My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Evan Berubah


__ADS_3

Evan Berubah


Masih di dalam mobil. Di sepanjang perjalanan, Angel berusaha untuk menjelas kan atas kejadian yang sebenar nya terjadi pada lelaki di samping nya namun Evan tidak mempercayai istri nya.


"Apa prof tidak ingin mendengar penjelasan dari ku?," Tanya Angel ketika lelah berdebat dengan Evan yang tidak mau mendengar apapun dari Angel.


"Kau tidak perlu menjelas kan apapun. Aku tidak butuh penjelasan apa pun," Balas Evan tanpa menoleh ke Angel.


"Jika prof tidak mempercayai ku, aku bisa apa." Kedua mata Angel melihat ke arah suami nya dengan kekecewaan.


Di sepanjang perjalanan, tidak ada suara sama sekali yang terdengar di antara kedua nya. Keadaan terlihat hening dan sunyi. Angel menyadari jika sifat suami nya terasa lebih dingin dari biasa nya. Angel juga sangat menyadari jika suami nya sedang marah pada nya. Itu lah mengapa Angel mencoba untuk tetap diam membiar kan amarah suami nya reda dengan sendiri nya.


Selang beberapa waktu, Evan pun berhenti tepat di depan Apartemen nya. Evan turun dari mobil dan berjalan masuk meninggal kan Angel yang masih di dalam mobil.


"Prof, tunggu" Panggil Angel dengan keluar dari mobil, dengan tergesa-gesa ia mengambil koper nya. Angel berlari kecil mengejar suami nya yang terus berjalan tanpa menunggu nya.

__ADS_1


"Prof, tunggu koper ku sangat berat. Aku tidak sanggup mengejar mu," Ucap Angel yang berusaha menarik koper nya. Angel sebenar nya bisa saja memaksa kan diri nya untuk mencari koper dan berlari sekuat mungkin, namun mengingat ia sekarang sedang hamil, itu lah sebab nya ia tidak melakukan nya karena melindungi calon bayi di perut nya.


"Apa susah nya membawa koper. Cepat lah! aku harus kembali ke perusahaan lagi. Kau kira aku punya banyak waktu!," Ujar Evan dengan menghentikan langkah nya sejenak dan kemudian kembali berjalan. Ada pun Angel yang mendengar pun hanya terdiam dan terus berjalan mengikuti suami nya.


"Aku bisa saja berlari sekuat yang aku bisa, namun calon anak kita bisa saja terluka jika aku melakukan nya," Ucap Angel di dalam hati nya. Rasa nya ingin sekali Angel mengatakan langsung, namun melihat sifat Evan yang begitu dingin membuat Angel merasa jika ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu kan suami nya tersebut.


Angel terus berjalan mengikuti Evan di depan nya, hingga sampai tepat di depan Apartemen milik suami nya, Evan pun membuka pintu dan masuk. Angel pun ikut masuk mengikuti suami nya.


"Apartemen ini punya dua kamar. Kau tidur di kamar sebelah. Aku akan tidur di kamar sebelah," Titah Evan dengan wajah datar nya. Angel yang mendengar pun sejenak terdiam sembari melihat ke arah suami nya.


"Maksud prof, kita tidur di kamar terpisah?," Tanya Angel.


"Tapi kenapa?," Tanya Angel tak percaya. Bagaimana bisa pasangan yang sudah menikah tidur di kamar terpisah.


"Aku tidak suka melihat perempuan yang tidur dengan lelaki lain dan sekarang harus satu kamar dengan ku," Ucap Evan. Angel yang mendengar pun sejenak terdiam, berusaha menahan amarah nya.Angel menarik nafas nya kemudian mengeluarkan nya dengan perlahan.

__ADS_1


"Baik lah. Aku akan tidur di kamar sebelah," Angel kembali menarik koper nya dan membawa BB ya masuk ke kamar yang di maksud kan Evan pada nya. Sementara Evan yang melihat pun, berjalan kearah kamar tersebut dan berdiri tepat di depan pintu kamar.


