masalah." Ucap Robert di dalam hatinya.
"Untuk masalah itu, tolong sampai kan maaf saya pada sekretaris anda. Saya mohon maaf atas apa yang dilakukan Vina pada nya," Ucap Robert.
"Baik pak Robert. Nanti akan saya sampai kan." Balas Evan.
"Baiklah. Jika begitu, Saya permisi untuk pulang. Ada beberapa urusan lain yang harus saya tangani," Pamit Robert dan diiyakan oleh Evan.
__ADS_1