"Kamar ini tidak pernah di pakai. Jadi sangat kotor dan berdebu. Kau bersih kan saja sendiri." Titah Evan dengan menyandar kan punggung nya di tepian pintu. Angel yang mendengar pun hanya bisa terdiam dengan melihat ke arah suami nya penuh kekecewaan. Angel tak menyangka jika sifat suami nya berubah sedingin ini. Evan yang melihat tatapan Angel pada nya, ia terlihat seolah tidak peduli sama sekali. Evan berlalu pergi begitu saja dan membuat kan Angel di kamar. Evan kembali ke perusahaan nya dengan menggunakan mobil.


Sementara Angel. setelah merasa suami nya telah pergi, ia pun mulaimembersih kan kamar tersebut hingga bersih. Mulai dari mengelap lemari, mengepel lantai, hingga mengganti sprey dan selimut. Semua di kerja kan Angel sendirian tanpa bantuan suami nya sedikit pun. Seharian Angel membersih kamar tersebut hingga benar-benar bersih. Setelah bersih Angel pun mengistirahat kan tubuh nya dengan berbaring di atas sofa. Karena sangat kelelahan, Angel berbaring hingga tertidur dengan sangat pulasnya.


* * * *


Malam kembali menyapa, Evan kembali ke apartemen nya. Ia membuka pintu dan masuk. Saat sampai di dalam, Ia tak melihat Angel. Karena penasaran, Evan pun berjalan ke kamar Angel dan membuka pintu kamar dengan perlahan untuk mencari keberadaan istri nya tersebut. Di saat pintu terbuka, Ia mendapati Angel yang terlihat sedang tertidur dengan begitu pulas nya di atas sofa. Evan pun berjalan mendekati Angel dan duduk di dltepian sofa. Ia memandangi wajah istri nya yang terlihat begitu damai saat tertidur.


Evan kemudian mengelus pipi istri nya dengan lembut. Ia sebenar nya sangat merindukan istrinya. Namun mengingat gambar-gambar yang memperlihat kan istri nya berada di kamar hotel bersama laki-laki lain, membuat Evan sangat marah dan kecewa. Ia tak tau harus bagaimana. Satu sisi ia sangat mencintai Angel, namun di sisi lain ia juga sangat marah karena istri nya tersebut tidur dengan lelaki lain selain diri nya. Suami mana yang tidak marah ketika melihat gambar istri nya bersama lelaki lain di kamar hotel. Mengingat hal itu, Evan menjauhkan tangan nya dari wajah istri nya. Evan beranjak berdiri dan berjalan keluar dari kamar yang di tempat Angel.


"Secinta apa pun, aku tidak akan memaafkan nya." Ucap Evan sembari masuk ke kamar nya sendiri. Evan membuka kancing kemeja nya dengan kasar. Ia benar-benar tidak bisa memaaf kan istri nya. Rasa cinta nya sekarang telah bercampur dengan rasa benci nya.


"Aku harus bagaimana?," Evan mengusap wajah nya dengan kasar.

__ADS_1


"Suami mana yang tetap mau dengan istri yang telah di tiduri oleh lelaki lain?, tidak ada. Aku harus bagaimana?, aku sangat membenci nya namun aku tidak mampu untuk melepaskan nya." Ucap Evan di dalam hati nya. Evan benar-benar merasa frustasi dengan keadaan nya saat ini. Ia tak tau harus berbuat apa selain memperlakukan Angel dengan dingin.


Di saat Evan masih berpikir, tiba-tiba ngauman dari handphone nya terdengar. Evan pun menarik benda pipih tersebut dari saku nya. Evan memperhatikan layar handphone nya yang ternyata ada sebuah panggilan dari Vina. Evan yang melihat pun mematikan panggilan tersebut dan meletakan handphone nya ke sembarang arah.


__ADS_2